Penulis: Soraya Nasution
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2020
Jumlah Halaman: 360 hal.
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐
Sumber: Panjalu e-Lib
Soalan nyari jodoh emang gak boleh asal-asalan. Kalo kata orang tua dulu harus diperhatikan bibit bebet dan bobotnya. Tapi apa iya sampek harus ada skor fit and proper test segala? Mau nyari pasangan atau seleksi calon karyawan nih?
Sinopsis
Salah satu konsekuensi ada di akhir umur dua puluhan adalah didesak untuk segera menemukan pasangan yang bisa diajak ke pelaminan. Paling tidak, itulah yang dirasakan oleh Anggun dan Ryan, sepupunya. Bukannya gak mau nikah, tapi nyari jodoh kan emang gak segampang itu. Anggun sendiri sebenernya gak lagi jomblo, cuma juga gak cukup sreg sama pacarnya yang sekarang. Beda sama Ryan yang jadi jomblo karatan karena gagal move on dari pacar yang sebelumnya.
Salah satu faktor yang nambah pressure ke mereka berdua adalah track record keluarga yang selalu dapet pasangan yang hampir sempurna. Papa dan mama Anggun selalu menekankan pentingnya bibit, bebet dan bobot dalam memilih pasangan. Bahkan sampai ngasih saran untuk bikin fit and proper test lengkap dengan skornya sesuai dengan buku PMBOK Guide.
Karena Anggun gak yakin sama pacarnya yang sekarang dan Ryan juga masih belum ketemu sama calon pasangan, mereka berdua memutuskan untuk mengikuti saran orang tua Anggun untuk menyusun fit and proper test untuk mendapatkan pasangan yang potensial. Kalau skornya bagus, ya lanjut. Kalo enggak, ya putus. Tapi, apa iya semuanya hanya soal angka?
Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan
Dengan alur maju dan gaya bahasa yang ringan khas kehidupan perkotaan, novel ini bercerita tentang perjalanan Anggun dalam mencari calon suami yang potensial. Tapi gak sekadar cap cip cup dan asal pdkt sama sembarang orang, Anggun memilih untuk menggunakan metode fit and proper test ala buku PMBOK Guide untuk mendapatkan pasangan dengan nilai yang paling memuaskan. Bersama Ryan, sepupunya yang jomblo korban gagal move on dari sang mantan, mereka pun mulai menyusun kriteria penilaian dan siap melakukan seleksi calon pasangan.
Tapi setelah dijalani, prosesnya ternyata gak semudah itu. Anggun yang udah mulai menetapkan pilihan ke satu orang, malah harus diuji sama kehadiran orang lain. Belum selesai satu skor final untuk satu calon potensial, malah kepincut sama pesona cowok lain yang ternyata punya keluarga yang lumayan bikin pusing kepala. Nah, sudut pandang orang pertama yang digunakan di novel ini akan membawa kita sebagai pembaca merasakan kegalauan Anggun dalam membuat keputusan di antara dua pilihan.
Kesan Membaca
Dari awal, aku udah enjoy sama gaya bercerita novel ini yang ringan dan page turner banget. Buku ini juga tipe buku yang bikin betah dibaca lama-lama karena alurnya yang mengalir dan isi setiap bab yang relatif singkat. Jadi kita berasa nanggung terus gitu loh selama baca buku ini. Dan eh, tau-tau udah hampir selesai aja~
Aku juga suka konflik yang dipilih penulis yang bikin galau si Anggun sebagai tokoh utamanya. Dilema antara milih ikutin standar orang tua atau cenderung ke isi hati sendiri, berasa banget di novel ini. Penyelesaian konfliknya juga masih realistis banget menurut aku, gak maksa tapi tetep kerasa berjuangnya. Novel ini adalah tipe-tipe novel romance yang jadi preferensi aku. Cukup romantis tapi gak bikin merinding, cukup touchy tapi gak sampek bikin geli.
Pesan Moral
Nyari jodoh emang bukan perkara gampang, banyak pertimbangan yang harus diperhatikan. Metode apa pun boleh aja dipake buat dapetin calon dengan potensi yang terbaik. Tapi dari novel ini kita bisa belajar kalo udah soal hati, skor masih bisa jadi bahan kompromi. Kan yang kita cari adalah calon pasangan, bukan lagi seleksi buat kerja di perusahaan.
Rekomendasi
Buat kamu yang suka romansa perkotaan yang ringan tapi tetep berkesan, buku ini rekomen banget deh. Yang lebih suka baca buku fisiknya, boleh cek link di bawah yaaa~
Beli di gramedia.com
Beli di shopee

