Review Buku Bite-Sized Magis – The Bliss Bakery #3

Review Buku Bite-Sized Magis – The Bliss Bakery #3

Penulis: Kathryn Litllewood
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: 2014
Jumlah Halaman: 347 hal.
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐

Undang-undang tak selalu ada untuk kesejahteraan. Terkadang-atau malah sering, ia juga dibuat karena ada pihak yang ‘memesan’.

Sinopsis

Rose kehilangan privasinya sejak memenangkan kompetisi paling bergengsi di Prancis. Setiap hari, toko roti keluarganya dipenuhi oleh gerombolan paparazzi yang sekadar ingin meliput keseharian Rose sebagai pembuat roti terbaik di dunia. Rose sampai muak membuat roti jika artinya harus bertemu mereka setiap hari. Ia pun berandai-andai kalau saja ia tak perlu lagi membuat roti.

Sayangnya, harapan Rose terlalu cepat terkabul. Toko roti keluarga Bliss harus tutup karena ada undang-undang baru yang mengharuskan toko roti kecil untuk berhenti beroperasi. Rose yang merasa bersalah berusaha keras untuk memperbaiki keadaan. Tapi, di sela-sela usaha itu, ia malah diculik.

Rose dibawa ke sebuah pabrik bernama Mostess yang memproduksi PKMM: Produk Konsumsi Mirip-Makanan. Rose diminta untuk menyempurnakan resep produk mereka yang ternyata punya kekuatan ajaib yang bisa mengubah manusia menjadi zombie. Ia juga menemukan bahwa pemilik pabrik ini adalah anggota dari asosiasi yang ada di balik pembuatan undang-undang yang membuat toko roti keluarga Bliss harus tutup. Tidak ingin situasi menjadi semakin kacau, Rose pun berusaha menghentikan mereka yang berusaha menguasai dunia dengan PKMMnya. Apakah usahanya akan berhasil?







Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan

Petualangan Rose dan keluarganya berlanjut. Di seri ketiga ini, latar petualangan mereka ada di pabrik PKMM (Produk Konsumsi Mirip Makanan) bernama Mostess. Rose diculik dan dibawa ke pabrik itu untuk menyempurnakan resep ajaib yang bisa mengubah manusia menjadi zombie. Mereka bereksperimen dengan bahan-bahan sihir yang ternyata gak cuma ada di rumah mereka di Calamity Falls, tapi juga diproduksi secara massal di pabrik ini.

Masih seperti buku-buku sebelumnya (review buku pertama dan kedua), seri ketiga Bliss Bakery ini juga menggunakan alur maju yang mengalir dan pilihan kata yang cukup sederhana serta mudah dimengerti oleh target pembacanya, yaitu usia middle grade.

Kesan Membaca

Setelah baca tiga seri The Bliss Bakery, buku yang ini jadi yang paling aku suka. Seri yang ketiga ini kayak punya daya tarik tersembunyi yang cuma bisa dipahami sama orang-orang yang udah cukup mengecap asam garam kehidupan 🤣 Nah kalau jadi WNI, nilai plusnya bisa nambah lagi.

Petualangan Rose di buku ini dimulai setelah ada undang-undang baru yang hanya memperbolehkan pabrik roti besar yang punya pegawai lebih dari seribu orang untuk beroperasi. Jika tidak memenuhi standar itu, semua toko roti wajib tutup. Setelah diselidiki, ternyata undang-undang ini adalah ulah dari sebuah asosiasi yang bekerja sama dengan anggota dewan untuk menguasai dunia dengan roti yang mereka produksi. Seperti tidak asing kan dengan kongkalikong ini?🤣

Buku ini juga menyinggung paradoks bisnis yang menurut aku juga sangat menarik sekaligus membuka mata banyak orang. Di buku ini, yang mencicipi setiap resep ajaib yang telah disempurnakan oleh Rose adalah para pembuat roti yang bekerja di pabrik Mostess, sedangkan Tn. Butter-sang pemilik pabrik, sama sekali tidak menyentuh roti-roti itu karena ia diet dengan makan kentang rebus polos. Akibatnya, postur tubuh para pembuat roti menjadi gempal, sedangkan sang pemilik bisa hidup sehat tanpa makanan manis. Ironi sekali kan?





Pesan Moral

Setelah bertemu dengan para pembuat roti dan bereksperimen dengan berbagai macam resep ajaib di pabrik Mostess, Rose menyadari satu hal: ada kalanya aktivitas membuat roti bisa jadi sangat menyiksa, tapi bukan berarti harus berhenti untuk selamanya. Hal itu juga berlaku untuk kita kan? Terkadang keluar dari zona nyaman dan bertemu dengan banyak orang-ditambah menyelamatkan dunia mungkin 🤣, bisa membuat kita kembali sadar bahwa hari-hari yang kita jalani saat ini sebenarnya adalah apa yang dulunya kita cita-citakan.

Rekomendasi

Selalu ada yang seru di seri keluarga Bliss. Yuk lanjut baca seri ketiga ini, dijamin seru!
Beli di gramedia.com
Beli shopee

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *