Penulis: June Hur
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2024
Jumlah Halaman: 368 hal.
Personal Rating: 5 / 5 ⭐
Sumber: Google Playbook
Istana bukan sekadar tempat bagi orang-orang penting berebut kekuasaan. Ia juga adalah saksi bisu di mana darah bisa dengan mudah ditumpahkan.
Sinopsis
Hyeon dan Jieun-sahabatnya-diperintahkan untuk ikut bersama Tabib Nanshin pergi ke kediaman Putra Mahkota. Putri Hyegyoung bilang, Pangeran sudah merasa tidak sehat selama dua hari terakhir dan mereka diminta untuk memeriksa kondisinya. Tapi betapa terkejutnya mereka saat melihat lelaki tua, seorang kasim duduk di tempat tidur Pangeran Jangheon. Walaupun begitu, tak satupun dari mereka yang berani membuka mulut. Ke manakah Pangeran Jangheon pergi malam itu?
Setelah jam malam berakhir, saat hendak meninggalkan kediaman Putra Mahkota, Hyeon mendengar seorang kasim melaporkan kepada Putri Hyegyoung bahwa empat perempuan telah dibunuh di Hyeminseo, tempat di mana mimpi-mimpi Hyeon berkembang, mimpi untuk menjadi seorang perawat dan menaikkan derajatnya. Kabar itu membuat Hyeon bergegas meninggalkan istana dan pergi ke Hyeminseo untuk memeriksa sendiri kebenarannya.
Hyeon berhasil masuk ke tempat kejadian perkara dan memastikan identitas keempat korban setelah mengelabui petugas polisi. Tapi bukannya langsung pergi, Hyeon malah mendekati klinik dan mendengar bahwa mentornya, Perawat Jeongsu dituduh sebagai tersangka pembantaian itu.
Hyeon yakin Perawat Jeongsu tak mungkin melakukan tindakan sekejam itu. Tapi bagaimana cara membuktikannya? Siapakah pelaku yang sebenarnya? Apa yang membuat pelaku tega membunuh keempat perempuan ini? Dan apakah pembataian ini ada hubungannya dengan kepergian Pangeran Jangheon?
Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan
Novel ini bercerita tentang seorang nae-uinyeo-perawat yang melayani istana-bernama Baek Hyeon yang berjuang untuk menyelamatkan mentornya, Perawat Jeongsu dari tuduhan pembantaian di Hyeminseo-klinik kesehatan di masa Dinasti Joseon. Bersama Seo Eojin, Inspektur Polisi yang sangat menjunjung tinggi keadilan, mereka mengumpulkan bukti-bukti untuk membuktikan bahwa Perawat Jeongsu tidak bersalah. Proses penyelidikan menjadi begitu pelik dan sulit dipecahkan karena kasus ini melibatkan orang-orang di dalam istana yang mustahil untuk disentuh.
Dengan menggunakan alur maju yang berjalan perlahan dan sudut pandang Hyeon sebagai orang pertama, pembaca seolah diajak untuk ikut merasakan sensasi penyelidikan yang mendebarkan sekaligus mengancam nyawa. Walaupun rekan penyelidikan Hyeon adalah seorang Inspektur polisi, tapi mereka tidak mendapat perlindungan sama sekali. Mereka malah mendapat ancaman yang lebih besar karena mencoba ikut campur dalam politik istana.
Kesan Membaca
Awalnya, aku lumayan maju mundur buat baca novel ini. Karena walaupun banyak yang bilang bagus, tapi aku sendiri niatnya mau pause sebentar sama buku-buku terjemahan, berhubung tiga buku yang aku baca sebelum ini terjemahannya kaku banget. Alhasil bukannya enjoy, aku malah mumet selama baca bukunya, dan satu buku pun berujung DNF. Eh tapiiiii~ setelah coba baca novel ini dikit, aku malah ketagihan. Terjemahan buku ini gak berasa dipaksakan sama sekali. Bahkan beberapa istilah yang sengaja dibiarkan dalam bahasa aslinya malah bikin aku lebih mudah memvisualisasikan setiap adegan di kepalaku. Huhu~ akhirnya aku bisa baca novel terjemahan dengan nyaman. Terharu bangetttt 🥹
Anyway, buku ini berlatar di zaman Joseon, tepatnya tahun 1758. Aku tuh memang suka nonton drama Korea, tapi sejujurnya bukan fans drama saeguk dengan segala intrik kerajaannya. Jadi aku gak punya ekspektasi apa-apa sama novel ini. Tapi ternyataaaaa~ baru baca halaman pertama aja, buku ini udah sukses bikin aku penasaran. Dag-dug-dug-ser-nya udah benar-benar terasa sejak halaman pertama. Apalagi POV yang dipakai adalah seorang perawat istana yang berasal dari kalangan rakyat jelata. Gak bisa banyak ngomong, tapi pengen tahu juga. Mana rahasia di istana banyak banget lagi. Gregetan gak tuh?
Jadi dibanding bertanya ke sana-sini, Hyeon, si pemeran utama lebih memilih untuk mencari tahu dengan membuka penyelidikan sendiri, awalnya. Sampai di satu waktu, Hyeon bertemu dengan seorang Inspektur polisi bernama Seo Eojin yang juga gak percaya sama penyelidikan yang dilakukan oleh institusinya. Jadilah mereka bekerja sama untuk menemukan pelaku pembataian di Hyeminseo. Nah dari sinilah benih-benih cinta itu muncul (couple perawat-polisi ternyata udah ada sejak zaman Joseon, guys 🤭). Tujuan utamanya sih memang memecahkan kasus pembunuhan. Tapi kalau setiap hari ketemu, berduaan, pake menginap segala, masa iya gak jatuh cinta?🤭
Tapi berhubung novel ini genrenya thriller, aku kasih tahu ya~ kamu jangan berharap lebih! Apalagi untuk adegan romantis selayaknya pasangan yang hidupnya adem ayem. Di novel ini, Hyeon dan Eojin malah harus bertaruh nyawa dalam setiap pergerakan mereka. Ada kalanya mereka harus berjalan berhari-hari, sembunyi, tertusuk anak panah, sampai memainkan belati. Belum lagi masalah perbedaan kasta dan tata krama zaman Joseon yang gak sebebas sekarang. Gak heran kalau adegan Eojin menaikkan Hyeon ke kuda aja udah bisa bikin aku salting sendiri 🤭
Pesan Moral
Bicara soal masyarakat Korea, terutama zaman kerajaan dulu, pasti gak bisa dipisahkan sama budaya patriarki yang mengakar banget. Novel ini pun tak luput menceritakan itu. Di novel ini diceritakan bagaimana seorang perempuan gak pernah setara dengan laki-laki, apalagi jika perempuan itu berasal dari kelas rendahan. Punya mimpi menjadi hal yang sangat mewah. Menikah dengan lelaki dari keluarga terhormat bisa jadi cuma angan-angan belaka. Mungkin, menjadi selir adalah masa depan paling realistis daripada harus melahirkan anak di luar nikah meskipun ayahnya adalah cendikiawan yang terpandang.
Tapi di tengah semua realitas yang membatasi ruang gerak perempuan di masa itu, penulis tetap memberikan pesan mendalam melalui novel ini. Bahwa perempuan punya kekuatan besar yang gak dimiliki oleh para lelaki. Melalui Hyeon dan semua tokoh perempuan di novel ini, penulis mencoba menyampaikan bahwa seorang perempuan bisa lembut sekaligus tangguh, bertahan juga melindungi, dan jika diganggu, malah tak segan untuk melawan sambil mengangkat senjata, baik untuk berhadapan langsung maupun bergerilya.
Rekomendasi
Buat kamu yang lagi pengen baca novel thriller dengan latar kerajaan Korea plus bumbu romance tipis-tipis, novel ini bagus banget!!!
Beli di gramedia.com
Beli di shopee
