Review Buku Funiculi Funicula: Kisah-kisah yang Baru Terungkap

Review Buku Funiculi Funicula: Kisah-kisah yang Baru Terungkap

Penulis: Toshikazu Kawaguci
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2023
Jumlah Halaman: 199 hal.
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐

Udah baca buku Funiculi Funicula: Before the Coffee Gets Cold? Kalau udah, ini dia lanjutannya~

Dengan nuansa sepia yang tak sedikitpun berubah bertahun-tahun lamanya, Funiculi Funicula masih menjadi kafe yang bisa membawa seseorang melakukan perjalanan waktu: ke masa lalu ataupun masa depan. Tapi tentu saja tak akan segampang itu~ Berbagai macam syarat harus dipenuhi untuk bisa melakukan perjalanan waktu. Salah satunya adalah sang penjelajah harus menghabiskan kopi yang disajikan sebelum dingin untuk bisa kembali ke masa kini. Jika tidak, maka penjelajah tersebut akan menjadi hantu. Dan dengan konsekuensi yang cukup besar ini, keadaan masa kini tak akan berubah walau apapun yang dilakukan saat perjalanan waktu berlangsung.

Di buku kedua ini, ada empat pengunjung yang melakukan perjalanan waktu dengan meminum kopi yang disajikan oleh Kazu. Ya, seperti di buku yang pertama, Kazu masih menjadi pramusaji yang mengantarkan orang-orang ke masa lalu atau masa depan. Mungkin sebagian pembaca buku Funiculi Funicula yang pertama ada yang bertanya-tanya (termasuk aku): "kenapa hanya Kazu yang bisa menyajikan kopi juga menenangkan hantu wanita bergaun putih yang mengamuk?"

Setelah digantung di buku pertama, ternyata jawaban pertanyaan-pertanyaan itu ada di buku kedua ini. Sesuai judulnya "Kisah-kisah yang Baru Terungkap", seri kali ini menceritakan kisah yang 'disembunyikan' di buku pertama serta menyatukan kepingan-kepingan kisah hidup Kazu melalui perjalanan waktu para pengunjung kafe.

Secara umum, vibes membaca buku pertama dan kedua ini sangat mirip: menghangatkan hati sekali. POV orang ketiga dan alur maju mundurnya tak berubah serta para tokoh di buku kedua ini yang masih ada kaitannya dengan buku pertama. Tapi ada satu tokoh tambahan yang membuat buku ini makin menarik, dia adalah Miki: anak dari pemilik kafe ini, Nagare. Miki dan tingkah randomnya jadi moodbooster tersendiri buat aku. Celotehan lucunya selalu bisa mencairkan suasanya yang seringkali sendu karena perjalanan waktu.

Jadi, harus baca buku pertama dulu untuk baca buku yang ini? Menurutku engga juga gak masalah sih~ Karena semua suasana, peraturan dan setiap tokoh dijelaskan lagi di buku ini. Walaupun ada cerita yang saling berhubungan, tapi gak sampek buat pembaca bingung dan gak ngerti alur cerita di buku ini kok~

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *