Penulis: Kathryn Litllewood
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: 2022 (Cetakan ke-20)
Jumlah Halaman: 298 hal.
Personal Rating: 4 / 5 ⭐
Ditinggal orang tua selama seminggu bareng tiga saudara yang gak bisa diajak kerja sama emang bikin emosi jiwa. Tapi, kalo bisa eksperimen pake buku sihir punya keluarga, kenapa enggak?
Sinopsis
Rose -bukan dari mawar, tapi nama bumbu yang lengkapnya rosemary– melihat kedua orang tuanya mencampurkan bahan-bahan sihir ke kue buatan mereka. Rose yakin itu! Tapi sayangnya dia tak pernah dilibatkan untuk membuat kue ajaib yang telah menyelamatkan orang-orang di Calamity Falls. Padahal Rose yakin dia adalah orang yang paling bisa diandalkan di atara saudara-saudaranya kalau soal kue -yang biasa, tanpa sihir.
Suatu hari, kedua orang tua Rose, Purdy dan Albert, harus pergi ke kota tetangga bernama Humbleton untuk menyelamatkan warganya yang terkena wabah flu musim panas. Mereka menitipkan sebuah buku berisi kumpulan resep ajaib berjudul Bliss Cookery Booke. Pesan orang tua Rose cukup sederhana: “TIDAK BOLEH ADA SIHIR.”
Semuanya aman terkendali sampai seorang yang mengaku sebagai bibi dari kakek buyut-buyut-buyut Rose datang, Lily namanya. Kehadiran Lily sangat membantu Rose selama orang tua mereka pergi, sampai ia tergoda untuk menunjukkan Booke padanya. Tapi sebelum itu, bukankah akan lebih seru untuk mencobanya terlebih dulu?
Rose dan saudara-saudaranya pun memutuskan untuk mencoba beberapa resep dari Booke. Tapi ternyata resep di buku ajaib itu tidak seperti resep pada umumnya. Apakah Rose dan para saudaranya bisa menciptakan keajaiban dari resep-resep itu? Atau malah jadi sumber kekacauan baru di Calamity Falls? Dan siapakah Lily sebenarnya? Benarkah dia hanya seorang bibi? Apa alasannya datang di saat orang tua Rose sedang pergi?
Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan
Buku ini ditulis dengan alur maju dan sudut pandang orang ketiga. Gaya bahasa dan terjemahannya yang terbilang sederhana dan gak ribet juga membuat buku ini jadi mudah dimengerti, terutama untuk target utama buku ini, yaitu usia middle grade.
Kesan Membaca
Dari semua buku middle grade terjemahan yang aku baca, menurutku buku ini jadi salah satu buku yang punya takaran yang pas, baik dari segi ceritanya, gaya bahasanya sampek unsur magical yang digambarkan. Petualangan Rose dan para saudaranya itu lumayan seru, menegangkan tapi tetep bisa dibilang sederhana. Kita gak perlu mikir keras untuk ngerti jalan cerita dan membayangkan efek ajaib dari setiap kue yang jadi bahan eksperimen mereka. Aku bakalan rekomendasiin novel ini sih buat anak-anak middle grade yang aku kenal, dan yakin mereka gak akan menemukan kesulitan yang berarti selama membaca novel ini -selain karena halamannya yang lumayan tebel 🤭
Tapi di sisi lain, buat aku yang udah cukup berumur dan jadi buibu, buku ini bisa dibilang lumayan bikin ngantuk yaa. Pola ceritanya lumayan bisa ketebak, villainnya juga udah mencurigakan sejak awal -walaupun yaa aku tetep nungguin sih, sihir jenis apa yang dia pake untuk ngerjain anak-anak keluarga Bliss ini.
Jadi, nyesel gak sih baca buku ini? Untungnya enggak yaa. Berhubung aku emang suka nyari buku-buku middle grade buat dibacain ke anak-anak aku plus minjemin bukunya ke @bukabukusq, ketemu sama buku ini rasanya gong banget. Akhirnya, aku punya buku yang menurutku bisa dibaca sama anak-anak tanpa meninggalkan kebingungan yang berarti.
Pesan Moral
Walaupun buku ini ditulis untuk usia middle grade, tapi sebenernya pesan moral di buku ini juga relata banget loh buat para orang tua. Di buku ini, karakter Rose dengan mudahnya bisa dimanipulasi sama orang asing karena satu hal -selain sihir, yaitu merasa tidak cukup dihargai oleh orang-orang di sekitarnya, terutama oleh orang tua. Dan begitu ada orang lain yang seolah mengakui semua kelebihan yang dimiliki oleh dirinya, Rose jadi mudah percaya dan rela melakukan apa aja yang diminta oleh orang tersebut.
Orangtuanya mencintainya dan menghargainya. Seharusnya dia menyadari itu jauh di lubuk hatinya. Namun, terkadang -seperti saat ini- mendengarnya secara langsung terasa sangat penting. (hal. 295)
Jadi, sebelum orang lain, orang tua harus jadi orang pertama yang bilang kalau anaknya istimewa dan berharga, sepakat?
Nah, untuk para target utama pembaca buku ini, pesannya cukup ditulis dalam satu formula sederhana
mengabaikan pesan orang tua + mengizinkan orang asing masuk ke rumah = bencana 🤣
Ya walaupun dapet bonus pengalaman menakjubkan yang gak akan pernah terlupakan. Tapi, kalau harus mengorbankan satu kota, apa masih mau coba-coba?
Rekomendasi
Buku ini bener-bener recommended buat anak-anak middle grade yang mau baca buku-buku fantasi yang ringan sekaligus fun. Gak harus anak-anak, buku ini juga boleh kok dibaca sama orang dewasa yang rindu sama dunia petualangan anak yang cukup ‘liar’ dan berani, hitung-hitung buat escape dari penatnya hidup orang dewasa kan 🤭
Yang mau beli bukunya bisa klik link di bawah ya~
https://s.shopee.co.id/AUiPo4P4tl

