Review Buku Jejak Papyruz

Review Buku Jejak Papyruz

Penulis: Mare
Penerbit: Bhuana Sastra
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: 295 hal.
Sumber: Gramedia Digital
Personal Rating: 4 / 5 ⭐

Pernah denger Luxor? Kalau aku tahunya itu adalah nama salah satu permainan di Gamehouse 45 (milenial pasti relate 🤣). Setelah baca buku ini, aku baru tahu kalo Luxor itu ternyata …

Sinopsis

Melati ditawari Aila untuk ikut menghidupkan kembali majalah milik pelajar Indonesia di Mesir yang telah lama mati karena media cetak sudah tak lagi digemari. Majalah itu bernama Jejak Papyruz. Bersama Fatih dan Rifqi, mereka berencana untuk mengubah majalah tersebut ke versi digital.

Rencana awal adalah membuat website. Karena dibutuhkan modal yang cukup besar -bagi kantong pelajar yang hidup di negeri orang-, mereka memutuskan untuk mencari sponsor. Sayangnya, untuk majalah yang sudah vakum bertahun-tahun, mendapatkan sponsor bukanlah perkara yang mudah. Siapa juga yang mau pasang iklan kalau belum tahu majalahnya akan dibaca atau engga?

Karena tak kunjung mendapatkan sponsor, mereka akhirnya memutuskan untuk menulis artikel di blog dan membuat kanal youtube untuk mempublikasikan berbagai informasi yang menurut mereka berguna untuk para pelajar maupun calon pelajar yang akan menempuh pendidikan di Mesir.





Di sela-sela kesibukan menjadi pelajar ma’had, mereka pun mulai mengisi Jejak Papyruz. Mulai dari mencari narasumber, berkeliling Mesir, menulis artikel, merekam video, editing hingga publikasi, mereka lakukan bersama dengan semangat yang menggebu-gebu. Tapi ternyata konsistensi itu sama sekali tidak mudah. Dan ketika mereka dihadapkan dengan berbagai masalah pribadi, Jejak Papyruz pun menjadi korban yang terabaikan. Bagaimana nasib Jejak Papyruz selanjutnya? Apakah akhirnya Melati, Aila, Fatih dan Rifqi berhasil menghidupkan majalah itu kembali? Atau malah menyerah dengan masalah yang tak kunjung berhenti?

Unsur Intrinsik Novel

Novel ini bercerita tentang empat pejalar Indonesia yang bersekolah di ma’had (setara SMA) Al-Azhar, Mesir. Melalui perjalanan Melati, Aila, Fatih dan Rifqi yang membuat artikel dan vlog untuk Jejak Papyruz, pembaca diajak untuk melihat lebih dekat kehidupan para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir, mulai dari serba-serbi tempat tinggal, makanan, kebiasaan sampai pekerjaan yang bisa dilakukan para pelajar yang butuh pemasukan tambahan.

Tak hanya itu, mereka juga jalan-jalan ke berbagai tempat wisata bersejarah yang banyak tersebar di seluruh Mesir. Tapi sayangnya, setiap tempat yang mereka kunjungi ini tidak dideskripsikan secara detil, jadi aku sendiri kurang bisa membayangkan keindahan dan kemegahan tempat-tempat bersejarah itu. Tapi karena penasaran, akhirnya aku browsing setiap latar di novel ini, dan itu keren banget siihhh~ pasti bakal jauh lebih keren kalau setiap detil itu bisa sampek ke pembaca tanpa harus buka google dulu 🤭

Ditulis dengan alur maju dengan sedikit flashback dan menggunakan sudut pandang orang ketiga, novel ini juga menceritakan berbagai masalah yang dialami oleh pelajar yang menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman melalui konflik para tokohnya, mulai dari kesenjangan ekonomi, tuntutan keluarga, kesulitan bahasa sampai kehilangan orang tua. Di sini penulis menunjukkan bahwa setiap orang punya strugglenya masing-masing, bedanya ada yang memilih untuk curhat ke orang lain, ada yang memilih untuk disalurkan ke kisah fiksi.






Kesan Membaca

Novel ini ditulis dengan gaya bahasa yang ringan, santai dan mudah dimengerti. Percakapan antar tokohnya yang mengalir dan gak kaku buat aku enjoy banget selama baca novel ini. Aku juga suka bagaimana penulis memilih konflik yang berbeda untuk setiap tokohnya yang buat aku sadar kalau sekolah di luar negeri itu tantangannya luar biasa banget, terutama kalau masalahnya udah berkaitan sama keluarga.

Di novel ini juga ada romancenya lo, emang tipis sih, setipis tisu dibagi dua, tapi aku sukaaaa. Menurutku, di sini tuh penulis pinter banget ngasih cerita yang realistis, mulai dari hubungan persahabatan, interaksi antara laki-laki dan perempuan yang gemes tapi tetep ada batasan sampek ke penyelesaian konflik yang pas dan gak bertele-tele, bener-bener gak dipaksa semua harus ideal dan happy ending.


Pesan Moral

Pasti banyak orang yang punya impian sekolah di luar negeri -termasuk aku dulu-, tapi nyatanya gak banyak yang bisa bener-bener pergi. Kenapa? Ya karena gak semua orang sanggup. Novel ini ngasih tahu kita betapa gak mudahnya jadi pelajar yang merantau jauh dari kampung halaman, sendirian di negeri orang dengan beban belajar, kekurangan uang saku, menahan rindu sampai bertahan dengan budaya dari berbagai macam negara yang gak cocok di kita. Semua itu cuma bisa dilalui oleh orang-orang yang kuat. Tapi, dari novel ini kita juga bisa belajar kalau teman dan komunitas bisa jadi support system yang lebih dari sekadar keluarga, yang bisa saling melindungi saat kita bener-bener merasa sendiri.

Selain tentang persahabatan, novel ini juga ngasih banyak informasi tentang sejarah berbagai kota di Mesir. Dari novel ini, kita bisa menyaksikan banyak peninggalan sejarah kejayaan peradaban manusia yang sempat singgah di Mesir, mulai dari zaman Mesir Kuno -Firaun dan kawan-kawannya-, kekaisaran Romawi hingga akhirnya dikuasai oleh peradaban Islam. Dari novel ini juga akhirnya aku tahu kalau game Luxor yang dulu pernah aku mainin zaman SMP-SMA ternyata adalah nama salah satu kota bersejarah di Mesir 🤣

Oh iya satu lagi, expektasiku terhadap negara Mesir itu lumayan tinggi karena ada Al-Azhar, salah satu universitas tertua di dunia dan banyak ulama yang lahir dari sana. Tapi ternyata Mesir tidak se-‘bersih’ dan seteratur itu gaes~ gak semua tempat itu aman dan nyaman bahkan untuk pelajar dan bukan berarti orang-orang yang sekolah di sana adalah orang yang alim, belum tentu~ Intinya sebelum ke suatu tempat kita harus banyak belajar biar gak gampang kaget karena udah terlanjur pasang ekspektasi yang ketinggian, even ke negara yang -kamu pikir- isinya orang taat semua.

Rekomendasi

Novel ini highly recommended buat kamu yang punya rencana untuk melanjutkan studi atau sekadar mau jalan-jalan dan menikmati berbagai peninggalan sejarah yang ada di Mesir. Dan kalaupun belum mau ke sana, melihat Mesir dari buku ini juga gak kalah seru loh~ Aku juga merekomendasikan novel ini untuk kamu yang suka cerita tentang persahabatan dan perjuangan para pelajar yang menuntut ilmu di negeri orang. Selamat menikmati~

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *