Review Buku Hush Little Baby

Review Buku Hush Little Baby

Penulis: Anggun Prameswari
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: 2018
Jumlah Halaman: 340 hal.
Personal Rating: 5 / 5 ⭐
Sumber: iPusnas

“… Seorang anak dititipkan di rahimku. Bagaimana mungkin aku bisa membesarkannya, ketika ibuku sendiri tak pernah menganggapku ada?” (Bab. 4)

Sinopsis

Ruby terdiam. Kali ini ruangan tempatnya dirawat terisi banyak orang. Mereka adalah orang-orang yang menjebloskannya ke tempat ini, memisahkannya dengan bayi yang baru hitungan bulan dilahirkannya.

Rajata, Bunda Alana dan Bibi Ka berusaha meyakinkan Ruby bahwa Gendhis, anaknya baik-baik saja bersama mereka. Ruby hanya perlu beristirahat dan fokus pada pengobatannya. Berulang kali Ruby menyangkal, tapi mereka terlanjur percaya. Gerak-geriknya terlalu kentara, bahwa ia sudah cukup gila.

Salah siapa memangnya? Ruby sudah mengatakannya berkali-kali. Ia mau menikah, tapi jangan berharap ia mau menjadi ibu. Bagaimana bisa ia menjadi ibu di saat sosok ibu tak pernah hadir di hidupnya?






Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan

Aku, si orang pertama di novel ini bercerita tentang bagaimana jalan hidupnya yang penuh trauma dengan sosok yang disebut ibu. ‘Aku’ remaja harus melalui masa pubertasnya hanya bersama seorang ibu yang mulutnya tak pernah absen dari bau alkohol. Keadaan ini membuatnya mudah dimanipulasi oleh seorang pria beristri yang kemudian meninggalkannya bersama seorang bayi yang tumbuh di rahimnya.

‘Aku’ setelah dewasa punya cerita yang berbeda. ‘Aku’ bertemu dan menikah dengan pria yang sangat mencintainya meskipun ia bersikukuh tidak ingin punya anak. Trauma terhadap sosok ibu membuatnya enggan menjadi seorang ibu. Tapi takdir berkata lain, ‘aku’ malah mengandung dan melahirkan seorang bayi. Dan bayi ini yang akhirnya mengantarkannya ke jurang depresi.


Kesan Membaca

Dari awal, novel ini udah terasa banget ‘gelap’nya. Konflik psikologis tokoh utama yang diceritakan begitu detail dan dibuat seolah mempengaruhi seluruh kehidupannya sampai dewasa, bener-bener membekas dan menguras emosi. Alur maju mundur yang digunakan di novel ini juga mempertegas bagaimana trauma masa lalu menjadi bibit depresi yang dialami oleh Ruby.

Semuanya bisa dimengerti sampek aku ketemu kejutan di bagian akhir cerita. The plot twist is INSANE!!!! Gila sih novel ini, gak nyangka sama rahasia yang disimpen sama tokoh-tokohnya. Dan bisa-bisanya aku gak curiga sampek akhir cerita. Plotnya rapi dan sukses menyimpan misteri. Keren!!!

Buku ini adalah novel dark romance pertama yang aku baca. Seru sih, sampek berhasil buat aku kepikiran dan gak berhenti mau baca terus-terusan sampek selesai. Dan endingnya juga berhasil buat ‘HAH? HEH? HOH?’ seharian. Tapi apakah buku ini akan aku baca ulang? Kayaknya sih engga, traumanya dalem banget 🙃

Pesan Moral

Novel ini memberikan beberapa gambaran terburuk dari betapa mengerikannya depresi yang bisa dialami oleh seorang ibu baru. Dari Ruby, kita belajar bahwa yang diinginkannya hanyalah yang terbaik untuk Gendhis. Tapi depresi mampu mengubah keinginan itu menjadi hal yang sangat mengerikan untuk dibayangkan.

Postpartum Depression (PPD) is real! Bahkan di tengah kasih sayang yang melimpah, rumah yang mewah dan fasilitas yang ‘wah’, tak serta merta menjadi alasan seorang ibu bisa terbebas dari yang namanya depresi. Apalagi diperparah dengan judgment dari mereka yang bukan siapa-siapa tapi berlagak tahu segalanya.




Menjadi seorang ibu tak pernah terlalu mudah. Tapi jika memang dirasa begitu berat, mungkin ada sebagian diri yang perlu diubah. Tak ada salahnya untuk berbenah. Tak perlu malu untuk meminta bantuan daripada menyesal kemudian. Untukmu yang menyaksikan, tak perlu ada penghakiman. Cukup dampingi, temani dan sayangi. Siapa tahu, hal yang kita anggap kecil ini malah menjadi obat pulih yang begitu berarti.

Rekomendasi

Hidupmu lagi terlalu tenang dan butuh bacaan yang bikin dar der dor? Udah, baca buku ini aja~ dijamin bisa bikin trauma 🤣 Tapi kalau lagi banyak masalah, mending skip dulu ya. Takutnya mood kamu bisa jadi makin parah gara-gara buku ini 🤣🤣🤣
Beli di shopee

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *