Review Buku Dallergut: Toko Penjual Mimpi [Extended Version]

Review Buku Dallergut: Toko Penjual Mimpi [Extended Version]

Penulis: Lee Miye
Penerbit: Baca
Tahun Terbit: 2024
Jumlah Halaman: 290 hal.
Personal Rating: 5 / 5 ⭐

Pernah gak sih kita happy seharian cuma karena habis mimpi ketemu bias? Atau malah kesel sama seseorang cuma karena tingkah laku nyebelinnya di mimpi kita? Aahh~ katanya mimpi cuma bunga tidur, tapi kok bisa ya berpengaruh sama mood kita setelah bangun? Berarti, mimpi bukan berarti hal yang sepele kan?

Sinopsis

Selamat Datang di Dallergut: Toko Penjual Mimpi! Karena yang dijual adalah mimpi, tentu saja kamu hanya bisa mendatangi tempat ini saat sudah tertidur lelap. Di toko ini, kamu bisa membeli berbagai macam mimpi yang dibuat oleh para produser legendaris. Ada berbagai genre yang tersedia, bahkan kamu bisa melakukan pre-order mimpi sesuai keinginan. Tapi sayangnya, pemilik toko ini -Tuan Dallergut- adalah orang bijak yang sangat selektif soal memilih pelanggan. Ia tak akan memberikan mimpi edisi terbatas ke sembarang orang karena sebagian mimpi ternyata bisa punya rahasianya sendiri. Penasaran? Cepatlah tidur dan temukan toko ini di mimpimu.




Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan

Disajikan dengan sudut pandang orang ketiga dan alur maju, kita akan diajak untuk menikmati hari-hari pertama Penny yang bekerja sebagai pegawai baru Dallergut: Toko Penjual Mimpi. Tak hanya berjaga dan melayani pelanggan di toko, Penny juga menikmati berbagai pengalaman seru bekerja di dunia penjualan mimpi, mulai dari menggunakan aplikasi pembayaran otomatis, bertemu dengan banyak jenis pelanggan -baik manusia maupun hewan-, menghadiri konferensi berkala para produser mimpi, hingga menonton bersama upacara penghargaan ‘Mimpi Tahun Ini’ bersama keluarga besar toko Dallergut.

Melalui perjalanan Penny, pembaca akan disuguhkan berbagai latar unik yang hanya ada di dunia mimpi ditambah dengan banyak tokoh fantasi yang memanjakan imajinasi. Sebut saja para Noctiluca dengan ratusan piyama yang siap dipinjamkannya, ada Leprechaun -makhluk terbang berukuran kecil- yang menjual sepatu terbang, dan para produser mimpi yang punya kekhasannya sendiri.

Selain dunia mimpi, dunia nyata para pelanggan Dallergut juga menjadi latar novel ini. Kehidupan para pelanggan di kehidupan nyata akan memberikan sensasi yang berbeda. Walaupun tak bisa mengingat pengalaman mereka di Dallergut, tapi efek dari mimpi yang mereka pilih ternyata bisa dirasakan sampai ke dunia nyata. Dan setiap pengalaman menjadi pelajaran hidup yang sangat berharga.




Kesan Membaca

Ini adalah kali kedua aku menyelesaikan novel ini. Feelnya tetap sama, tapi kesannya jauh lebih dalam. Aku suka bagaimana kombinasi dua dunia yang saling mempengaruhi di novel ini. Buat aku yang suka sama genre fantasi, dunia mimpi di novel ini membuat aku terkagum-kagum dengan sentuhan keajaiban dari para tokoh unik dan latar yang cantik. Sedangkan dari dunia nyata, novel ini seolah mengajak untuk mencari kembali makna kehidupan yang sering diabaikan melalui kisah para pelanggan yang membeli mimpi di Dallergut; tentang cinta yang tak tersampaikan, tentang trauma yang belum selesai, tentang pertanda yang ingin didengar, tentang rasa iri terhadap hidup orang lain, atau tentang rindu bertemu mereka yang telah lama pergi. Tak ada masalah yang akan selesai dengan bermimpi, tapi terkadang sebuah mimpi bisa jadi inspirasi untuk merasa hidup kembali.

Pesan Moral

Aku merangkum pesan yang bisa kita dapatkan dari setiap kisah yang ada di novel ini dalam gambar. Selamat menikmati~







Rekomendasi

Buat kamu yang suka sama cerita slice of life yang menghangatkan hati dengan bumbu fantasi yang memanjakan imajinasi, buat aku buku ini bener-bener highly recommended. Plus penggemar Asian Lit? Udah, langsung CO dari link ini aja deh~
https://aff.gramedia.com/s/KZxGPNzvLL
https://s.shopee.co.id/AUeQUGaeiO

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *