Penulis: Devi Raissa
Illustrator: Guntur G.
Penerbit: Rabbit Hole
Jenis Buku: Boardbook
Jumlah Halaman: 9 hal.
Rentang Usia: 3++
Personal Rating: 5 / 5 ⭐
Awalnya, aku mengira bahwa cintaku padanya adalah cinta searah yang tak akan pernah setara. Tapi nyatanya, aku adalah cinta pertama yang sering menghadirkan kecewa.
Sinopsis
“Mama”adalah sebuah bacaan yang menjadi persembahan bagi dua orang yang punya hubungan yang sangat istimewa, yaitu ibu dan anak lelakinya.
Anak laki-laki sering disalahpahami karena gerak-geriknya yang terlihat selalu mencari perhatian: kadang teriak, tantrum, bahkan sampai lempar-lempar barang dan tak jarang malah menyakiti banyak orang. Karena itu, anak laki-laki sering kali tumbuh dengan label ‘anak nakal’.
Tapi, apa iya memang begitu? Atau malah kita yang enggan mencari tahu? Maunya anak cepat mengerti, tapi kita sendiri tidak berusaha memahami.
Sebenarnya, bagaimana sih karakteristik seorang anak laki-laki? Kenapa dia lebih suka main fisik dibanding bicara baik-baik? Jawabannya akan kita temukan melalui buku ini~
Gaya Bahasa dan Penyampaian
Menjadi sebuah bacaan yang dihadiahkan untuk dua orang yang punya ikatan istimewa, buku ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang punya caranya sendiri untuk mendapatkan perhatian dari sang Mama. Bukannya bicara baik-baik, tapi si anak malah lebih sering main fisik.
Dengan bahasa yang sederhana dan ilustrasi yang cantik khas Rabbit Hole, buku ini akan mengajak setiap Mama untuk berusaha memahami apa yang dirasakan oleh anak laki-lakinya; tentang bagaimana seorang anak laki-laki berkomunikasi dan ingin dimengerti.
Kesan Membaca
Sejak pertama kali baca, aku udah merasa buku ini spesial sekali. Kelihatannya sederhana, tapi sebenarnya punya makna yang begitu dalam. Aku seperti diajak untuk mengingat kembali momen-momen di mana aku sempat merasa frustrasi dengan semua tingkah polah anak laki-lakiku yang sering sekali menguji kesabaran. Saat lelah, aku cuma bisa marah-marah tanpa berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya dia rasakan. Tapi setelah itu, aku malah merasa bersalah karena sadar kalau apa yang aku lakukan hanya berujung pada penyesalan.
Setelah baca buku ini, aku lagi-lagi belajar tentang bagaimana seorang anak laki-laki memproses perasaannya. Rumit bagi diri seorang anak lelaki, dan tugas seorang Mama adalah memahami, bukan malah memarahi.
Menjadi orang tua adalah proses pembelajaran seumur hidup. Dan aku merasa beruntung sekali bisa bertemu dengan buku ini. Karena tidak hanya berhenti di usia dini, buku ini juga dilengkapi dengan jurnal penelitian yang membahas perkembangan emosi anak laki-laki di berbagai rentang usia. Jadi harusnya drama pengasuhan bisa dikurangin yaaa~ Jangan bisanya cuma marah dan berharap anak mengerti, padahal yang kurang belajar itu ya sebenarnya kita sendiri gak sih?
Rekomendasi
Untuk buibu yang punya anak laki-laki, yuk belajar bareng dari buku ini. Untuk CO bukunya bisa pakai link di bawah yaaa~
Beli di shopee

