Penulis: Nikola Huppertz
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: 264 hal.
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐
Sumber: EPusImigrasi
Cover secerah ini harus bertarung dengan cerita masa lalu pelakor 🥹
Sinopsis
Malte sangat mencintai matematika. Dan dia juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti babak nasional olimpiade matematika dalam waktu dekat. Sayangnya, rumahnya sedang tak cukup ramah sejak kehadiran Josefine.
Josefine adalah kakak tiri Malte. Ia akan tinggal beberapa minggu di rumah Malte karena ibunya baru saja selesai operasi kanker dan sedang dalam masa pemulihan. Rasanya aneh bagi Malte karena tiba-tiba ia harus merasa terbiasa dengan keluarga yang beranggotakan empat orang ini. Ditambah lagi kebiasaan Josefine menghidupkan musik dengan volume yang keras dan tentu saja sangat mengganggu konsentrasi Malte saat belajar matematika. Dan sepertinya, Josefine punya rahasia yang tidak Malte ketahui.
Josefine adalah satu hal. Masih ada satu gangguan lain di klub matematika. Gadis itu bernama Lale, siswi IGS yang juga akan mempersiapkan diri ke babak nasional di klub yang sama dengan Malte. Bagi Malte, Lale terlihat sangat cantik. Mungkin Malte menyukainya. Tapi, bukankah aneh jika menyukai saingan yang akan bertanding di olimpiade nasional? Apakah Malte masih bisa menyukai Lale, jika Lale ternyata jauh lebih baik dalam matematika daripada dirinya? Dan soal Josefine, apakah benar ia punya rahasia? Sebesar apa rahasia itu mempengaruhi hidup Malte? Bagaimana Malte bisa bertahan dengan semua gangguan ini?
Kesan Membaca
Jujur, aku lumayan kaget ada tema seperti ini di buku tweelit 🫠 Awalnya dengan judul dan desain cover seterang itu, aku mengira buku ini sekadar bercerita tentang perjuangan seorang anak remaja yang akan mengikuti olimpiade matematika. Ada benarnya sih~ tapi konfliknya ternyata jauh lebih ruwet daripada fungsi sinus-cosinus-tangen yang menurut Malte aja udah susah banget.
Buku ini bercerita tentang Malte yang harus beradaptasi dengan kehadiran Josefine di keluarganya. Josefine adalah kakak tiri Malte yang harus tinggal bersama mereka karena ibunya sedang dalam perawatan pasca operasi kanker. Dari awal, kehadiran Josefine memang membuat Malte gak nyaman. Tapi Josefine gak pernah ambil pusing. Ia tetap mengajak Malte bicara walaupun rasanya aneh. Sampai suatu hari, Malte gak sengaja membaca puisi yang ditulis Josefine di kamarnya. Dan dari sinilah Malte tahu kalau dia adalah anak dari seorang pelakor! Gong banget kan?
Nah buku ini ditulis dengan sudut pandang Malte sebagai orang pertama. Jadi semua carut-marutnya perasaan Malte sejak tahu rahasia itu, mulai dari bingung, marah, sampai sedihnya anak remaja karena masa lalu orang tuanya ini jadi terasa banget. Waktu baca bagian ini, hati moengilku rasanya perih. Kayak gak siap harus bertarung dengan perasaan Malte, yang tahu kalau dia adalah seseorang yang pernah gak diharapkan kehadirannya. Sekaligus juga patah hatinya Josefine yang ditinggal karena ayahnya memilih hidup bersama perempuan lain.
Buku ini mengingatkanku sama salah satu pembahasan di podcast Ruang Tunggu-yang aku lupa judulnya apa. Di podcast ini diceritakan tentang perasaan anak yang masih sangat-sangat egosentris. Mereka mengira, semua kesalahan orang tua semata-mata karena kehadiran mereka di muka bumi ini. Dan kalaupun orang tua memutuskan suatu hal, pasti alasannya adalah karena mereka mencintai atau membenci si anak. Sesederhana itu. Dan buku ini, benar-benar sukses menggambarkan konflik batin Malte dan Josefine sebagai anak-anak yang menjadi korban perselingkuhan ayahnya.
Pesan Moral
Tema yang diangkat di buku ini memang unik dan bikin kaget. Aku pun sempet gak siap untuk menghadapi konflik anak-anak ini karena kesalahan orang tua mereka yang menurut aku enggak banget. Bawaannya udah pengen marah duluan sama Papa dan Mamanya si Malte-udah pengen ku jambak aja rambut pelakornya.
Tapiiiii~ setelah dibaca lebih jauh, aku malah jadi suka banget sama buku ini. Pesan buat pembaca dewasa tuh rasanya ngena banget. Buku ini bikin aku sadar bahwa ada saatnya anak perlu diajak untuk bicara dari hati ke hati. Tentang semuanya. Bahkan kalau memang perlu, juga tentang kesalahan yang kita lakukan di masa lalu. Mereka perlu dibantu untuk mengurai semua rasa yang membuat mereka berantakan. Sampai akhirnya mereka pelan-pelan mengerti bahwa tidak semua hal buruk di dunia ini terjadi karena kesalahan mereka.
Rekomendasi
Buku ini aku rekomendasikan buat kamu yang pengen melihat bagaimana seorang remaja memproses masalah orang dewasa melalui kacamatanya. Atau buat kamu yang sekadar mau baca buku remaja dengan tema yang unik, buku ini akan cocok banget!
Beli di gramedia.com
Beli di shopee

