Review Buku Tahun Itu Berlalu Begitu Cepat Vol. 1

Review Buku Tahun Itu Berlalu Begitu Cepat Vol. 1

Penulis: Jiu Yehui
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2023
Jumlah Halaman: 440 hal.
Personal Rating: 4 / 5 🌟

Uda baca blurbnya? Kalau kamu termasuk yang mengira kalau tokoh utama pria dalam buku ini adalah Zhang Nan dan ceritanya adalah tentang kehidupannya bersama dengan Fang Hui saat berkuliah di Australia, tos! Artinya kita sama. Tapi sayangnya tebakan ini meleset jauh.

Dalam novel ini, Zhang Nan hanyalah seorang pendengar budiman dari cerita masa lalu Fang Hui semasa SMA dan novel ini ditulis dari POV Zhang Nan. Jadi saat ia bersama dengan Fang Hui, POVnya adalah orang pertama dan ketika menceritakan kisah masa lalu Fang Hui, POVnya berganti menjadi orang ketiga. Alurnya pun maju mundur, tapi perpindahannya cukup jelas dan sama sekali tidak membuat bingung.

Lalu siapakah bintangnya? Mereka adalah Chen Xun, Qiao Ran, Zhao Ye, Lin Jiamo dan Fang Hui sendiri. Mereka adalah siswa kelas 1-1 Sekolah Menengah F di tahun 1999. Seperti remaja pada umumnya, lima sekawan ini adalah teman dekat yang berbagi kebahagiaan, kesedihan, kerepotan sekaligus kegilaan masa-masa sekolah.

Tapi apakah tiga pria dan dua wanita dalam satu kelompok bisa 'sekedar' berteman tanpa melibatkan perasaan? Mungkin ada yang bisa, tapi di novel ini teman tanpa perasaan tidak berlaku. Bagi Chen Xun, Fang Hui adalah satu-satunya gadis yang bisa ia sukai diantara barisan wanita yang memujanya. Pesona sifat pemalu yang dimiliki Fang Hui membuatnya penasaran sampai jatuh hati. Dan Chen Xun bukanlah satu-satunya. Walau tak berbalas, Qiao Ran tak menyerah untuk terus mengagumi Fang Hui dalam hati. Sedang Lin Jiamo dan Zhao Ye juga punya romansa sendiri yang juga tak kalah seru.

Rasa suka yang hadir kepada teman dekat memang penuh dilema, antara bersiap menjadi yang paling istimewa atau malah menjadi asing karena hanya salah satu saja yang punya rasa. Dilema itu diceritakan cukup realistis di novel ini.

Selain persahabatan dan romansa kelima remaja ini, novel yang berlatar tahun '99 ini akan membawa pembaca menikmati kehidupan kota Beijing tempo dulu. Bagian ini adalah favoritku. Ketiadaan handphone dan internet saat itu membuat cerita semakin seru sekaligus bikin gregetan. Interaksi romansa remaja di tahun segini juga masih nyaman dinikmati. Rasa malu-malu yang masih lekat juga membuat jalan cerita makin menggemaskan. Momen pergantian tahun sekaligus penyambutan milenium baru juga menjadi peristiwa bersejarah yang dapat kita nikmati melalui cerita lima remaja Cina di novel ini.

Sayangnya ada unsur 'lagibete' di novel ini. Walaupun hanya sedikit tapi cukup untuk membuatku merasa terganggu. Padahal kalopun bagian 'itu' ditiadakan juga tidak akan ada pengaruh berarti untuk cerita keseluruhan. Selain itu soal cara bergaul remaja SMA di novel ini juga terlalu liar -menurutku-. Mulai dari mer okok, taw uran sampai ma buk2an bukanlah hal yang memalukan. Mungkin ini jadi beberapa alasan novel ini dikasi rate 17+ karena membacanya harus benar-benar difilter.

Terkadang masa muda memang agak gila. Sebagian cerita dan romansa mungkin akan disesali saat tumbuh dewasa, tapi sebagian lagi bisa jadi tak akan terganti. Selamat mengenang masa muda bersama mereka berlima~

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *