Penulis: Dee Lestari
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: 2015
Jumlah Halaman: 556 hal.
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐
Sumber: Panjalu e-Lib
Ada cerita cinta yang sederhana, ada pula yang butuh waktu lebih lama. Ada yang jalannya mulus, ada juga yang perlu melawan arus. Banyak yang terkapar, ada pula yang akhirnya berlayar. Hingga sampai di suatu waktu, sebuah kisah bertemu lewat perahu.
Sinopsis
Bandung menjadi tempat yang pertama kali mempertemukan kedua orang ini, Kugy dan Keenan. Bersama dua sahabat -yang juga adalah sepasang kekasih- Noni dan Eko, mereka menikmati hari-hari yang menyenangkan sebagai mahasiswa baru di kota itu.
Kugy dan Keenan punya satu kesamaan yang membuat mereka lebih mudah memahami satu sama lain: MIMPI. Kugy bermimpi untuk menjadi penulis dogeng yang andal suatu saat nanti, sedangkan Keenan bercita-cita untuk menjadi pelukis yang bisa punya pameran sendiri. Mereka sadar betul bahwa dunia tidak terlalu ramah untuk mimpi mereka berdua. Karena itu, menemukan satu sama lain adalah bagian dari jalinan cerita yang mereka nantikan.
Dari sebuah buku dongeng Kugy yang diilustrasikan oleh Keenan, mereka mulai menyadari bahwa ada perasaan yang tumbuh lebih dari sekadar pertemanan. Tapi sayangnya, ada variabel waktu yang tak mendukung perasaan itu: hingga ia berjalan dan terus berjalan; mempertemukan dan memisahkan; melupakan dan mendewasakan. Setelah segala persimpangan, akankah radar mereka cukup kuat untuk saling menemukan?
Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan
Dengan sudut pandang orang ketiga, novel ini bercerita tentang Kugy dan Keenan: dua orang dengan mimpi yang saling melengkapi. Tak ada yang bisa memahami keindahan mimpi itu seindah cara mereka memahaminya. Hingga tiba di suatu waktu, mereka menyadari bahwa ada perasaan yang tumbuh di masing-masing hati para pemimpi.
Tapi sayangnya, waktu tak mengindahkan apa yang mereka rasakan. Jalan cerita yang berliku, pencarian jati diri sebagai individu dan cinta lain yang berusaha ditiru menjadi pengisi perjalanan panjang dua orang yang sama-sama bertumbuh.
Jakarta, Bandung dan Bali menjadi tempat-tempat yang mereka lalui selama empat tahun episode kehidupan yang mendewasakan. Dengan alur maju yang runut dan berjalan perlahan, kita akan diajak untuk menikmati bagaimana waktu bersemi bagi kedua pemimpi ini.
Kesan Membaca
Buat aku, baca buku lima ratusan halaman itu lumayan menantang. Baru liat tebelnya aja udah bikin ketar-ketir, belum lagi mulai bacanya, takut gak kuat~ Eh tapi ternyata buku ini bikin aku nagih loh. Page turner banget! Aku bener-bener menikmati proses membaca buku ini. Ceritanya ringan, narasinya mengalir, perpindahan antar babnya berhasil buat aku penasaran dan susah buat berhenti baca. Aku jadi ngerti kenapa buku ini bisa populer banget sampek diangkat jadi film layar lebar.
Buku ini buat aku menikmati proses bertumbuhnya kedewasaan para tokoh di sepanjang ceritanya. Asli sih, perasaanku dibuat campur aduk banget selama baca buku ini: ada seneng, gemes, sedih, mesam-mesem, excited, terharu, macem-macem deh. Tapi yang paling bikin nyesek adalah, aku terjebak di second lead syndrome gaes~ Aku masih aja gak rela karakter se-ijo royo-royo kayak Remi dan Luhde harus berakhir sad ending. Kayak pengen bilang ke Kugy dan Keenan “Heh, kalo belum bisa move on, ya jangan mainin hati orang donngggg!” Gemeessss!
Pesan Moral
Dari buku ini kita belajar bahwa hidup dengan mimpi ternyata mampu memberi suntikan energi lebih dari yang kita sadari. Diri kita seolah bisa hidup dengan nyawa yang terus menyala. Dan bertemu dengan orang yang mencintai kita dengan mimpi yang sama adalah anugerah yang tak ternilai harganya; yang tak akan mampu terganti walau bertemu dengan seseorang yang mencintai dengan segenap hati.
Yap, soal hati, ending buku ini ngasih pelajaran bahwa ia selalu punya caranya sendiri untuk kembali dan saling menemukan. Bisa jadi dengan perjuangan atau juga dengan merelakan. Bagaimanapun caranya, yang perlu dipastikan adalah tidak akan ada penyesalan di hari kemudian. Sedang untuk formulanya, kita sendiri yang tentukan.
Rekomendasi
Buku ini khusus aku rekomendasikan untuk orang-orang yang takut duluan untuk mulai baca buku bantal. Buku ini bakalan buat kamu bertahan dengan segala keindahannya. Dan untuk kamu penyuka romance young adult dengan vibes cerita berseri, this book is absolutely for you!
Beli di gramedia.com
Beli di shopee

