Penulis: Gigrey
Penerbit: Akad
Tahun Terbit: 2024
Jumlah Halaman: 415 hal.
Personal Rating: 5 / 5 ⭐
Dari berjuta kemustahilan yang mungkin terjadi di dunia ini, bukankah menjadi tokoh penting di zaman Majapahit masih terlalu liar, bahkan untuk disebut sebagai mimpi?
Sinopsis
Yogyakarta menjadi kota yang sakral bagi Gendhis. Selain karena memang kampung halamannya, kota ini juga sering menghadirkan perasaan dan pengalaman aneh bagi Gendhis setiap kali ia datang berkunjung, termasuk kali ini. Di sebuah perpustakaan, potongan adegan itu muncul lagi saat tangannya tak sengaja bersentuhan dengan seorang pria. Dan anehnya lagi, Gendhis melihat pria itu menitikkan air mata dan langsung memeluknya. Saat itu Gendhis mengira ia adalah pria sinting. Tapi tak bisa dipungkiri, sisi lain hatinya juga dilanda perasaan gusar yang tak bisa dijelaskan.
Enam bulan kemudian, Gendhis kembali ke Yogyakarta untuk menghadiri pernikahan sepupunya, Mbak Lastri. Sehari sebelum acaranya berlangsung, mereka mengunjungi pantai Parangtritis sebagai momen terakhir bersama Mbak Lastri sebelum ia menyandang gelar sebagai seorang istri. Awalnya semua terasa biasa saja, sampai Gendhis melihat seorang anak yang tetap tenang saat air laut tiba-tiba pasang. Gendhis berniat menyelamatkan anak itu. Namun saat ia menyentuh tangan si anak, ia malah ambruk, terseret gelombang besar dan hilang kesadaran.
Gendhis terbangun dan menyadari dirinya sudah tidak berada di tempat yang sama saat ia tenggelam. Orang-orangnya berpakaian aneh dan berbicara dengan gaya bahasa yang tidak biasa. Setelah ditelusuri, ternyata Gendhis terlempar ke zaman di mana kerajaan Majapahit berdiri. Di tengah segala kebingungannnya, Gendhis harus bertemu dan bertahan hidup bersama Gajah Mada, Hayam Wuruk dan nama-nama lain yang sebelumnya hanya ia kenal dari buku-buku sejarah.
Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan
Dengan sudut pandang orang ketiga, novel ini bercerita tentang perjalanan waktu seorang Gendhis yang terlempar ke zaman Majapahit. Di masa ini, ia bertemu dengan tokoh-tokoh penting dari kerajaan itu, seperti Gajah Mada, Hayam Wuruk, panglima Nala dan beserta para tetuanya. Karena Gendhis berasal dari masa depan, ia jadi terlihat lebih bijak dengan segala gebrakannya yang melampaui zaman. Ditambah kisah romansa yang dialami bersama sang Mahapatih, ia menjadi salah satu orang yang sangat dipertimbangan di masa itu.
Dengan alur maju mundur, pembaca akan diajak untuk menikmati kisah Gendhis yang hidup di dua masa yang berbeda. Dengan narasi yang mengalir, buku ini akan menyajikan kisah romansa yang dibalut dengan cerita penyatuan Nusantara dan intrik kerajaan Majapahit yang sarat akan pertumpahan darah.
Kesan Membaca
Novel ini jadi pengalaman pertamaku baca buku fiksi sejarah yang latarnya kerajaan Indonesia. Awalnya aku juga gak punya ekspektasi apa-apa. Tapi begitu mulai baca, kok kayaknya menarik ya? Dan setelah dilanjut terus, ternyata aku ketagihaaannn. Bagus bangeeettttt 🥹
Sebenarnya aku tipe orang yang setiap kali mau mulai baca buku, harus setting mood dulu, memastikan kondisi sekitar bagus, minim distraksi dan urusan domestik udah pada selesai. Tujuannya ya biar fokus dan pikiran gak melayang ke mana-mana. Tapiiii, kali ini beda! Buku ini sukses bikin aku melewatkan semua itu. Cara penulis membuka dan menutup setiap bab itu asli bikin nagih dan tentu saja sangat sangat membangkitkan rasa penasaran! Karena se-penasaran itu sama kelanjutan ceritanya, begitu agak senggang dikit, aku langsung aja buka dan baca bukunya. Cuma dapet satu dua halaman juga gak masalah asal bisa ketemu Gendhis dan Mada 🤣
Menurut aku, penulis novel ini keren banget sih. Banyak adegan romantis yang biasanya cringe dan buat aku agak gak nyaman kalau di novel lain, tapi di sini, aku bisa sangat menikmati bahkan sampek ikutan salah tingkah sendiri. Interaksi dua tokoh utama di novel ini lumayan beragam dan ngasih sensasi yang beda-beda juga; ada yang bikin gemes, mesam-mesem, dag dig dug seeerr, sampai yang bikin nyesek pun ada.
Gak melulu soal romance. Karena latarnya di zaman kerajaan Majapahit, novel ini seolah mengajak kita untuk ikut membayangkan bagaimana gambaran kehidupan orang-orang di masa itu, lengkap dengan sosial budaya dan tata bahasa yang jauh berbeda dari yang kita gunakan hari ini.
Selain itu, kisah persahabatan antara tiga tokoh penting-Hayam Wuruk, Gajah Mada dan Gendhis-di novel ini juga gak kalah menariknya. Love-hate relationship mereka bikin jalan cerita jadi lebih seru dan banyak dar der dornya. Apalagi waktu tahu Hayam Wuruk juga dari masa depan. Kelakuannya sama Gendhis kayak jadi hiburan tersendiri di tengah kakunya tata krama kerajaan waktu itu.
Pesan Moral
Kita akan belajar tentang bagaimana kisah cinta yang dewasa dari novel ini. Gendhis dan Mada ada untuk satu sama lain bukan hanya sebagai pasangan yang melindungi, tapi juga senantiasa saling mendukung untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka masing-masing. Gendhis gak pernah merasa terkekang walaupun menjadi istri seorang Mahapatih dan Mada juga menorehkan prestasi terbesarnya saat menjadi suami seorang wanita yang begitu hebat. Gak ada yang merasa kecil bagi satu sama lain, mereka sama-sama berkembang, sama-sama terbang dengan sayap yang kuat sambil memastikan pasangannya selalu merasa didukung, dilindungi sekaligus dicintai.
Itulah kenapa buat aku, novel ini gak cuma sekadar kisah romansa biasa. Tapi juga gambaran tentang bagaimana pasangan yang tepat bisa ‘memaksa’ seseorang untuk mengeluarkan potensi terbaiknya tanpa perlu takut menjadi saingan bagi satu sama lain.
Rekomendasi
Buku ini aku rekomendasikan untuk kamu yang pengen baca buku hisfic romance dengan latar kerajaan Indonesia. Worth to read! Coba aja deh, pasti ketagihan!
Beli di shopee
Beli di gramedia.com

