Review Buku Allure’s Reminiscence

Review Buku Allure’s Reminiscence

Penulis: Aya Widjaja
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2026
Jumlah Halaman: 217 hal.
Personal Rating: 4 / 5 ⭐

Kalau malah menjauhkan diri dari hal-hal yang kita sukai, kenapa harus memilih untuk berkomitmen bersama orang lain?

Sinopsis

Hari itu Swara, sahabat Allure semasa kuliah di Yogyakarta datang ke AllOut-toko perlengkapan outdoor yang ia kelola. Bukan untuk say hello atau sekadar nostalgia kenangan mereka dulu, tapi untuk menjelaskan hubungan antara dirinya dan Remi yang sudah menuju ke jenjang yang lebih serius.

Sebenarnya Allure tidak membutuhkan penjelasan itu. Karena toh dia pun sudah lama tidak putus kontak dengan mereka berdua. Tapi Swara yang insecure merasa perlu memberitahu Allure agar ia tidak lagi berhubungan dengan Remi mengingat mereka pernah dekat sewaktu kuliah dulu.

Tak cukup dengan satu kejadian yang tidak mengenakkan. Di hari yang sama, Allure masih harus menghadapi satu pelanggan yang banyak mau. Bapak-bapak bernama Sangkala ini meminta banyak barang customized untuk anak yang tidak dijual di tokonya. Walaupun sudah berusaha menolak, akhirnya Allure mengalah dan setuju untuk berusaha mencarikan barang-barang yang ia minta.

Allure yang baru bisa menikmati hidupnya tiba-tiba harus dihadapkan dengan masalah-masalah yang paling ia hindari. Bagaimana Allure mengurai semua masalah ini? Dan kenapa takdir harus membawanya bertemu dengan orang-orang yang tidak ia inginkan?





Kesan Membaca

Aku mengincar buku ini tidak lain tidak bukan karena ketagihan sama buku Dewa Angkara Murka. Karena lahir dari penulis yang sama, aku kira vibenya bakalan mirip. Tapi ternyata beda banget guys~

Buku ini bercerita tentang seorang travel influencer bernama Allure yang enggan berkomitmen dalam sebuah hubungan karena melihat teman-temannya yang tak lagi bisa bebas menikmati hobi sejak memiliki pasangan. Awalnya Allure sangat menikmati kesendiriannya. Sampai ada dua pria yang tidak diundang masuk dan mengacak-acak perasaan yang berusaha ia jaga.

Karena memakai POV orang ketiga dan membahas tema yang menurutku cukup dewasa, vibe buku ini jadi terasa lebih serius dan gak se-haha–hihi bacain isi pikiran Mosha di novel DAM. Buat aku, pesona novel ini memang bukan ada di narasinya, tapi lebih tentang perjalanan Allure dalam menemukan cinta yang setara dan orang yang paling tepat untuk menemani setiap petulangannya.

Adakah sosok pria seperti itu saudara-saudara? Ada! Tenang~ di novel ini juga tersedia seorang pria yang ijonya ngalah-ngalahin hutan Amazon (karena kalau hutan Kalimantan sayangnya udah habis di tangan orang-orang rakus). Pria ini bukan sekadar bapak-bapak yang mikirin hobinya sendiri, tapi malah rela jadi yang paling repot biar orang-orang terdekatnya juga bisa ikut mencintai hobi yang sama. Definisi spek suamiable yang tak terbantahkan! Untuk para wanita, siap-siap aja dapet target halu yang baru setelah baca novel ini 🤣




Pesan Moral

Dari kisah Allure di novel ini, kita kayak dikasih tahu kalau kita boleh aja menutup diri untuk menjalin sebuah hubungan karena trauma sama apa yang terjadi di sekitar kita. Sah-sah aja. Tapi, rasanya kita gak perlu memproyeksikan seratus persen cerita cinta orang lain ke hidup kita. Karena bisa jadi, apa yang kita takutkan, gak pernah benar-benar terjadi. Yang ada, kita malah menutup kemungkinan untuk mendapatkan orang yang bersedia untuk tumbuh bersama tanpa perlu merasakan kehilangan diri sendiri. Sayang banget kan?

Rekomendasi

Buat kamu yang lagi pengen baca cerita romance yang mature atau sekadar pengen ketemu sama ML ijo royo-royo, buku ini recommend banget!
Beli di shopee
Beli di gramedia.com

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *