Penulis: Fuad Abdurahman
Penerbit: Rene Islam
Tahun Terbit: 2025 (Cetakan ke-9)
Jumlah Halaman: 332 hal.
Personal Rating: 5 / 5 ⭐
Sebaik-baik manusia adalah Rasulullah saw. Dan generasi terbaik adalah mereka yang hidup bersama dengan beliau.
Sinopsis
Ada seorang pemuda Anshar yang disebut Rasulullah saw. sebagai penghuni surga. Bukan sekali, melainkan tiga kali. Abdullah bin Amr bin Ash yang penasaran dengan amalan pemuda itu akhirnya memutuskan untuk mengikutinya. Abdullah berasalan bahwa ia dan ayahnya sedang bertengkar dan berjanji untuk tidak menemui ayahnya selama tiga hari. Karena Abdullah membutuhkan tempat untuk bermalam, pemuda itu pun mengijinkan Abdulllah untuk menginap di rumahnya.
Setelah tiga malam membersamai pemuda itu, Abdullah tidak menemukan satu pun ibadah istimewa yang ia lakukan. Akhirnya Abdullah menanyakan langsung apa amalan yang membuat ia disebut Rasulullah saw. sebagai penghuni surga. Kemudian pemuda itu menjawab,
“Demi Allah, amalanku tidak lebih daripada apa yang engkau saksikan. Hanya saja, aku tidak pernah menyimpan rasa dengki kepada orang-orang atas kebaikan yang diberikan Allah kepada mereka” (hal. 3)
Gaya Bahasa dan Penyampaian
Kisah pemuda Anshar di atas adalah satu dari puluhan kisah para sahabat dan sahabiyah yang diceritakan di buku ini. Dengan pilihan kata yang romantis serta narasi yang mengalir indah, buku ini mengajak para pembaca untuk menikmati cerita demi cerita para sahabat yang hidup bersama dengan Rasulullah saw.
Setiap kisah dituliskan secara terpisah dengan tokoh utama yang berbeda di masing-masing cerita. Pembaca akan diajak untuk mengambil hikmah dari setiap kisah sahabat dan sahabiyah dengan berbagai keutamaan mereka yang sangat istimewa.
Kesan Membaca
Melalui kisah demi kisah yang disampaikan, buku ini mengingatkanku tentang sebuah realitas bahwa mereka -sahabat dan sahabiyah- adalah juga seorang manusia, sama seperti kita. Tapi kualitas keimanannya sangat jauh berbeda. Kenapa bisa? Alasannya sederhana, ada Rasulullah saw. yang hidup bersama dengan mereka. Rasulullah ada sebagai teladan dan guru yang menjadi panutan di tiap-tiap sendi kehidupan.
Walaupun jarak keimanan terasa begitu jauh, tapi buku ini juga memberi gambaran jalan surga yang beraneka ragam dari kisah para sahabat dan sahabiyah. Kita tak akan mungkin setara dengan seorang Abu Bakar yang imannya melebihi iman seluruh umat manusia di dunia, tak akan sekuat Umar dalam memerangi musuh Allah swt, tak bisa lebih dermawan dari seorang Usman dalam bersedekah di jalanNya, juga tak akan mampu seperti Ali yang mengorbankan hidup demi Rasulullah yang dicinta.
Tapi ada banyak teladan lain yang menjadikan surga mungkin untuk kita yang kelihatan biasa-biasa saja. Bisa jadi dengan memaafkan kesalahan orang yang menyakiti kita di setiap malam sebelum menutup mata, dengan mencintai Rasulullah saw dan rindu ingin bertemu dengannya atau bagi seorang ibu, sesederhana memasak makanan untuk dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.
Buku yang romantis ini menyadarkanku bahwa manusia bisa punya peran yang berbeda-beda, tapi Allah swt selalu punya cara untuk membuat mereka punya posisi yang mulia. Kisah Rasulullah dan para sahabat adalah bukti bagaimana Islam memberikan ruang yang luas untuk bisa meraih surgaNya. Tinggal bagaimana kita, sebagai seorang hamba, memilih jalan untuk meraih ridhoNya.
Rekomendasi
Aku sangat merekomendasikan buku ini untuk kamu yang lagi pengen baca kisah para sahabat yang hangat sekaligus penuh teladan tapi tetap disajikan dengan narasi yang indah dan mudah dimengerti.
Beli di shopee

