Review Buku Peek A Boo, Love

Review Buku Peek A Boo, Love

Penulis: Sofi Meloni
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2016 (Cetakan ke-2)
Jumlah Halaman: 248 hal.
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐

Yang selalu ada bukan berarti suka. Bisa jadi, dia cuma butuh kamu buat jadi perantara.

Sinopsis

Jakarta adalah kota harapan. Ditemani deretan gedung pencakar langit, jutaan manusia menggantungkan mimpinya di kota ini, termasuk Lulu. Awalnya Lulu takjub dengan segala kemewahan yang ada di kota Jakarta. Tapi, setelah lebih dari sebulan, yang tersisa hanyalah jengah akan sesaknya udara karena polusi dan lelah dengan segala aktivitas yang menguras waktu dan energi.

Halte Transjakarta dipenuhi banyak manusia seperti biasa. Tapi pagi itu, seorang pria menyapa Lulu. Dan setelahnya, momen ini menjadi normal baru yang diharapkan Lulu sebelum berangkat ke kantor setiap pagi. Dia adalah Evan, teman satu kantor beda divisi yang tiba-tiba menjadi warna baru di hidup Lulu yang cenderung abu-abu. Seperti kebetulan yang dinantikan, Evan selalu jadi yang paling ditunggu di hari-hari kehidupan kantor Lulu.

Kehadiran Evan memang istimewa, tapi ia bukan satu-satunya. Ada juga Sam, teman chatting Lulu yang selalu bisa menghadirkan rasa nyaman walaupun hanya saling bertukar pesan. Dan satu lagi ada Pak Daniel. Perannya tak lebih dari menjadi atasan Lulu, sampai sebuah kejutan mengubah jalan cerita mereka.




Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan

Novel ini bercerita tentang kehidupan cinta yang berliku dari seorang wanita bernama Lulu. Dengan sudut pandang orang pertama, pembaca akan diajak untuk menikmati perasaan campur aduk yang dialami tokoh utama yang sedang jatuh cinta, dari sebuah harapan, rasa nyaman, kehangatan, sampai hancurnya diabaikan.

Seperti kebanyakan novel romansa dengan setting kehidupan perkotaan, novel ini juga disajikan dengan bahasa yang sederhana dan alur maju yang mengalir ringan. Pembaca bisa menikmati cerita di novel ini dengan santai tanpa perlu banyak berpikir. Hal ini bisa menjadi salah satu nilai plus untuk pembaca yang butuh cerita romansa yang ringan tapi juga bisa bikin penasaran.

Kesan Membaca

Awalnya aku lumayan males baca novel ini. Kenapa? Karena covernyaa! Ijiiinn, aku bukan tim pembaca yang suka cover gambar orang asli kayak gini 🙏 Tapi setelah baca blurb dan beberapa review, kok kayaknya menarik ya? And turns out, aku malah ketagihan banget sama kisah cinta Lulu di buku ini. Alur ceritanya yang ringan buat buku ini jadi page-turner banget. Setelah ngabisin buku-buku yang harus dibaca super pelan, ketemu buku ini rasanya bener-bener jadi hiburan tersendiri. Kayak lagi break setelah selesai ujian gitu 🤭

Satu hal yang buat aku agak kurang sreg sama novel ini adalah gaya percakapan antar tokoh yang beberapa masih pakai kata-kata yang cenderung baku dan terkesan formal. Sesekali vibesnya jadi terasa kayak lagi baca novel terjemahan. Feelnya juga jadi terlalu kaku dan kurang realistis buat cerita kehidupan di kota Jakarta yang jadi setting di novel ini.

Walaupun begitu, alur cerita di novel ini masih asyik dan tersampaikan dengan baik kok. Overall, aku juga tetap suka sama novel ini. Tipikal cerita romance yang predictable, tapi bisa dibikin rindu sama after taste yang sukses bikin gemes dan mesam-mesem sendiri.



Pesan Moral

Dari Lulu, kita bisa belajar kalau yang tiba-tiba hadir dan selalu ada di hidup kita gak selamanya karena dia suka. Tapi bisa jadi emang karena ada maunya aja. Karena itu, gak perlu cepet-cepet baper sama model manusia yang begini. Gak ada salahnya untuk tetap waspada dan hati-hati. Kalau perlu, langsung tanya aja maksud dia deketin kita itu apa. Daripada udah sayang duluan, terus ternyata cuma salah sangka aja, kan sakit yaaa?

Rekomendasi

Buat kamu yang lagi butuh asupan romance yang ringan dengan setting dunia perkantoran di pusat kota Jakarta, novel ini bisa banget buat jadi bacaan kamu selanjutnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *