Penulis: Choung Myung Seob
Penerbit: Baca
Tahun Terbit: 2022
Jumlah Halaman: 302 hal.
Personal Rating: 4 / 5 ⭐
Di tangan orang biasa, buku ada untuk dibaca. Di tangan orang yang berduka, ia bisa jadi lebih berbahaya dari sebuah senjata.
Sinopsis
Di sebuah siaran langsung, Profesor Yoo Myeong Woo mengumumkan bahwa ia akan pensiun sebagai dosen dan pengisi acara di TV dan radio. Sebagai gantinya, ia akan membuka sebuah toko buku yang menjual buku-buku kuno koleksinya yang diberi nama Memory Bookstore. Yang tidak diketahui oleh banyak orang, Profesor Yoo Myeong Woo punya agenda khusus di balik dibukanya toko buku itu. Agenda itu adalah untuk menangkap seseorang yang dijuluki Pemburu.
Lima belas tahun yang lalu, Profesor Yoo Myeong Woo harus kehilangan istri, anak dan kedua kakinya karena ulah si Pemburu. Karena polisi tak kunjung bisa menangkap Pemburu itu, ia memutuskan untuk mempersiapkan diri untuk bertemu langsung dan balas dendam.
Satu-satunya petunjuk yang masih dipegang Profesor Yoo Myeong Woo adalah kecintaan Pemburu terhadap buku kuno, sama seperti dirinya. Karena kesukaannya itu, Profesor Yoo Myeong Woo yakin Pemburu akan mendatangi Memory Bookstore. Apakah dugaan Profesor Yoo Myeong Woo ini benar? Dan akankah ia berhasil membalaskan dendam atas apa yang terjadi lima belas tahun yang lalu?
Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan
Dengan sudut pandang orang ketiga, buku ini bercerita tentang balas dendam seorang dosen dan publik figur bernama Profesor Yoo Myeong Woo yang telah kehilangan istri dan anaknya di tangan seseorang yang dijuluki Pemburu. Ia dan pemburu itu punya satu hobi yang sama, yaitu mengoleksi buku-buku kuno. Karena itu, ia membuka toko yang menjual buku-buku kuno bernama Memory Bookstore untuk menjadi perangkap bagi si Pemburu.
Buku ini menggunakan alur maju mundur yang bukan hanya berfokus untuk menceritakan proses balas dendamnya, tapi juga menggambarkan secara rinci kejadian pembunuhan istri dan anak Profesor Yoo Myeong Woo yang terjadi lima belas tahun yang lalu.
Kesan Membaca
Selain menceritakan alasan Profesor Yoo Myeong Woo membuka Memory Bookstore setelah pensiun, buku ini dibuka dengan adegan Pemburu yang sedang melumpuhkan mangsanya. Proses pembunuhan ini diceritakan dengan cukup detail, lengkap dengan cara membunuh dan penghilangan barang bukti. Bagian awal ini jujur bikin aku merinding sampai mual saking sadisnya. Aku sempet hampir menyerah baca buku ini karena mikir kalau awalnya aja begini, ke belakangnya gimana lagi?
Tapi setelah mencoba bertahan, ternyata bagian tengahnya gak se-bikin trauma itu. Proses pengungkapan kasus yang melibatkan beberapa pengunjung toko buku dan seorang youtuber-bukan detektif ataupun polisi-memang bikin penasaran, tapi sensasinya gak sampai yang buat gregetan dan merinding sebadan-badan. Nah kalau soal endingnya? Puas banget! Gak usah dijelasin lagi ya, takut malah jadi spoiler 🤭
Untuk ukuran buku terjemahan, aku lumayan enjoy baca buku ini. Selain mungkin karena emang ceritanya yang gak berat-berat amat, terjemahan buku ini juga enak banget buat dibaca. Baca buku ini jadi gak berasa banyak mikirnya walaupun genrenya crime–thriller-mystery yang sebenarnya jauh banget dari comfort zone aku.
Oiya, satu lagi yang menarik dari buku ini adalah kutipan-kutipannya yang mungkin bakalan relate banget sama kehidupan kita-kita yang suka baca ini. Misalnya kayak ada orang-orang yang beli buku cuma karena mau menyelesaikan gambar yang udah ada di seri sebelumnya. Apakah kamu merasa terpanggil?🤣
Rekomendasi
Buat kamu yang lagi pengen baca buku CTM yang gak berat-berat amat tapi tetep ada relatenya sama kehidupan para pembaca buku, buku ini balakan cocok banget buat kamu.
Beli di shopee

