Review Buku The Comfort Book: Buku yang Membuat Kita Nyaman

Review Buku The Comfort Book: Buku yang Membuat Kita Nyaman

Penulis: Matt Haig
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2022
Jumlah Halaman: 259 hal.
Sumber: Panjalu e-Lib
Personal Rating: 4 / 5 ⭐

Kamu percaya kan kalau hidup memang enggak akan selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan? Sering kali kita bisa bahagia sampai tak terkira, tapi kadang kala bisa sedih luar biasa sampai mau mati rasanya. Banyak orang yang bisa bertahan dengan rasa bahagia yang berlangsung lama, tapi rasa sedih yang berkepanjangan malah sering memakan korban. Untukmu yang sedang butuh pertolongan, buku ini tak akan serta merta menyelamatkan, tapi mungkin bisa membuatmu merasa sedikit lebih nyaman.

Sinopsis

Di awal buku, penulis memberikan disclaimer:

Buku ini serumit hidup ini. (hal. xi)

Rumit tidak selalu berarti akan sulit dimengerti, karena ini hanya soal struktur penulisan saja -yang memang cukup random: sesekali akan berisi quote dari para filsuf atau sekadar pepatah lama yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi; sebaris kalimat penyemangat; daftar lagu; sebuah resep; kisah inspiratif orang-orang yang bangkit dari saat tersulit; sampai curahan hati seorang penyintas depresi. Semua yang tertulis di buku ini punya satu tujuan: mengambil peran untuk membuat hati merasa lebih nyaman.

Buku ini dibagi menjadi empat, yang masing-masing bagiannya punya tema tersendiri tapi tidak selalu berhubungan. Oleh karena itu, pembaca bisa bebas memilih untuk memulai membaca dari mana saja; membaca hanya sebagian atau keseluruhan dan jika perlu, merobek sebagian halaman kalau memang bisa membuatmu merasa lebih tenang.

Gaya Bahasa dan Penyampaian

Lahir dari seorang penulis yang pernah berjuang setengah mati untuk keluar dari jurang depresi, tulisan-tulisan di buku ini seolah mampu menjadi teman bagi pembaca yang hidupnya sedang tidak baik-baik saja. Menurutku buku ini juga termasuk unik, karena strukturnya sendiri tidak bisa diprediksi dan itu yang membuat aku tak bisa berhenti membuka halaman buku ini selembar demi selembar. Tidak ada judul dengan pembahasan yang terlalu panjang, apalagi teori-teori kejiwaan yang terkesan membosankan. Walaupun ada beberapa bagian yang terjemahannya terkesan kaku, tapi secara keseluruhan, aku tidak merasa terlalu kesulitan dalam memahami buku ini.

Kesan Membaca

Buku ini memberi kesan yang menenangkan saat dibaca, sesekali aku juga tergelak dibuatnya, kagum juga ada, dan pernah juga dibuat sedikit berpikir dengan kisah para filsuf pengukir sejarah dunia. Terkhusus untuk kisah penulis yang berusaha keluar dari lembah terdalam dalam hidupnya, aku merasa takjub dengan bagaimana usaha untuk keluar dari sana adalah perjuangan yang tak bisa dianggap sederhana. Dan sekali merasa kalah, ia bisa dengan sigap mengambil semua yang tersisa di hidup si penderita.

Ada satu hal yang sangat aku sayangkan dari buku ini: keberpihakan penulis terhadap pelaku LGBTQ. Sejujurnya aku hampir memberikan bintang lima karena memang buku ini cocok di aku. Tapi saat membaca bagian ini, aku agak kecewa dan memutuskan untuk menurunkan penilaianku terhadap buku ini. Aku percaya setiap penulis berhak untuk menyampaikan nilai-nilai yang dianut di setiap karyanya, tak terkecuali untuk penulis buku ini. Tapi sebagai pembaca, aku juga berhak untuk memutuskan apakah nilai yang dibawa penulis, sepenuhnya sesuai dengan apa yang aku yakini. Dan untuk bagian ini, sayangnya aku benar-benar tidak sependapat dengan penulis.

Rekomendasi

Berjuang melawan depresi sendirian bukanlah hal yang mudah. Mencari bantuan profesional adalah hal utama yang perlu diusahakan untuk bisa keluar dari lembah keterpurukan dan buku ini bisa menjadi teman di sela-sela perjalanan yang panjang dan bisa jadi sangat melelahkan. Tapi bukan berarti hanya mereka yang depresi yang bisa menikmati buku ini, karena sesekali diri kita yang nampaknya baik-baik saja pun butuh untuk dimotivasi.

Yang mau beli buku fisiknya bisa klik link di bawah ya~
https://aff.gramedia.com/s/hCtKMaLpQu
https://s.shopee.co.id/7AObGFAZIw

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *