Review Buku Laiqa: Rope That Binds

Review Buku Laiqa: Rope That Binds

Penulis: Nara Ali
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2023
Jumlah Halaman: 169 hal.
Sumber: Gramedia Digital
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐

Kalau cerita dongeng, biasanya diakhiri dengan kedua tokoh utama yang menikah dan hidup bahagia selama-lamanya. Eh tapi, gimana mau bahagia kalau malam pertama saja sudah menderita? Ternyata ini memang bukan cerita putri raja dengan pangeran impiannya, tapi seorang wanita yang diuji saat memulai bahtera rumah tangga.

Sinopsis

Di antara miliaran laki-laki di bumi, Sarah memilih Bram sebagai pria yang akan menghabiskan sisa hidup bersamanya kelak. Pernikahannya berjalan lancar walau dirinya banyak melanggar mitos bagi seorang pengantin yang katanya akan berakibat pada hancurnya acara pernikahan hari itu (tentu saja Sarah tak sengaja, siapa juga yang berencana menghancurkan hari pernikahan yang sudah dinantikan? Kalaupun ada, pasti bukan Sarah orangnya). Ternyata selain menikah, hari itu Sarah juga membuktikan bahwa mitos memang tak perlu dipercaya, karena bukannya jadi berkah, malah jadi syirik yang mengundang murka Sang Pencipta.

Setelah resepsi usai, tinggallah mereka berdua membereskan sisa-sisa pesta yang masih tertinggal di badan. Setelah itu, upacara perayaan sepasang suami istri pun dimulai. Upacara ini memang sebuah pengalaman baru bagi Sarah, tapi dia tak tahu kalau kali pertama bisa membuatnya begitu tersiksa. Karena tak ingin menyakiti istrinya lebih jauh, Bram memutuskan untuk berhenti malam itu.

Percobaan demi percobaan dilakukan oleh Sarah dan Bram di berbagai macam keadaan. Mereka bahkan rajin mencoba destinasi wisata yang katanya bisa membantu membuat pasangan lebih rileks menikmati waktu berdua, tapi hasilnya nihil. Sarah tetap tak tertembus, seolah ada tembok besar yang menghalangi mereka untuk menikmati hubungan itu. Sarah menamainya The Great Wall of Sarah. Sebenarnya apa yang terjadi pada Sarah? Kenapa hal se-alamiah ini tak bisa dilakukan oleh mereka berdua?

Unsur Intrinsik Novel

Novel ini menggunakan alur maju dan sudut pandang orang ketiga yang menurutku vibesnya mirip jin Qorinnya Sarah 🤣 Bukannya serem ya, tapi lebih karena tahu semua isi hati sekaligus bisa ngeluh dikit-dikit sama kelakuan dan isi pikirannya Sarah yang kadang memang bikin gregetan (apalagi bagian menghadapi orang-orang julid yang sebenernya bisa aja dibales, tapi Sarah sabar bener euy).

Nah, untungnya ada Bram, suami ijo neon yang selalu ada untuk Sarah di saat hatinya begitu rapuh dan lisannya yang kadang suka mengeluh. Melalui Bram, Sarah seolah melihat perwujudan dari firman Allah di Surah An-Nisa ayat ke-34: "Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan)". Rasanya jika tak ada Bram, mungkin ia sudah menyerah saat raga tak kuat lagi menahan lelah.

Gaya Penulisan dan Penyampaian

Aku rasa, siapapun akan setuju kalau apa yang dialami Sarah setelah pernikahannya ini adalah sebuah tragedi bagi seorang perempuan. Belum selesai dengan urusan penyakit sendiri yang namanya pun tak lazim, seorang wanita yang mendapat ujian ini juga harus bertarung dengan pertanyaan kepo (kadang sampek nge-judge pula) orang sekitar soal keberadaan anak yang tak kunjung datang di pernikahan yang sudah menahun. Tapi, daripada membawa cerita yang sudah penuh drama ini dengan pembawaan yang mellow dan mengundang isak tangis pembaca, penulis lebih memilih pembawaan yang ceria dengan pilihan kata yang mengundang tawa. Tragedi ini jadi gak sedih-sedih amat untuk dibaca. Mungkin, (cuma mungkin ya, karena aku juga gak bisa baca pikiran penulisnya) penulis merasa cukup Sarah aja yang menderita, orang lain cukup tahu aja, dan belajar bahwa penyakit ini memang benar ada dan tak mudah untuk dilewati oleh penderitanya.

Rating novel ini memang 21+. Wajar aja, karena membahas soal hubungan yang dilakukan suami istri setelah menikah. Tapi, narasi di novel ini menurutku gak vulgar banget kok, masih enak dinikmati dan gak bikin geli.

Pesan Moral

JANGAN JULID ya, pliss! Aku, kamu dan orang-orang yang Alhamdulillah-nya tidak diuji Allah dengan penyakit di sistem reproduksi ini baiknya jaga lisan. Kita gak pernah tahu apa yang dialami seseorang saat mereka belum dikaruniai keturunan. Jangan sampai niat basa-basi untuk mengakrabkan diri itu malah jadi anak panah yang tepat melukai jantung hati seseorang.

Sedang untukmu yang lagi diuji, jangan pernah lelah untuk berjuang yaa, karena kita gak pernah tahu pertolongan Allah itu datangnya lewat mana. Dari Sarah kita belajar bahwa bersabar itu memang berat, berjuang itu memang melelahkan. Tapi saat ujian itu terlewati, akan ada rasa syukur yang besarnya tak terhingga dari nikmat yang datang tanpa disangka, insya Allah~

Kesan Membaca

Ini sih novel tragedi yang dibungkus dengan komedi, wkwk. Dari awal aku udah haha hihi aja dibuat novel ini, narasinya bener-bener menghibur hati. Di beberapa bagian memang ada sedih, terharu dan perasaan rapuh yang dialami oleh Sarah benar-benar sampek ke aku, tapi gak banyak. Dan ini jadi salah satu hal yang buat aku menikmati proses membaca novel ini sampek akhir, super fun!

Rekomendasi

Novel ini secara khusus aku rekomendasikan untuk perempuan yang sedang mempersiapkan pernikahan. Bukan sebagai rujukan medis tentu saja, tapi jadi semacam bekal untuk bersiap menghadapi kemungkinan buruk yang bisa jadi belum diketahui. Mungkin dari sini, kamu bisa tergerak untuk melakukan pemeriksaan fisik sebelum menikah. Gak ada salahnya untuk mendapatkan pertolongan bahkan sebelum waktunya terlalu mendesak kan?

Yang mau beli buku fisiknya bisa klik link di bawah ya~
https://aff.gramedia.com/s/BxblgLamrh
https://s.shopee.co.id/3q8uzsc4l4

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *