Review Buku Sisi Tergelap Surga

Review Buku Sisi Tergelap Surga

Penulis: Brian Khrisna
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2025 (Cetakan ke-12)
Jumlah Halaman: 304 hal.
Personal Rating: 4 / 5 ⭐

Walau tahu surga itu bukan untuk setiap manusia, mereka tetap berbondong-bondong menuju ke sana, menyambung hidup dan berharap kepingan surga yang entah kapan bisa dirasa.
TW ⚠️: domestic violence, LGBT, sexual harassment

Sinopsis

Gegap gempita kota Jakarta selalu punya pesona untuk menarik jutaan manusia untuk datang dan menggantungkan harapan di sana. Tapi di saat yang sama, ia juga punya kuasa untuk meluluhlantakkan setiap asa tanpa memandang siapa yang menggenggamnya.

Dari kampung ini, cerita pun dimulai. Mereka adalah wajah pemain figuran yang kehadirannya hanya jadi pelengkap di surga kota bernama Jakarta. Pengemis, pengamen, pemulung dan badut ayam; preman terminal, wanita dan waria pekerja seks komersial; penjual tahu jablay, pelaku curanmor hingga pemimpin kecil yang angkuh lagi culas adalah gambaran manusia yang memenuhi sisi tergelap dari tempat yang mereka sebut surga.

Walau jauh dari gambaran realitas surga yang seharusnya; walau Jakarta begitu lihai memupuk rasa bernama kecewa; walau kota ini tak pernah ramah untuk kaum yang terlahir lemah, mereka tetap ada di sana, berjuang hari demi hari untuk menyambung hidup yang sudah terlanjur diberikan oleh Sang Pencipta.




Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan

Dengan alur maju dan sudut pandang orang ketiga, novel ini mengangkat tema tentang kepingan kisah hidup masyarakat kelas bawah yang tinggal di pinggiran kota Jakarta. Getir dan pahit eksistensi kaum marginal ini disajikan dengan narasi yang romantis sekaligus realistis. Dari novel ini, pembaca seolah diajak untuk mengambil pelajaran berharga dari realitas hidup mereka yang terlihat ada, tapi jalan hidupnya tak pernah jadi harapan bagi banyak orang yang melihatnya.

Kesan Membaca

Aku udah sering lihat buku ini berseliweran di mana-mana. Aku juga udah tahu cerita buku ini kurang lebihnya seperti apa. Tapi setelah baca langsung, ternyata shick schak shock juga sama isinya. Yang paling bikin kaget adalah pilihan kata-kata yang menurutku cukup ‘berani’. Aku sadar banget kalau tujuannya adalah agar cerita bisa terasa sedekat mungkin dengan realita yang ada. Tapi untuk aku yang belum pernah punya kesempatan untuk bersentuhan langsung dengan kehidupan kaum marginal seperti ini, baca buku ini cukup bikin aku gak nyaman. Apalagi di posisi aku seorang ibu yang punya anak suka ikutan nimbrung bacaan emaknya, rasanya jadi makin gak aman buat baca dan nyimpen buku ini di rumah.

Tapi meskipun bukan untuk dikoleksi, aku tetap merasa buku ini perlu banget dibaca paling enggak sekali seumur hidup. Untuk apa? Untuk membangun empati; untuk melihat mereka sebagai manusia yang sama-sama berjuang untuk hidup hari demi hari. Cerita para tokoh di buku ini sukses membawa aku melihat realita yang gak pernah benar-benar aku sentuh sebelumnya. Walau ada beberapa dialog tokoh yang menurutku kurang pas karena terlalu diromantisasi, tapi secara keseluruhan buku ini mampu menyajikan potret kehidupan dari mereka yang jarang sekali mendapat sorotan.



Pesan Moral

Sebagian manusia terlahir beruntung untuk bisa menikmati hidup yang berkecukupan. Sebagian lagi, harus berjuang mati-matian untuk sekadar bisa bertahan tanpa diberi cukup pilihan. Dari buku ini, kita akan belajar bahwa yang terlihat sempurna bisa jadi tak lebih baik dari mereka yang tampak serampangan; bahwa di sisi tergelap sekalipun, selalu ada kepingan harapan yang patut untuk diperjuangkan. Tak perlu begitu peduli dengan pendapat manusia lainnya, karena sebenarnya kita sedang sama-sama berupaya untuk menjalani hidup yang sudah terlanjur diberikan Sang Pencipta. Cukuplah Dia yang memberikan penilaian sampai akhirnya waktu memanggil kembali jiwa yang telah menuntaskan perjuangan.

Rekomendasi

Novel ini aku rekomendasikan untuk kamu yang ingin melihat sisi lain gemerlapnya kehidupan perkotaan dan untuk kamu yang ingin memupuk empati kepada mereka yang selama ini tak pernah dilihat dengan hati.
Beli di shopee
Beli di gramedia.com

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *