Review Buku Halte Alam Baka

Review Buku Halte Alam Baka

Penulis: Kai Elian
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: 280 hal.
Personal Rating: 4 / 5 ⭐

Jika punya kesempatan untuk bertemu dengan orang yang sudah meninggal, siapa yang paling ingin kamu temui? Apa alasannya? Adakah hal yang ingin kamu tanyakan? Atau hanya sekadar ingin menyampaikan kerinduan karena telah lama ditinggal sendirian?

Sinopsis

Halte Alam Baka -begitu Julian menamainya-, sebuah halte misterius berwarna serba merah yang muncul tiba-tiba bersama dengan seorang nenek yang sedang merajut di bangkunya. Berdasarkan cerita para narasumber di rubrik ‘Kisah Pembaca’, nenek itu mempertemukan mereka dengan orang-orang terdekat yang sudah meninggal. Dan uniknya, selalu ada buah tangan berupa rajutan yang bertahan dan tidak ikut hilang setelah pertemuan itu. Jadi, hampir bisa dipastikan bahwa pertemuan itu nyata, bukan sekadar halusinasi orang yang mengalaminya.

Liputan tentang Halte Alam Baka ini viral sejak pertama kali terbit. Inbox dan sosial media kantor berita ‘Suara Kita’ penuh dengan berbagai respon pembaca. Banyak yang mengirimkan pengalaman serupa, tapi tak jarang isinya juga hanya karangan belaka. Karena itu, Julian merasa perlu melakukan penyelidikan khusus tentang halte ini. Bagaimana cara menemukannya? Dan siapakah sebenarnya nenek yang merajut di bangku halte itu?

Dalam perjalanan penyelidikannya, Julian bertemu dengan banyak orang. Dan tanpa ia sadari, orang-orang itu adalah mereka yang berkaitan dengan masa lalu dan masa depannya. Siapakah mereka? Apa hubungan Julian dengan orang-orang ini?




Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan

Novel ini bercerita tentang sebuah halte yang mempertemukan seseorang dengan orang terdekatnya yang sudah meninggal. Tapi tentu saja dengan cara yang tidak disengaja. Hanya orang-orang terpilih yang bisa melihat dan mendatangi halte itu. Bagi Julian, halte ini awalnya hanyalah sebuah cerita untuk mengisi rubrik ‘Kisah Pembaca’ di kantor media tempat ia bekerja. Tapi tanpa ia sadari, kehadiran halte ini menjadi penghubung dirinya dengan orang-orang yang berkaitan dengan kisah hidupnya di masa lalu dan masa depan.

Novel ini punya dua lini waktu berbeda -199X dan 202X- yang disatukan oleh benang merah yang sama yaitu permainan politik dan media. Di tahun 199X, kita akan disajikan tentang bagaimana perjalanan seorang Tessa membangun karir politiknya dengan menampilkan image yang sempurna dan tanpa celah. Apa mungkin? Tentu saja! Dengan bantuan media dan pengorbanan yang bisa dibilang tak murah, ia pun berhasil melenggang menjadi anggota dewan bahkan di tengah segala kerusuhan dan krisis keuangan waktu itu.

Tapi yang namanya bangkai, lama-kelamaan pasti akan tercium juga. Di tahun 202X, menjelang pencalonannya di kali kelima, seorang wartawan senior bernama Darryl menyelidiki kembali kisah masa lalunya. Dan dari sinilah satu demi satu kejadian di dua lini waktu yang berbeda menemukan hubungannya.



Kesan Membaca

Aku memutuskan membaca buku ini karena rating yang menggoda dari beberapa akun yang aku follow di instagram. Sebenarnya, aku agak trauma sama penulis yang satu ini karena aku pernah baca karya beliau yang ada unsur LGBTnya (di novel ini). Tapi setelah memastikan kali ini ‘bersih’ dan banyak yang bilang bagus, akhirnya aku beli jugaaa 😌

Jadi, nyesel gak? Alhamdulillah sih enggak yaa~ Overall, aku suka sama novel ini. Aku akui plotnya keren banget. Walaupun kelihatannya lompat-lompat, tapi penulis bisa menyatukan ceritanya menjadi satu kesatuan yang utuh dan gak buat bingung sama sekali. Kalau gak diselingi sama kesibukan domestik buibu dan para buntutnya, aku rasa aku bisa ngabisin novel ini sekali duduk. Karena emang seru dan penasarannya dapet banget.

Terus kenapa ratingnya gak full nih? Hem~ ada dua hal dari novel ini yang kurang cocok di aku. Yang pertama, aku kurang srek sama konflik utama -selain kebusukan politik- yang diangkat di novel ini. Kayak “kenapa kesalahan ini harus diwariskan sampai antar generasi gitu loh?” Dan bukannya makin baik, malah lebih parah. Walaupun bisa diterima dengan segala latar belakangnya, aku tetep gak rela aja gitu. Udah lah, emang dasar gak cocok di aku aja 🤣

Yang kedua, ending untuk antagonisnya yang kurang greget. Aku pengennya agak lebih dramatis, dihukum seberat-beratnya, terus dibuat menderita sampek akhir hayat (((sadis benerrrr 🤣))). Tapi ternyata -buat aku yaaa, buat akuuuuuu- akhirnya malah anti klimaks. Cukup mengecewakan sih~ tapi lagi-lagi bisa dimengerti karena kalau endingnya dibuat mengenaskan bisa-bisa pesan utamanya malah gak nyampek ntar wkwk

Pesan Moral

Novel ini memberi gambaran tentang bagaimana chaosnya kerusuhan di tahun ’98. Dunia luar begitu mencekam, terutama bagi mereka yang keturunan -atau cukup mirip- Tionghoa. Massa yang marah siap menjarah dan membakar aset serta mengeksekusi mereka yang tak bersalah jika terlihat di jalanan. Peristiwa itu membuat banyak orang bukan hanya kehilangan harta, tapi juga anggota keluarga. Mereka yang terpisah harus berusaha bertahan sendirian di tengah segala ketidakpastian. Novel ini membuat aku sadar bahwa hidup dengan rasa aman adalah harta yang tak ternilai harganya.

Ada kalanya sejarah terasa begitu menyakitkan untuk dikenang. Tapi, terkadang kita perlu diingatkan kembali bahwa sejarah terdiri dari banyak cerita yang bisa kita ambil hikmahnya. Dan pengorbanan mereka yang gugur bersama sejarah tidak seharusnya sia-sia di tangan generasi yang enggan untuk mempelajarinya. Apa yang terjadi di masa lalu bukan hanya sebuah cerita, tapi mereka adalah bagian yang membentuk diri kita hari ini, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Rekomendasi

Buku ini aku rekomendasiin buat kamu yang suka sama cerita fiksi sejarah yang ada elemen fantasinya. Buku ini juga cocok buat kamu yang suka cerita-cerita slice of life dengan bumbu-bumbu kebusukan politik. Kalau kamu tertarik, bisa CO buku ini dari link di bawah yaaa~
Beli di gramedia.com
Beli di shopee

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *