Review Buku A Love Like This

Review Buku A Love Like This

Penulis: Ayu Rianna
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2022
Jumlah Halaman: 328 hal.
Sumber: Gramedia Digital
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐

Sinopsis

Selena diterima sebagai pastry chef baru di restoran tempat Lei bekerja, The Capital Beijing. Dapur restoran yang sedang naik daun di pusat kota Beijing itu menjadi tempat pertemuan pertama dua sahabat, tepatnya mantan sahabat karena mereka sendiri sudah lima tahun putus kontak, menghilang tanpa kabar sama sekali. Tapi bukannya gembira karena bertemu kembali setelah sekian lama, canggung dan asing malah jadi perasaan yang mendominasi pertemuan mereka.



Lei menghilang dari kehidupan Selena bukan tanpa sebab. Kejadian hari itu menjadi alasan yang cukup untuk Lei pergi dan membiarkan Selena mendapatkan kebahagiaannya sendiri. Tapi Selena kembali dengan cara yang tak pernah dibayangkan oleh Lei sebelumnya. Dan saat jarak mereka semakin dekat, perasaan yang telah lama Lei lupakan akhirnya muncul kembali.

Menyatakan cinta kepada sahabat adalah salah satu hal yang sangat menantang bagi Lei karena ia berpotensi untuk kehilangan wanita sekaligus sahabat yang disayanginya sejak lama. Tapi bukan itu tantangan satu-satunya. Lei masih harus berjuang lebih keras agar Selena bisa sembuh dari trauma masa lalu yang menghantui hidupnya. Apakah Lei akhirnya berhasil mendapatkan hati Selena yang pernah terluka atau malah terjebak friendzone selamanya?

Unsur Intrinsik Novel

Novel ini ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga dan alur maju mundur dengan timeline yang jelas. Selain bercerita tentang kehidupan Lei dan Selena yang bertemu kembali setelah lima tahun, novel ini juga menceritakan naik turunnya hubungan persahabatan mereka yang sudah terjalin sejak kecil.

Novel ini berlatar di Tiongkok, khususnya Beijing. Karena baru kembali ke kota ini setelah sekian lama, Selena sering mengajak Lei untuk berjalan-jalan menyusuri berbagai tempat masa kecil mereka di kota itu sambil singgah di berbagai tempat makan yang pernah mereka kunjungi dulu. Tak hanya Beijing, mereka juga ke Sichuan untuk belajar membuat tanghua langsung dari ahlinya. Tak hanya menggambarkan kota Beijing dengan segala pesonanya, novel ini juga menonjolkan berbagai budaya Tiongkok, dari mulai bangunan, makanan hingga pandangan hidup masyarakatnya.

Kehidupan sebagai staff restoran fine dining juga merupakan salah satu pesona yang sangat menarik dari novel ini. Selena sebagai pastry chef membuat berbagai macam dessert yang memanjakan mata dan lidah di saat yang bersamaan. Bukan hanya mengandalkan resep khas barat yang dipelajarinya selama kuliah di Prancis, Selena juga menggabungkan rasa-rasa autentik dari berbagai daerah di Tiongkok. Dari novel ini, aku jadi tahu berbagai hidangan khas negeri tirai bambu dengan berbagai karakteristiknya.




Kesan Membaca

Siapa sih yang bisa menolak pria matang nan mapan dengan spek ijo royo-royo? Gak ada kaaannn? Tapi kalo yang dideketin itu buta warna ya pasti susah 🤣 Siapa itu? Selena orangnya. Setelah terjebak friendzone, trauma untuk menjalin hubungan yang serius sukses buat aku gregetan selama baca novel ini. Apalagi saking ijonya, si Lei ini seolah mengutamakan kebahagiaan sang sahabat di atas segalanya, udah sampek mau diambil orang pun dia gak masalah, asal bersaing secara fair aja katanya. Gedeg sih, tapi cara Lei menjaga dan selalu ada saat Selena membutuhkan, tetep aja bikin meleleh 🫠








Selain trope friend to lover dengan kadar romance pas yang bikin gemes, aku juga suka setting utama novel ini yang gak jauh-jauh dari makanan. Sebagai orang yang punya hobi makan di berbagai kesempatan, aku bener-bener menikmati semua dessert yang dibuat Selena (sebenernya membayangkan aja sih, soalnya kalo beli yang aslinya belum sanggup 🤣). Gak cuma dessert, Lei dan Selena juga sering makan makanan khas Tiongkok sambil jalan bareng. Kesimpulannya, baca novel ini berpotensi nambah berat badan karena bawaannya jadi pengen makan terus, tapi aku sukaaa 🤣

Novel ini juga jadi trigger aku buat nonton dracin. Tapi setelah nontonin sampek selesai, ternyata feelnya tetep beda ya sama baca novel. Kayaknya emang bukan selereku aja sih 🤣

Pesan Moral

Tak cukup tersakiti selama menjalani kehidupan berumah tangga, bercerai dan berjuang untuk sembuh dari traumanya, Selena juga masih harus berhadapan dengan stereotype yang menganggap kegagalan rumah tangga bagi perempuan, sama dengan kegagalan hidup dan gak ada kesempatan lagi untuk bangkit. Parahnya, hal itu didapatkan dari sesama perempuan dengan latar belakang ras yang sama. Bukannya mendukung tapi malah membuat orang yang terkena musibah makin terpuruk.

Hal yang dialami Selena bukan hanya ada di dunia fiksi, tapi nyatanya terjadi di sekitar kita juga. Bahkan di era modern seperti saat ini, rasanya dunia belum bisa sepenuhnya ramah bagi banyak wanita yang pernah gagal di luar sana. Padahal setiap orang berhak untuk kesempatan kedua, termasuk perempuan.

“Hanya karena masa lalu tidak berjalan seperti yang kauinginkan, bukan berarti masa depanmu tidak bisa menjadi lebih baik.” (hal. 257)

Walaupun sepertinya masih butuh waktu yang panjang untuk menghilangkan semua stereotype yang terlanjur mengakar, paling tidak kita bisa mencoba menjadi ruang aman bagi sesama perempuan yang sedang berjuang. Karena di saat terberat, satu dua orang yang memberikan pelukan, bisa jadi sudah cukup untuk mengembalikan semangat yang pernah padam.

Rekomendasi

Aku mau rekomendasiin novel ini buat para bucin cerita romance yang bikin gemes, buat yang suka nontonin kompetisi masak di tivi dan buat kamu para penyuka dessert dan chinese food. Terakhir, untuk perempuan-perempuan yang sedang berusaha untuk sembuh dari trauma dan menemukan kembali jati diri yang sempat hilang, buku ini bisa banget jadi bacaan yang nyaman buat kamu.

Yang mau beli buku fisiknya bisa klik link di bawah ya~
https://s.shopee.co.id/AUgx5EntqU

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *