Penulis: Kim Jee-hye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2024
Jumlah Halaman: 280 hal.
Personal Rating: 5 / 5 ⭐
Adakah satu tempat yang paling ingin kamu kunjungi di dunia fiksi? Kalau aku akan memilih Book’s Kitchen: sebuah tempat untuk beristirahat sejenak sambil mencium aroma buku baru.
Sinopsis
Soyang-ri Book’s Kitchen adalah tempat dimana buku menjadi tokoh tak bergerak yang mengubah hidup banyak orang. Tempat ini dikelola oleh Yu-jin dan sepupunya Si-woo serta satu staff yang merupakan penduduk asli Soyang-ri bernama Hyeong-Jun. Yu-jin memilih Soyang-ri Book’s Kitchen sebagai nama tempat itu “… dengan harapan tempat itu bisa merekomendasikan buku-buku yang sesuai dengan selera masing-masing orang dan menjadi tempat mereka bisa bersantai sambil membaca buku, sama seperti orang-orang yang merasakan ketenagan jiwa setelah menyantap makanan enak. (hal. 12)”
Mereka yang diceritakan di buku ini adalah orang-orang yang tinggal di Seoul dan memilih ke Soyang-ri untuk sejenak bersantai dan melepaskan diri dari hiruk pikuk dunia perkotaan. Sebagian dari mereka memilih Soyang-ri Book’s Kitchen sebagai tempat tujuan utama sedangkan sebagian lagi tak sengaja terjebak. Entah dari manapun jalan datangnya, setelah pulang seolah menghilangkan jejak perisai pelindung serta menemukan kembali jati diri yang selama ini terkubur dalam kehidupan sehari-hari.
Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan
Rasanya hampir setiap orang memiliki bagian dari dirinya yang seolah tersembunyi dari dunia luar, entah itu disengaja maupun tidak. Sebagian orang memang memilih untuk menyimpannya untuk diri sendiri sedangkan sebagian lagi -tanpa disadari- terkubur dalam rutinitas sehari-hari. Keduanya punya keluaran yang mirip: berjalan menggunakan perisai tubuh yang tak terlihat.
Dengan alur maju mundur dan sudut pandang orang ketiga, buku ini memanjakan pembaca dengan pemilihan kata yang memberi kesan lembut dan romantis. Latar Book’s Kitchen yang berada di pedesaan juga dideskripsikan begitu indah di setiap musim. Kita seolah diajak untuk menikmati keindahan pegunungan Soyang-ri dengan segala kekayaan alamnya.
Tempat dan buku-buku di sini punya kesan magis yang seolah memeluk serta memberikan kenyamanan pada setiap orang yang datang ke sini. Walaupun tidak semua tamu dapat menyelesaikan ceritanya, tapi setidaknya buku-buku di tempat ini selalu mendapat tempat khusus di setiap kisah hidup para tamu. Dan yang paling berperan tentu saja adalah Yu-jin. Bukan hanya sebagai pemilik, Yu-jin yang seolah berperan sebagai perpustakaan berjalan, selalu bisa relate dengan cerita kehidupan para tamu melalui buku yang ia baca. Ia juga tak segan untuk memberikan rekomendasi buku bagi mereka yang ia rasa memerlukannya.
Kesan Membaca
Mengunjungi Soyang-ri Book’s Kitchen serta menikmati cerita para tamu yang datang ke sini adalah perjalanan yang sangat hangat dan menenangkan. Buku ini juga memberikan deretan rekomendasi buku yang sebenarnya dibutuhkan oleh para tamu tapi tidak menutup kemungkinan buku itu juga akan menjadi santapan lezat bagimu yang punya kisah serupa. Selamat menumpuk TBR melalui buku ini 🤭
Setiap manusia memang akan selalu berkejaran dengan waktu untuk meraih target kehidupan. Tapi melalui buku ini, aku belajar bahwa menarik diri untuk beristirahat sejenak sambil kembali berefleksi mungkin diperlukan agar kita menemukan kembali jati diri yang mungkin terkubur bersama target hidup sehari-hari.
Pesan Moral
Aku merangkum pesan yang bisa kita dapatkan dari setiap kisah yang ada di novel ini dalam gambar. Selamat menikmati~
Rekomendasi
Buku ini aku rekomendasikan buat kamu yang suka sama Asian Lit, khususnya Korea yang punya vibes heartwarming dan penuh kata-kata romantis. Buat yang mau CO, bisa klik link di bawah yaaa~
Beli di gramedia.com
Beli di shopee

