Review Buku Baitul Maqdis 2

Review Buku Baitul Maqdis 2

Penulis: Felix Y. Siauw & Sinta Sari
Ilustrator: Myodauz dan Novelliani Elyanti Irawan
Penerbit: Alfatih Press
Tahun Terbit: 2024
Personal Rating: 5.0 / 5.0 ⭐

Setelah ditinggalkan Salma, Fatihlah yang datang ke Masjidil Aqsha untuk memberi makan Azam. Tapi hari itu tiba-tiba seekor burung bernama Hupu mengambil makanan Azam. Ternyata Hupu ingin menunjukkan kezaliman yang sedang dilakukan oleh zionis kepada warga Palestina di Kota Tua Yerusalem. Sejak penjajah (read: zionis) itu datang, warga Palestina harus melalui pos pemeriksaan untuk mengunjungi Masjidil Aqsho. Dan seringkali banyak dari mereka yang tidak boleh masuk kesana.

Kezaliman demi kezaliman diterima Fatih dan warga Palestina yang lain hingga raga mereka semakin jauh dari Masjid Suci, Masjidil Aqsho. Rumah dan tanah diambil serta harta benda dirampas semuanya. Tapi, apakah semangat dan kecintaan mereka juga akan semakin memudar seiring dengan jauhnya jarak itu?

🤯🤯🤯

Cerita mengharu biru dari seri pertama Baitul Maqdis berlanjut di seri kedua ini. Di buku ini dijelaskan bagaimana kota tua bersejarah yang menjadi tempat suci tiga agama ini menjadi harta karun yang diperebutkan dari masa ke masa, mulai dari peristiwa Perang Salib, pembebasan kembali oleh Salahuddin Al Ayyubi hingga kini dijajah oleh zionis laknatullah. Penjajahan yang langgeng selama puluhan tahun ini ternyata dimulai dari penjajahan pemikiran yang terus menerus hingga umat Islam tak lagi menganggap Baitul Maqdis merupakan tanggung jawab yang perlu diperjuangkan.

Setelah membaca buku ini aku jadi semakin yakin bahwa orang-orang yang Allah takdirkan disana adalah orang-orang pilihan lagi istimewa yang jika bukan mereka maka tak akan mampu. Lalu tugas kita apa? Padahal kita hanya manusia tanpa kuasa yang jauh dari tanah Palestina. Seorang Fatih, anak kecil yang kita nilai tak bisa melakukan apa-apa ternyata sedang mempersiapkan dirinya untuk membebaskan kota suci dari penjajahan. Apa yang bisa dilakukan anak sekecil itu? Ternyata hal itu bisa dilakukan oleh semua orang, termasuk aku, kamu, kita semua.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *