Review Buku Hemat (Sampah) Pangkal Kaya

Review Buku Hemat (Sampah) Pangkal Kaya

Penulis: Denia Isetianti dan Aldy Mardikanto
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2021
Jumlah Halaman: 168 hal.
Sumber: iPusnas
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐

Sebelum membaca review ini, coba kita ingat-ingat dulu dari bangun pagi sampai saat ini sudah berapa banyak residu aktivitas kita yang sudah kita buang ke alam? Sisa sabun waktu mandi, mencuci pakaian dan piring, sisa-sisa bahan makanan saat memasak, sisa makanan yang tidak habis atau sampah plastik yang digunakan untuk berbelanja bahan makanannya. Belum lagi kalau punya kebiasaan ngopi sebelum beraktivitas, kita juga akan menyumbang sampah wadah sekali pakainya bukan?

Mungkin sebagian dari kita akan berfikir: selama membuangnya ke tempat sampah yang tersedia harusnya tak masalah, toh lingkungan tetap bersih tergaja. Tapi pernah gak mikir sedikit lebih jauh? Sampah yang kita buang ke tempat sampah itu ujungnya kemana? Bukannya ke TPA? Kalau sudah di TPA apa artinya kita terbebas dari dampak buruk sampah yang kita hasilkan setiap hari?

Belum lagi kalau bicara jejak karbon. Setiap manusia yang hidup pasti punya jejak karbon yang menyumbang kenaikan suhu bumi saat ini. Kita sering mengeluh karena semakin hari suhu semakin meningkat, tapi tak sadar bahwa kita jugalah yang menyebabkan hal itu bisa terjadi.

Buku ini ditulis oleh sepasang suami istri yang juga merupakan sosok dibalik Cleanomic, sebuah company yang menyediakan produk serta konten online untuk mendukung gaya hidup peduli lingkungan. Di buku ini penulis bercerita tentang bagaimana mereka menerapkan gaya hidup yang cinta lingkungan sekaligus membahas manfaatnya secara finansial.

Membaca bab awal di buku ini bikin aku merinding tertampar kenyataan. Data tentang kecelakaan sampai bencana yang terjadi akibat sampah ternyata bukan hanya karena sampah yang dibuang sembarangan. Sampah yang mungkin tak terlihat karena kita kira sudah membuang ke tempat yang seharusnya, nyatanya memberikan dampak kerusakan yang tidak sedikit, sebut saja sungai yang tercemar, meninggalnya pemulung serta warga yang rumahnya tertimpa timbunan sampah. Semua bencana ini bukan karena sampah yang dibuang sembarangan melainkan karena tumpukan sampah di TPA.

Selama ini aku sendiri sering mendengar 3R -reuse, reduce, recycle- sebagai kampanye terkait sustainability serta zero waste. Tapi ternyata di buku ini dijelaskan bahwa kita masih bisa melakukan lebih dengan 5R yaitu refuse-reduce-reuse-recycle-rot. Refuse untuk mencegah menggunakan barang-barang sekali pakai atau juga barang yang punya dampak buruk untuk lingkungan. Misalnya dengan membawa tumbler dan tas belanja kemanapun kita pergi atau memilih tidak membeli baju dari bahan polyester yang proses pembuatannya menggunakan bahan mikro plastik. Sedangkan rot adalah usaha dalam mengurangi aliran sampah organik ke TPA dengan mengomposnya sendiri di rumah.

Di dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana menghemat sampah artinya juga menghemat pengeluaran kita sehari-hari karena konsep kita dalam membelanjakan uang juga berubah, yaitu dengan berkesadaran penuh. Karena memilih untuk tidak menyumbang lebih banyak sampah ke lingkungan, kita juga jadi berfikir ulang untuk membelanjakan uang, terutama untuk barang yang tidak esensial. Dengan begitu, secara tidak langsung kita pun bisa banyak berhemat. Selain itu di buku ini juga dijelaskan bagaimana caranya memilih investasi yang juga berkomitmen untuk mendukung sustainable business yang sering kita dengar dengan istilah green dan blue investment. Jadilah #CuanLestari, dapat cuannya dan dapat juga lestari buminya.

Selama ini aku sendiri sering mendengar 3R -reuse, reduce, recycle- sebagai kampanye terkait sustainability serta zero waste. Tapi ternyata di buku ini dijelaskan bahwa kita masih bisa melakukan lebih dengan 5R yaitu refuse-reduce-reuse-recycle-rot. Refuse untuk mencegah menggunakan barang-barang sekali pakai atau juga barang yang punya dampak buruk untuk lingkungan. Misalnya dengan membawa tumbler dan tas belanja kemanapun kita pergi atau memilih tidak membeli baju dari bahan polyester yang proses pembuatannya menggunakan bahan mikro plastik. Sedangkan rot adalah usaha dalam mengurangi aliran sampah organik ke TPA dengan mengomposnya sendiri di rumah.

Di dalam buku ini juga dijelaskan bagaimana menghemat sampah artinya juga menghemat pengeluaran kita sehari-hari karena konsep kita dalam membelanjakan uang juga berubah, yaitu dengan berkesadaran penuh. Karena memilih untuk tidak menyumbang lebih banyak sampah ke lingkungan, kita juga jadi berfikir ulang untuk membelanjakan uang, terutama untuk barang yang tidak esensial. Dengan begitu, secara tidak langsung kita pun bisa banyak berhemat. Selain itu di buku ini juga dijelaskan bagaimana caranya memilih investasi yang juga berkomitmen untuk mendukung sustainable business yang sering kita dengar dengan istilah green dan blue investment. Jadilah #CuanLestari, dapat cuannya dan dapat juga lestari buminya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *