Review Buku Finding My Bread

Review Buku Finding My Bread

Penulis: Song Soeng-Rye
Penerbit: POP
Tahun Terbit: 2022
Jumlah Halaman: 180 hal.
Sumber: iBI Library
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐

"Tak masalah dibayar dengan gaji yang sedikit lebih kecil asal aku bisa bekerja sesuai dengan passionku," begitu kata fresh graduate idealis yang saat itu sedang bertualang mencari pekerjaan. Katanya dengan bekerja di bidang yang kita sukai akan membuat kita bahagia dan minim stres dalam menjalaninya. Kita juga tak akan mempertanyakan alasan kita bertahan karena apa yang kita impikan sudah tercapai sepenuhnya. Benarkah begitu?

Buku ini ditulis oleh seorang wanita yang menjadikan baking sebagai healing bagi dirinya. Disaat para gadis lain melihat tas atau sepatu sebagai sesuatu yang membahagiakan, baginya peralatan baking jauh lebih menyilaukan. Di tengah naik turun fase hidupnya, Sunny -penulis- akhirnya memilih kegiatan yang paling membuatnya nyaman sebagai pekerjaannya, yaitu membuat dan menjual roti.

Menjalani apa yang disukai sebagai pekerjaan nyatanya tidak membuat hidup Sunny selalu indah dan bahagia. Di buku ini Sunny menuliskan bagaimana sulitnya membangun sebuah bisnis dari hobi, yaitu membuka toko roti. Ada kalanya ia gagal membuat roti, gagal memenuhi pesanan, kehabisan ide sampai merasakan gangguan kecemasan karena bekerja tanpa hari libur.

Berulang kali ia juga mempertanyakan jalan hidup yang diambilnya, apakah semua yang dilakukannya sudah seharusnya atau malah sebaliknya. Berulang kali juga ia ingin menyerah, namun lagi-lagi ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa pekerjaan ini adalah apa yang disukainya. Entah jalan hidup mana lagi yang bisa dicobanya jika ia kehilangan kesenangannya dalam membuat roti. Jadi jikapun jalan ini gagal, ia tak akan menyesal.

Sunny dan kisah hidupnya membuat kita -setidaknya aku- menyadari bahwa sebagaimanapun pekerjaan itu kita sukai, nyatanya pekerjaan juga layaknya fase hidup: tak akan selamanya mudah lagi indah. Namun setidaknya saat masa dimana kita merasa kecil, kita bisa mencoba untuk mengingat lagi bagaimana pekerjaan ini sebenarnya adalah hal yang juga paling membahagiakan untuk kita. Dengan begitu seperti Sunny, tak akan ada penyesalan di hari kemudian. Dari Sunny juga kita bisa belajar bahwa kelemahan -bagi Sunny adalah alerginya terhadap gluten- malah bisa menjadi kesempatan yang hanya bisa diambil oleh orang-orang pilihan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *