Review Buku Climate Action 101: Indonesia’s Guide for Newbies

Review Buku Climate Action 101: Indonesia’s Guide for Newbies

Penulis: Nadia Habibie dan Aufar Satria
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: 170 hal.
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐

Kamu merasa gak sih, cuaca akhir-akhir ini makin gak nentu? Panasnya panas banget, giliran hujan langsung banjir aja. Kalau iya, kamu gak halu kok, karena emang bumi kita lagi gak baik-baik aja. Penasaran kenapa?

Sinopsis

Perubahan Iklim! Pernah denger istilah ini? Buku ini bilang, perubahan iklim adalah

“Perubahan dalam jangka panjang yang meliputi perubahan suhu, curah hujan, pola angin, dan beberapa aspek lainnya dalam sistem iklim Bumi.” (hal. 7)

Sebenarnya, perubahan iklim itu sudah terjadi sejak lama, bahkan jauh sebelum zaman es. Tapi aktivitas manusia mempercepat laju perubahan iklim dengan sangat signifikan sejak revolusi industri. Aktivitas manusia yang berkaitan erat dengan penggunaan bahan bakar fosil ini menjadi salah satu penyebab terbesar dari meningkatnya suhu Bumi secara ekstrim selama beberapa dekade belakangan.

Simpelnya, cuaca yang gak menentu dan bencana alam besar yang sering terjadi akhir-akhir ini adalah salah satu -cuma salah satu ya, karena aslinya masih banyak lagi- dampak dari perubahan iklim yang sedang terjadi di planet kita. Terus, apa kita mau bencana ini terjadi makin sering dan gak terduga? Apa kita mau ngeluh setiap hari karena panas dan hujan yang semakin gak terprediksi?

Emangnya ada yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki keadaan ini? Ada! Dan buku ini adalah jawabannya.






Gaya Bahasa dan Penyampaian

Mungkin sebagian orang udah takut duluan sama buku nonfiksi dengan pembahasan yang lumayan berat seperti soalan iklim yang diangkat di buku ini; takut susah dimengerti, istilahnya ruwet dan penyampaian idenya bikin ngantuk. Tapi buku ini enggak loh!

Perubahan iklim di buku ini dibahas dengan ringan dan gampang dinikmati. Walaupun ada beberapa istilah yang mungkin gak familiar buat kebanyakan pembaca, tapi penulis tetap bisa menjelaskannya pakai cara yang asyik dengan berbagai contoh yang bisa dengan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, buku ini juga disajikan dengan banyak ilustrasi dan berbagai info grafis yang bisa sangat membantu pembaca dalam memahami setiap penjelasan yang diberikan. Ada juga tiga tokoh dengan latar belakang yang bisa menjadi panduan pembaca dalam menentukan peran apa yang bisa diambil dalam rangka proses penyelamatan tempat tinggal kita ini.

Kesan Membaca

Buku ini udah jadi top wishlist aku sejak pertama kali terbit. Alasannya sederhana; yang pertama karena tertarik BANGET sama isu lingkungan yang dibahas dan yang kedua karena buku ini disajikan dengan ilustrasi yang menarik -karena kalau teks melulu, aku mungkin udah nyerah duluan .

Buku ini buat aku lebih realistis dalam menanggapi isu lingkungan dan pemanasan global. Dulu bisa dibilang aku punya pikiran yang cukup ‘radikal’ kalau soal ini. Aku bisa dengan mudahnya menghakimi kebijakan pemerintah untuk menebang hutan, aku bisa kesel banget kalau lihat orang yang buang sampah sembarangan, sampai rela gelap-gelapan dalam rangka menghindari pemakaian listrik yang berlebihan.

Buku ini membuat perspektifku lebih luas dalam memahami masalah perubahan iklim dan mencari solusi atas apa yang terjadi. Masalah ini bukan soalan kecil yang bisa diubah dalam satu dua hari, bukan dari perubahan kecil yang dilakukan oleh satu dua orang, dan bukan juga sesuatu yang bisa diselesaikan hanya dengan mempertahankan hutan dan pindah ke sumber energi terbarukan. Banyak aspek kehidupan yang saling berkaitan untuk menekan laju pemanasan global. Dan yang gak kalah penting, pertumbuhan ekonomi juga gak bisa dikesampingkan.

“Kita butuh solusi yang mampu mendorong kemajuan lingkungan sekaligus pertumbuhan ekonomi.” (hal. 123)



Di satu sisi, aku seneng baca buku ini karena bisa mengubah pola pikirku. Tapi di sisi lain, buku ini juga bikin aku baper banget. Gimana enggak? Di buku ini dijelasin panjang lebar tentang apa aja yang bisa kita usahakan untuk menyelamatkan lingkungan. Dan negara ini, Indonesia, punya banyak sekali sumber daya yang bisa dimanfaatkan; sebut saja hutan dengan luas jutaan hektar yang bisa menyerap gas rumah kaca; sinar matahari sepanjang tahun sebagai sumber listrik tenaga surya; sampai tambang nikel yang bisa jadi bahan baku utama pembuatan baterai untuk kendaraan ramah lingkungan. Tapi sayangnya, tata kelola sumber daya itu masih jauh dari maksimal. Dan kalaupun ada, hasilnya bukan dirasakan langsung oleh masyarakatnya. Yang ada malah kita dikecewakan terus sama kebijakan pemerintah yang bikin geleng-geleng kepala.

Buku ini juga buat aku sadar kalau perjuangan menyelamatkan Bumi gak bisa dikerjakan oleh satu dua orang. Butuh usaha kolektif yang juga didukung oleh peraturan yang mengikat di seluruh dunia. Oleh karena itu, kita semua harus ambil bagian; isi kepala dengan ilmu yang berguna, ambil peran sesuai dengan apa yang bisa kita usahakan, ajak lebih banyak orang untuk terlibat secara aktif dan kalau memungkinkan, ikut advokasi ke para pembuat aturan. Dengan begitu, kita gak cuma sedang menyelamatkan kehidupan kita saat ini, tapi juga menyiapkan tempat tinggal yang lebih baik bagi generasi kita yang akan datang.

Rekomendasi

Untuk semua orang yang berharap bisa melihat langit yang lebih terang, menghirup udara yang lebih segar dan menikmati lingkungan yang lebih nyaman, aku merekomendasikan buku ini untuk memulainya.
Beli di shopee
Beli di gramedia.com

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *