Review Buku Ternyata Tanpamu

Review Buku Ternyata Tanpamu

Penulis: Natasha Rizky
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: 91 hal.
Sumber: Gramedia Digital
Personal Rating: 4 / 5 ⭐

Setelah dipertemukan dengan seseorang yang dicintai, perpisahan jadi kata yang paling dibenci. Katanya seolah dunia mau runtuh, nafas habis dan bara kehidupan pun meredup. Katanya tak akan sanggup jika harus melanjutkan cerita perjalanan jika harus berjalan sendirian.

Tapi bukankah perpisahan adalah keniscayaan? Jutaan manusia telah membuktikan bahwa mereka mampu walaupun tak mau. Saat tiba giliranmu, semoga kau pun juga mampu. Walau mungkin butuh waktu, semoga ada kesempatan untuk menikmati lagi cahaya kehidupan hingga lisanmu berujar, "Ternyata Tanpamu aku masih bisa berlari walau kadang masih tertatih."

Sinopsis

Selama di dunia, tak akan ada yang bisa lolos dari takdir perpisahan ini, entah itu dari jalur meninggalkan atau ditinggalkan, termasuk Aca. Buku kumpulan puisi ini berisi tentang perjuangan Aca -penulis- dalam menghadapi perpisahan yang merupakan bagian dari takdir yang digariskan bagi seorang manusia.

Awalnya pasti berat, rasanya tak sanggup jika harus berpisah dengan orang yang dicintai dan hampir selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari. Tapi melalui puisi-puisi di buku ini, Aca bercerita bahwa Allah selaku Rabb yang senantiasa menyayangi setiap hamba-Nya selalu menyediakan kelapangan bagi mereka yang meminta. Buku ini mengajarkan pada kita bahwa Allah-lah satu-satunya tempat bergantung, Dzat yang senantiasa memelihara setiap makhluk dengan kasih sayangNya yang tak terbatas.






Diksi dan Ilustrasi

Dibagi ke dalam empat bab -Perjumpaan, Harapan, Perpisahan dan Tanpamu Tanpaku-, puisi-puisi di buku ini ditulis dengan diksi yang kaya dan sarat makna. Walau tak setiap kata mudah untuk dimengerti seluruhnya, tapi rasa dari setiap karya seringkali mampu menusuk tepat di hati pembacanya. Ditambah dengan ilustrasi yang memanjakan mata, buku ini jadi kombinasi yang sempurna untuk menemani rasa yang terluka karena berpisah.

Kesan Membaca

Senang sekali karena bisa membaca buku puisi -yang katanya- terakhir Aca ini. Buku ini auto jadi pengisi daftar panjang wishlist buku yang pengen aku baca dan gak nyangka bisa kesampaian melalui langganan Gramedia Digital. Lalu apakah hasratku terpuaskan? Ternyata tidak saudara-saudara~ setelah baca versi digitalnya, aku jadi pengen buku fisiknya (huh, dasar manusia). Gimana enggak? Sajak yang ngena di hati dan ilustrasi yang cantik ini pasti asyik kalau bisa dibaca berkali-kali~



Rekomendasi

Untukmu yang mungkin sedang berjuang untuk kembali pulih dari keterpurukan karena perpisahan, aku rasa buku ini akan cocok untuk dinikmati sekaligus menjadi pengingat diri bahwa kehilangan bukanlah akhir yang menyakitkan jika ada Allah sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan.

Walaupun kamu tak ada di posisi itu, buku ini selalu bisa dinikmati jika kamu adalah penikmat puisi yang disajikan dengan penuh ilustrasi.

Yang mau beli buku fisiknya bisa klik link di bawah yaa~
https://aff.gramedia.com/s/pVdDkwOSqz
https://s.shopee.co.id/5VHFID8bvK