Review Buku Adakah Orang yang Tidak Kesepian di Dunia Ini?

Review Buku Adakah Orang yang Tidak Kesepian di Dunia Ini?

Penulis: Ha Yooji
Penerbit: Bhuana Sastra
Tahun Terbit: 2022
Jumlah Halaman: 281 hal.
Personal Rating: 4.5 / 5.0 ⭐

O Yeongo mendapatkan warisan senilai 10 juta won dari ayahnya yang meninggal. Bukan warisan sesungguhnya, melainkan hanya deposit kamar sewa tempat tinggal ayah selama ini. Selain itu, ia juga diwarisi sebuah panci presto. Setelah dibuka ternyata ada buku catatan ayah yg berisi tiga nama, lengkap dgn nomor teleponnya. Entah apa maksud ayah meninggalkan nama-nama itu untuk Yeongo, anak semata wayangnya yg sekarang tinggal sebatang kara.

Hubungan anak perempuan dgn ayah terkadang memang rumit, apalagi kalau sudah ditinggal ibu. Dibilang benci tidak, tapi terlalu renggang utk dibilang akrab. Begitupun dengan Yeongo. Setelah ayah meninggal, ia baru sadar ternyata selama ini dia tak benar-benar mengenal ayah. Dan catatan itu memperjelas semuanya. Ayahnya saja asing, apalagi nama yg tertulis disana. Walaupun merasa tak berguna, Yeongo berniat tetap mencari orang-orang itu. Siapa tahu di tengah perjalanannya ia bisa lebih memahami ayahnya.

Di tempat lain ada seorang siswi SMP yg hobinya memanggil orang dgn julukan yang dibuatnya alih-alih nama asli orang itu. Gong Miji namanya. Miji dan Yeongo terhubung melalui interaksi yang unik. Dan walaupun dengan definisi yang berbeda, mereka memiliki satu persamaan yaitu hidup dengan ditemani sepi.

💝💝💝

Novel slice of life ini adalah bacaan ringan yang menghangatkan hati buatku. Alur maju, sudut pandang orang ketiga yang digunakan serta perpindahan antar plot yang mulus membuat novel ini mudah dipahami tanpa banyak berfikir. Sentuhan romance tipis-tipis yang buat mesam-mesem tapi anti merinding juga jadi alasan kuat buat aku betah baca novel ini sampai akhir.

Tokoh-tokoh yang dibangun dengan karakteristik unik di novel ini menjadi salah satu poin yang juga menarik. Sebut saja Yeongo, gadis penurut dimanapun ia berada, di kantor, di telepon atau di depan orang asing yang sering mengajaknya kesana kemari. Lain lagi dengan Miji, siswa SMP yang menolak melanjutkan sekolah dan malah suka menjadi pesuruh orang (dengan bayaran tentu saja). Juga dengan Boci, kucing gendut yang hobinya mondar-mandir apartemen tetangga untuk mencari kehangatan sinar matahari.
.
Untukmu yang sedang berteman sepi, membaca novel ini mungkin bisa jadi penyejuk hati layaknya tanah kering yang dijatuhi gerimis. Mungkin tak akan cukup basah, tapi rasa dinginnya akan menenangkan. Satu lagi, kamu juga akan terus merasa lapar seiring dengan berbagai jenis nama makanan yang berseliweran di novel ini. Dan itu banyak!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *