Review Buku Untunglah, Susunya (Fortunately, The Milk)

Review Buku Untunglah, Susunya (Fortunately, The Milk)

Penulis: Neil Gaiman
Illustrator: Skottie Young
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2014
Jumlah Halaman: 128 hal.
Personal Rating: 4 / 5 ⭐

Saat ada ibu, membeli susu sangatlah mudah, dan sebentar. Tapi bagi ayah, kegiatan itu adalah petualangan.

Sinopsis

Ibu pergi ke suatu konferensi. Dia akan membawakan makalah tentang kadal. Sebelum pergi, ibu mengingatkan Ayah dan anak-anaknya beberapa hal penting. Salah satunya adalah susu yang hampir habis.

Keesokan harinya, Ayah sudah lupa kalau susu habis. Anak-anak ingin makan sereal, tapi tidak ada susu. Ayah bilang akan pergi membelinya ke toko pojok. Tapi Ayah tak kunjung kembali. Mereka menunggu, menunggu, dan menunggu.

Setelah berabad-abad (menurut kedua anak itu), akhirnya Ayah kembali. Dan Ayah menceritakan pengalaman aneh yang dialaminya saat membeli susu. Ada piringan perak di atas Jalan Marshall, bertemu Alien, terbang bersama Profesor Stegosaurus dan masih banyak yang lebih aneh lagi.


Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan

Novel ini bercerita tentang perjalanan aneh seorang ayah saat pergi membeli susu. Setelah dihisap oleh piringan perak di atas Jalan Marshall dan bertemu dengan para Alien, Ayah terus-menerus terjebak di berbagai tempat dan harus melintasi ruang dan waktu untuk bisa kembali agar bisa memberikan susu untuk sarapan anak-anaknya.

Dengan sudut pandang orang pertama, pembaca akan diajak untuk seolah mendengarkan Ayah yang menceritakan petualangan anehnya kepada kedua anaknya yang telah lama menunggu susu. Walaupun perjalanan Ayah terbilang sangat rumit dan sulit, tapi pembaca tidak perlu khawatir. Karena buku ini juga memberikan ilustrasi unik yang akan membantu pembaca -terutama anak-anak- dalam memvisualisasikan setiap tempat dan tokoh-tokoh aneh yang ditemui Ayah selama perjalanannya.

Kesan Membaca

Kok bisa beli susu aja jadi seribet ini? Yaaa bisa laahhh~ karena sebenarnya Ayahnya ngeles guys~ Biar anak-anaknya gak marah karena kelamaan beli susunya, jadi lah si Ayah mengarang dongeng yang penuh aksi dan fantasi seperti ini. Dan bisa ditebak kan reaksi anak-anaknya? Mereka seneng banget dan malah ikut nambahin tokoh-tokoh yang mereka mau di cerita si Ayah.

Dari kacamata orang dewasa kayak aku, sebenarnya cerita si Ayah ini gak bisa dibilang sederhana, malah lebih ke rumit bin ruwet. Petualangan -dongeng- Ayah sekilas memang terlihat keren, seru dan banyak kejutannya. Tapi kalau berusaha untuk mengerti dan mengikuti alur perjalanan susu yang dibawa Ayah, mau gak mau aku jadi dibuat mikir juga.

Mungkin kalau yang baca anak-anak bisa beda lagi ya feelnya? Tokoh yang wujud dan spesiesnya beragam, ditambah perpindahan tempat yang gak ketebak, bisa jadi bikin anak-anak malah terdistraksi dan gak fokus sama susu yang jalannya udah ke mana-mana. Menurut aku, ilustrasi di buku ini juga akan lumayan membantu sih. Anak-anak yang baca buku ini jadi bisa lebih mudah memvisualisasikan tokoh dan tempat aneh yang Ayah kunjungi selagi menyelamatkan susu buat anak-anaknya.




Pesan Moral

Imajinasi anak itu gak terbatas. Dari novel setipis ini, aku sebagai orang dewasa yang punya bocil dengan segala gebrakannya, jadi terinspirasi sama ide si Ayah yang mengarang cerita saat ada hal yang berjalan gak sesuai dengan rencana. Perasaan anak yang kecewa bisa jadi terobati karena cerita seru yang gak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Gak perlu yang logis. Karena petualangan malah jauh lebih menantang saat cerita bisa melampaui batas-batas logika.

Rekomendasi

Buku ini aku rekomendasikan untuk anak-anak dan orang dewasa yang lagi pengen baca genre fantasi yang seru, tapi juga dibikin mikir sesekali. Selamat berpetualang menyelamatkan susu~

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *