Review Buku Teka-Teki Terakhir

Review Buku Teka-Teki Terakhir

Penulis: Annisa Ihsani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2014
Jumlah Halaman: 256 hal.
Sumber: iPusnas
Personal Rating: 4.5 / 5 🌟







Mendapatkan nilai 0 ternyata tidak sepenuhnya buruk. Karena nilai kuis Matematika sialan yang dibuang Laura di tempat sampah tetangga, ia malah mendapat kesempatan untuk mengenal pasangan yang tinggal di Jalan Eddington nomor 112. Dikenal aneh dan misterius, banyak rumor yang mengatakan bahwa pasangan yang tinggal di rumah mewah itu sebenarnya adalah ahli kimia, bangsawan yang melarikan diri atau ahli botani gila yang sedang meneliti tanaman langka.

Tapi setelah masuk ke sana, ternyata mereka terlihat lebih normal daripada rumor yang beredar. Tuan Maxwell adalah ahli matematika yang menghabiskan hampir sepanjang hidupnya untuk membuktikan sebuah teorema yang berumur ratusan tahun. Dan Laura adalah anak beruntung yang bisa mengenal sekaligus belajar Matematika langsung dari ahlinya. Bahkan lebih dari itu, Laura menjadi saksi perjalanan pembuktian sebuah teorema yang legendaris.

Berlatar di tahun ‘90an, novel teenlit bergenre fiksi sejarah ini ditulis dengan alur maju dan menggunakan POV orang pertama yang menurutku sangat tepat karena isi pikiran Laura yang masih polos dan terkadang lucu bisa tersampaikan dengan sangat baik berkat penggunaan POV ini.

Aku suka tema unik yang diangkat di novel ini: perjalanan pembuktian sebuah teorema matematika oleh tetangga dekat rumah. Di novel ini, Tuan Maxwell mengajarkan Laura beberapa rumus matematika dan istrinya banyak menceritakan bagian sejarahnya. Buatku yang dulunya (read: waktu sekolah) cukup tertarik dengan matematika, buku ini jadi bacaan yang seru sekaligus buat nostalgia. Rumus-rumus yang ada di novel ini juga buat aku mikir. Walaupun sebenarnya bisa aja di-skip, tapi hatiku gak tenang aja kalo gak bener-bener ngerti 🤣

Aku seneng dan puas sekali bisa ketemu novel ini sebagai buku penutup tahun 2024 plus dibuat lumayan kaget waktu tahu penulis buku ini adalah orang Indonesia, karena vibe baca buku ini kayak lagi baca buku terjemahan. Kayaknya buku ini bisa jadi novel pertama yang akan aku rekomendasiin buat dibaca sama kenalan aku yang masih remaja sih~

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *