Review Buku Baitul Maqdis for Dummies

Review Buku Baitul Maqdis for Dummies

Penulis: Felix Y. Siauw dan Tim Tahrir Al-Aqsha Indonesia
Penerbit: Alfatih Press
Tahun Terbit: 2024
Jumlah Halaman: 264 hal.
Personal Rating: 5 / 5 ⭐

“… Aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina), karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka. …” (Khalifah Abdul Hamid II, 1902) (hal. 221)

Dulu, pernah ada pemimpin umat Islam yang dengan lantang menolak permintaan zionis untuk ‘membeli’ tanah Palestina. Tapi hari ini, ada seorang pemimpin negara yang dengan senang hati bersedia membantu penjajah mengosongkan tanah jajahan mereka. Apa yang membuat keputusan dua kepala negara ini begitu berbeda? Yap, isi kepala.

Sinopsis

Jika banyak orang di dunia lantang bersuara untuk membela Palestina karena dasar kemanusiaan, harusnya seorang muslim punya alasan yang lebih kuat karena kita punya IMAN. Baitul Maqdis bukan sekadar tanah yang dihuni oleh sesama muslim, ia punya banyak keistimewaan sebagai tanah suci, tanah penuh berkah dan tanah para nabi yang kita yakini. Di buku ini, semua pertanyaan ‘Why Baitul Maqdis’ akan dibahas secara rinci di bab pertama.



Baitul Maqdis bukan hanya istimewa bagi umat Islam saja. Tiga agama samawi -Islam, Kristen dan Yahudi- menjadikan tempat ini sebagai tempat suci lengkap dengan berbagai situs keagamaan yang bisa dikunjungi. Oleh karena itu, tidak heran jika Baitul Maqdis menjadi tanah yang senantiasa diperebutkan oleh berbagai penguasa peradaban sepanjang sejarah dunia. Bab dua buku ini menceritakan perjalanan sejarah yang terjadi di tanah suci ini sejak zaman para nabi, pembebasan oleh para ghazi hingga dimulainya penjajahan oleh orang Yahudi yang masih berlangsung sampai hari ini.




Gaya Bahasa dan Penyampaian

Kalau menurut kamu pembahasan agama + sejarah bisa jadi topik yang bikin ngantuk, kamu harus coba baca buku ini dulu. Baitul Maqdis for Dummies ini disajikan dengan ilustrasi full color yang bikin kita betah banget buat baca buku. Selain untuk estetika, gambar-gambar di buku ini -buat aku- juga membantu banget untuk memahami setiap materi yang disampaikan -misalnya dengan grafik silsilah keluarga- dan membayangkan tempat yang sedang diceritakan -dengan berbagai peta yang digambarkan.


Tapi apakah banyak ilustrasi artinya mengurangi esensi dari buku ini? Enggak dong. Isi buku ini tetap padat dengan pembahasan yang aku akui cukup berat, terutama di bagian sejarah. Aku sendiri lumayan kesulitan merekam nama tokoh-tokoh penting dalam berbagai peristiwa perebutan tanah Baitul Maqdis. Dan sekali lagi, ilustrasi di buku ini sangat membantu. Kalau aja timelinenya gak digambarkan di setiap halaman, mungkin aku jadi bingung sendiri sama urutan setiap kejadian yang sedang dijelaskan. Satu-satunya yang cukup mengganggu di buku ini cuma penulisan kata depan dan imbuhan ‘di’ yang masih sering kebalik. Mungkin ini bisa dijadikan masukan untuk editor sebelum buku ini masuk ke cetakan selanjutnya yaa~

Kesan Membaca

Overall, it was fun! Sebagai makhluk visual, aku menikmati banget proses membaca buku ini, bahkan setelah selesai pun aku masih sering bolak-balik halaman sekadar untuk menikmati ilustrasinya.

Tujuh Oktober bener-bener jadi sebuah peristiwa yang membuka mata dunia, termasuk aku. Sebenarnya, gerakan Bela Palestina bukanlah hal yang asing di lingkungan sekitarku. Tapi sejak hari itu, aku jadi punya motivasi lebih untuk belajar tentang Baitul Maqdis. Kalau dulu bergerak karena ikut-ikutan, hari ini aku punya alasan yang kuat untuk terus melawan. Dari buku ini aku belajar kalau Muslim punya alasan lebih besar dari sekadar kemanusiaan, yaitu IMAN.

Baitul Maqdis menjadi saksi sejarah panjang kehidupan manusia. Aku sendiri terkesan banget sama penjelasan sejarah Baitul Maqdis dari masa ke masa yang dijelaskan di buku ini. Gak kebayang berapa banyak referensi yang harus dibaca untuk nulis buku ini. Baca segini aja aku masih sering bingung, apalagi nulisnya coba 🥹

Rekomendasi

Buat kamu yang masih bertanya-tanya kenapa di dunia yang semodern ini masih ada tanah yang dijajah, kenapa satu negara kecil bisa punya kekuatan yang begitu besar dan bahkan melawan organisasi persatuan negara-negara sedunia dan kenapa para pemimpin negara Islam yang kaya raya malah seolah tak berdaya menghentikan genosida? Buku ini punya semua jawabannya. Dan buat kamu, seorang muslim yang masih gak punya alasan kuat untuk memperjuangkan Baitul Maqdis atau masih bingung mulai dari mana untuk membela tanah Palestina, artinya kamu butuh banget buku ini.

Versi ORI dari buku ini bisa dibeli di sini ygy~
https://s.shopee.co.id/AKNdQ5iitE

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *