Review Buku Ada Hantu di Rumah Ini

Review Buku Ada Hantu di Rumah Ini

Penulis: Iwok Abqary
Illustrator: Miski Nabila
Penerbit: Noura
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: 44 hal.
Personal Rating: 5 / 5 ⭐

Ada yang panik kalau rumah Nek Uti dijual. Mereka bukan manusia, tapi HANTU!!!

Sinopsis

Rumah tua Nek Uti akan dijual kepada Pak Bondan. Ia sudah berniat akan membangun rumah peristirahatan di sana. Tapi ada penghuni rumah yang tidak suka kalau rumah Nek Uti dijual. Mereka adalah Kunto dan keluarganya. Keluarga hantu itu tidak ingin kehilangan tempat tinggal. Akhirnya bersama Raki, cucu Nek Uti, mereka menyusun strategi agar rumah itu tidak jadi dijual. Apakah strategi mereka akan berhasil?



Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan

Novel bergambar yang satu ini bercerita tentang keluarga hantu yang panik karena rumah tempat tinggal mereka akan dijual dan dirobohkan. Karena tidak mau kembali tinggal di pohon beringin, mereka akhirnya bekerja sama dengan cucu pemilik rumah untuk menggagalkan rencana penjualan rumah itu. Ditulis dengan sudut pandang orang ketiga, bahasa yang sederhana dan ditambah ilustrasi yang menarik membuat novel ini menjadi bacaan yang sangat menghibur untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Kesan Membaca

Gemes banget sama novel ini!!! Dari tema cerita yang dipilih aja udah bikin aku penasaran sih. Masa iya mau ngasih bacaan buat anak tapi temanya malah hantu-hantuan? Bukannya nanti anak-anak malah jadi makin takut sama hantu ya?

Eitsss, ternyata kebalikannya loh! Novel ini kayak memutarbalikkan stereotype yang diyakini oleh anak-anak kalau hantu itu serem, jahat dan kerjaannya nakut-nakutin manusia. Di sini, Kunto dan keluarganya dikenalkan sebagai hantu yang ramah dan baik hati. Daripada serem, kelakuan mereka malah lucu, konyol dan suka membantu.

Untuk ukuran cerita anak, komposisi buku ini udah pas banget menurut aku. Ukuran font, layout dan ilustrasinya berhasil bikin pengalaman baca anak jadi lebih menyenangkan. Walaupun gak bener-bener full color, tapi kombinasi warna merah dan hitam yang dipakai malah sukses bikin ilustrasinya jadi on point.

Bukan aku aja yang udah selesai baca buku ini, tapi anakku -yang umurnya tujuh tahun- juga~ Kami berdua suka banget sama novel ini. Ceritanya yang ringan, tokoh-tokohnya yang lucu dan ilustrasinya yang gemes sukses jadi kombinasi yang bikin kami berdua betah baca novel ini.

Pesan Moral

Nek Uti dan keluarga hantu sebenarnya punya sesuatu yang bikin mereka sama-sama untung. Tapi sayangnya, mereka gak pernah ngomong aja. Setelah ketemu dan coba ngomong, akhirnya mereka bisa punya win win solution yang bikin semuanya happy.

Nah, dari novel ini kita belajar kalau komunikasi itu penting banget. Walaupun ujungnya harus komunikasi antar dua dunia yang berbeda, kalau bisa saling menguntungkan, kenapa gak dicoba aja yaa kaaan? Eiiitss, tapi buat yang berani berani aja yaa 🤭



Rekomendasi

Buku ini pas banget buat jadi bacaan anak-anak usia transisi -dari usia tujuh tahunan ke atas. Jadi aku sangat merekomendasikan buku ini buat parents yang lagi butuh bacaan untuk anak-anak yang fase bacaannya lagi naik tingkat dari buku anak-anak yang biasa. Coba deh kasih buku ini, pasti mereka bakalan suka banget! Langsung CO dari link di bawah ini yaaa~
Beli di gramedia.com
Beli di shopee

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *