Penulis: Sakae Tsuboi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021
Jumlah Halaman: 248 hal.
Sumber: iPusnas
Personal Rating: 4 / 5 🌟
Kamu punya guru yang paling berkesan sampai sekarang? Entah itu karena cara mengajarnya atau malah karena kenangan buruk yang tak terlupa? Menikmati buku yang bercerita tentang cinta dan perjuangan seorang guru di tengah keadaan yang serba sulit di novel ini mungkin bisa membawa kembali memori bersama dengan sosok yang bisa jadi sedang kamu rindukan.
Miss Oishi adalah guru baru yang mengajar di sekolah cabang dengan jarak delapan kilometer dari rumahnya. Namun walaupun perjuangan untuk ke sekolah bukanlah hal mudah, sayangnya pandangan penduduk desa terpencil itu terhadap dirinya tidaklah begitu baik. Dia dianggap terlalu modern karena mengendarai sepeda dan menggunakan setelan bergaya barat saat masyarakat di desa itu masih menggunakan kimono. Guru baru ini juga tidak lepas dari kenakalan dua belas anak muridnya di sekolah. Dan karena itu, ia harus rela untuk berhenti mengajar di desa itu karena urat tumitnya yang cedera. Lalu apakah hal itu kemudian membuat Miss Oishi kapok dan membenci murid-muridnya?
Berlatar saat perang Jepang dan ditulis dengan pov orang ketiga, novel ini bercerita tentang beratnya pergolakan batin seorang guru yang berjuang untuk mengajar penerus bangsa saat realita yang menunggu para anak laki-laki adalah gugur di medan perang sedangkan anak perempuan akan menjadi orang yang ditinggalkan, entah oleh ayah, suami maupun saudara laki-laki mereka. Kedua belas siswa Miss Oishi di sekolah cabang itu mempunyai takdir yang berbeda, tapi mereka semua punya satu kesamaan: perang meninggalkan luka yang mendalam bagi mereka.
Melalui tokoh Miss Oishi, aku bisa merasakan bagaimana rasa cinta seorang guru yang tumbuh dengan sangat tulus bagi para siswanya. Walaupun raga tak lagi bertemu, harapan dan cita-cita seorang guru bagi sang penuntut ilmu tak akan mudah disapu oleh waktu. Dan ketulusan itu akhirnya berbalas rasa yang setara -walau tak akan pernah sama- dari mereka yang pernah dicinta. Kendati butuh waktu lama, hingga raga mulai renta dimakan usia.

