Review Buku Lagu Pengelana (The Song Walker)

Review Buku Lagu Pengelana (The Song Walker)

Penulis: Zillah Bethel
Penerbit: Bhuana Sastra
Tahun Terbit: 2024
Jumlah Halaman: 326 hal.
Personal Rating: 5 / 5 ⭐

Jika orang kota punya peta, penduduk asli Australia punya lagu sebagai penunjuk arah. Mereka menyebutnya lagu pengelana.

Sinopsis

Seorang gadis muda terbangun di tengah-tengah padang pasir yang gersang. Ia tak tahu apa yang terjadi dan kenapa ia berada di tempat itu. Lebih parahnya lagi, ia juga tidak tahu siapa dirinya. Hanya dengan satu sepatu di kaki kanan, ia berjalan menyusuri gurun yang tandus tanpa tujuan yang jelas. Ia berjalan dan terus berjalan, hingga kegelapan malam melingkupi dan memaksanya untuk berhenti.

Keesokan harinya, seorang gadis menyelamatkannya saat hampir menjadi santapan ular berbisa. Tak hanya itu, ia juga mengobati luka bakar di kulit gadis itu, membuatkannya sandal, memberikannya makan dan minum, sampai menemaninya bermalam di alam liar. Gadis itu mengenalkan diri sebagai Tarni, seorang penduduk asli yang sangat mengenal tempat ini. Tarni sedang dalam perjalanan melintasi negeri. Dan secara alami, gadis itu mengikuti Tarni melintasi pedalaman Australia yang seperti tidak ada ujungnya.

Ke manakah tujuan akhir mereka? Bagaimana mereka bisa bertahan di alam liar yang kejam? Siapakah gadis muda yang tersesat itu? Apakah ada kesempatan baginya untuk kembali dan mengingat semua memori yang telah hilang di tanah ini?




Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan

Novel ini bercerita tentang seorang gadis muda yang tersesat dan ditemukan oleh penduduk asli Australia bernama Tarni. Dengan lagu yang diwariskan dari generasi ke generasi, mereka berdua melintasi alam liar dengan tujuan yang berbeda. Tapi kemudian, pedalaman malah memberikan banyak cerita yang berharga, mulai dari sejarah penduduk asli Australia, berbagai misteri yang ada di tanahnya, hingga makna persahabatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya.

Dengan alur maju, pembaca akan diajak untuk menikmati alam liar dengan segala pesonanya. Perasaan asing, takut, putus asa, tapi juga sekaligus takjub dan penuh harap disampaikan melalui sudut pandang orang pertama di novel ini. Melalui gadis yang tersesat itu, pembaca seolah diajak untuk mengenal, menjelajahi dan berpetualang di alam liar bersama penduduk asli yang menjaga tanah itu.

Kesan Membaca

Bener-bener baguuusss 🥹 Pengalaman membaca buku ini sangat-sangat berkesan buat aku. Bukan sekadar cerita petualangan dua anak remaja perempuan, buku ini juga ngasih banyak informasi tentang kehidupan penduduk asli Australia yang gak pernah aku tahu sebelumnya. Dan karena ini buku fiksi, sensasi membacanya tuh gak cuma sekadar ngisi informasi ke kepala, tapi juga sampek mainin perasaan banget. Salah satu part yang paling memorable buat aku adalah waktu Tarni cerita tentang generasi yang dicuri. Luka dan traumanya berasa banget. Kecewa, sedih dan marah bercampur jadi satu.

Dari buku ini, aku bisa menikmati pedalaman Australia yang keras, penuh pesona, sekaligus punya rahasia yang hanya diketahui oleh para penduduk asli. Sisi misterius dari tanah ini kemudian dipilih menjadi sumber plot twist yang sukses bikin aku merinding. Ending dari petualangan dua tokoh utama di buku ini bener-bener gak ketebak dan after tastenya juga dalem banget.

Pesan Moral

Sejak awal, pertemuan dua tokoh utama di buku ini udah terkesan menarik. Mereka punya latar belakang yang sangat bertolak belakang. Bahkan Tarni, sang penduduk asli ternyata punya luka antar generasi yang disebabkan oleh kedatangan orang–orang dari ras yang sama dengan gadis yang ia selamatkan.

Tapi apakah Tarni lantas melampiaskan luka yang disimpannya kepada gadis itu? Hebatnya enggak. Dia malah memberikan semua yang dia punya untuk teman seperjalanannya. Dan tanpa ia sadari, petualangan ini malah menumbuhkan keterikatan hati dan mereka berdua pun akhirnya menemukan jati diri yang selama ini mereka cari.

Dari buku ini, kita bisa belajar kalau terkadang, tempat yang asing dan tantangan yang ekstrim malah bisa menuntun kita untuk kembali menemukan jati diri yang selama ini terkubur bersama rutinitas sehari-hari. Dan mereka yang bertahan untuk berjalan bersama di saat-saat tersulit malah bisa menjadi teman yang pantas untuk diperjuangkan, melebihi mereka yang selalu ada hanya di saat kita selalu jadi yang pertama.



Rekomendasi

Buku anak dan middle grade seringkali punya daya tarik dan makna yang lebih istimewa dibanding apa yang awalnya aku duga. Buku ini adalah salah satunya. Kalau kamu lagi pengen baca buku yang gak hanya menawarkan cerita, tapi juga insight yang punya banyak rasa, buku ini bisa banget buat jadi bacaan kamu selanjutnya.
Beli di gramedia.com
Beli di shopee

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *