Penulis: Husein Ja’far Al-Hadar
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: 2024 (Cetakan ke-5)
Jumlah Halaman: 235 hal.
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐
“Tuhan tak di Ka’bah, tak di Vatikan, tak juga di Tembok Ratapan. Tuhan sejatinya di hatimu!” (hal. 14)
Sinopsis
Ka’bah, sebuah tempat suci yang tak pernah terbayang akan sepi. Bahkan di malam hari saat lazimnya banyak orang nyaman berselimut mimpi, Ka’bah tak pernah benar-benar sunyi. Tapi, ada satu waktu di mana tempat ini tak lagi sesak dipenuhi jamaah yang hendak memohon ridho Ilahi. Ialah saat virus corona menjadi pandemi. Lantas, apakah saat itu keberadaan Tuhan tak bisa dirasakan lagi?
Secara formalitas, mudah saja bilang tidak. Dalihnya pun banyak: Tuhan ada di mana-mana, Tuhan tak bertempat, Tuhan itu sejatinya sangat dekat. Tapi, apa iya benar-benar bisa merasa? Lidah mudah berkata punya iman dan dekat dengan Tuhan, tapi ibadahnya masih enggan, sesama muslim masih suka mencerai-beraikan, beda pendapat langsung mengkafirkan, dan mudah men-judge atas nama kebenaran. Padahal, misi Nabi itu utamanya dua, menebar rahmat (cinta) dan menegakkan akhlak yang agung sebagai teladan para umatnya. Jadi, bagaimana bisa Tuhan terasa ada saat perangai jauh dari pembawa risalah-Nya?
Buku ini akan mengajak kita mencari, mengenal dan akhirnya bisa merasakan kehadiran Tuhan di hati kita. Dimulai dari langkah hijrah untuk diri sendiri; senantiasa menjadikan Nabi contoh di kehidupan sehari-hari; dan menjadi seorang muslim yang tak hanya benar, tapi juga baik lagi indah. Dan pada akhirnya, kita bisa merasakan arti dari kalimat ini
Masjid bisa dirobohkan, Ka’bah bisa sepi, tapi hati manusia yang beriman akan abadi dalam ketaan dan kecintaan pada-Nya. (hal. 16)
Gaya Bahasa dan Penyampaian
Sebagian dari kita mungkin sudah tak asing lagi dengan penulis yang satu ini. Buat yang sering nontonin dakwah beliau di sosial media, pasti udah hapal banget sama vibes dakwahnya yang santai dan asyik -terutama buat kalangan anak muda. Nah, di buku ini pun sama. Habib Ja’far menjelaskan Islam dengan cara yang menyenangkan dan gaya bahasa yang familiar untuk anak-anak milenial dan gen Z.
Gak usah takut di-judge deh~ Karena di buku ini, Habib lebih banyak bercerita tentang keindahan dan kasih sayang Islam. Daripada mengenal Tuhan dari hukum-hukumnya, buku ini akan mengenalkan kita tentang toleransi dalam beragama, ntah itu kepada sesama pemeluknya atau kepada sesama manusia yang berbeda agama. Jadi, gak ada alasan lagi untuk mendekati Tuhan hanya karena takut dianggap tak cukup toleran. Karena sejatinya, hubungan dengan Tuhan tak seharusnya merusak hubungan antar manusia, kan?
Rekomendasi
Buat kamu yang lagi pengen mengenal Islam dengan media bacaan yang menyenangkan dan gak bikin bosan, buku ini bisa jadi pilihan yang menjanjikan. Yuk, yang mau beli bukunya bisa klik di bawah yaaa~
https://aff.gramedia.com/s/hozoOFUwLc
https://s.shopee.co.id/4AoayyOZrU

