Review Buku Itoko Ingin Diet

Review Buku Itoko Ingin Diet

Penulis: Miku Ito
Ilustrator: Makiko Sato
Penerbit: Bentang Belia
Tahun Terbit: 2014
Jumlah Halaman: 178 hal.
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐

Setiap orang punya hal yang membuat dirinya senang. Buat aku, makan adalah salah satunya. Dan aku gak sendiri, ada satu anak SD yang punya hobi sama denganku, namanya Itoko. Tapi sayangnya, ada satu hal yang membuat Itoko harus merelakan kesenangannya itu.

Sinopsis

Itoko Hosokawa adalah seorang anak kelas 5 SD yang sangat menyukai makanan, mulai dari nasi, kari, susu, puding, donat sampai cake coklat. Tak hanya sekadar suka, ia juga mampu menghabiskan beberapa porsi sekaligus dalam sekali makan.

Suatu hari saat makan siang di sekolah, seorang murid pindahan bernama Takamine dirundung oleh teman-teman sekelas Itoko karena badannya yang besar. Takamine bilang ia berencana untuk diet, tapi langsung diremehkan oleh teman-teman Itoko. Karena tidak tahan dengan situasi tersebut, Itoko pun membela Takamine dan menerima tantangan diet bersama Takamine sampai akhir liburan musim panas.




Mulai saat itu, Itoko berusaha keras untuk menahan godaan makanan, rajin berolahraga dan membatasi pergerakan agar tidak mudah lapar. Bagaimana nasib Itoko selanjutnya? Apakah akhirnya ia berhasil mencapai target berat badan yang ditentukan oleh teman-temannya?

Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan

Dengan alur maju yang sederhana, novel yang satu ini bercerita tentang seorang anak SD yang berjuang untuk diet walaupun sangat menyukai makanan. Bukan karena peduli dengan penampilan, tapi untuk membela teman yang dirundung karena ukuran badannya yang besar.

Di setiap bab, kita akan diajak untuk mengenal lebih jauh tokoh-tokoh utama yang ada di dalam buku ini. Penggunaan sudut pandang orang pertama di buku ini yang disertai dengan gaya bahasa yang sederhana, menurutku sangat membantu pembaca -terutama anak-anak- untuk bisa lebih mudah memahami isi hati para tokoh dengan konfliknya masing-masing.

Kesan Membaca

Karena covernya yang penuh dengan makanan, awalnya aku kira novel ini akan full nyeritain tentang makanan dengan berbagai macam rasa. Tapi ternyata enggak loh~ Banyak konflik lain yang juga diangkat di novel ini, dan semua konflik itu khas sekali dengan dunia anak-anak. Sebut saja soal kehangatan keluarga, perhatian orang tua, persahabatan yang dianggap berharga, sampai cerita tentang crush di sekolah.

Walaupun kelihatannya simpel -karena ceritanya tentang anak-anak-, tapi menurutku novel ini sangat menarik, terutama saat menceritakan para tokoh utama dengan karakter dan latar belakang kisahnya masing-masing. Melalui novel ini, aku yang notabenenya adalah orang dewasa -cenderung tua- seperti diajak menikmati lagi dunia anak-anak yang di satu sisi sederhana, tapi juga kompleks di sisi yang lain.




Pesan Moral

Mungkin ini akan jadi salah satu novel yang bisa punya nilai yang berbeda tergantung dengan usia pembaca. Buat anak-anak, novel ini bisa jadi sebuah cerita tentang persahabatan siswa SD dengan segala intriknya. Lucu, seru, menghibur dan sekaligus hangat.

Tapi, untukku yang seorang dewasa dan juga udah jadi orang tua, novel ini punya rasa yang berbeda. Dari sini aku belajar memahami -lagi- dunia anak-anak yang seringkali kita anggap ‘belum ngerti apa-apa’. Padahal mereka itu juga manusia, yang punya rasa dan naluri yang akhirnya bisa membangun mekanisme pertahanan diri tanpa mereka sadari.

Apa yang mereka terima sebagai seorang anak di rumah, seorang murid di sekolah dan seorang teman bagi sebayanya adalah serangkaian sebab pembentukan karakter mereka sebagai seorang manusia, yang mungkin bisa dibawa sampai usia dewasa. Gak ada yang terjadi secara tiba-tiba dalam proses perkembangan kepribadian seorang anak. Anak yang pendiam dan terlihat nirempati bisa jadi terbentuk karena selalu diabaikan oleh orang tua; anak yang terlihat selalu mencari perhatian bisa jadi tidak mendapatkannya secara cukup di rumah; sedangkan anak yang begitu hangat juga merupakan produk cinta yang didapatkannya dari keluarga.

Jadi, siapkah kita menjadi sebenar-benarnya ‘rumah’ yang menjadi tempat bagi mereka untuk membentuk diri?

Rekomendasi

Buku ini aku rekomendasikan untuk temen-temen yang lagi butuh bacaan ringan tapi punya value yang besar untuk orang dewasa, terutama yang udah jadi orang tua. Dan tentu aja buat anak-anak yang baru mau nyoba baca novel, buku ini cocok banget dijadiin bacaan yang seru dan menghibur, tapi tetap mudah untuk dinikmati.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *