Penulis: Nicco Machi
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2023
Jumlah Halaman: 192 hal.
Direview oleh: @kazread_ di Instagram
Blurb

Selamat datang di Pulau Tingka, sebuah pulau terpencil di Laut Jawa, tepatnya di sebelah timur laut Madura. Pulau ini unik, sebab penduduknya berbicara dengan bahasa Indonesia baku dan menganut kepercayaan lokal yaitu kepercayaan Midaya. Layaknya agama yang lain, kepercayaan ini memiliki peraturannya sendiri, tapi yang paling unik, semua pemuka agamanya adalah perempuan. Joe merupakan mahasiswa jurusan Kimia biasanya yang lebih akrab dengan tabung reaksi dan zat-zat senyawa. Namun, dia nekat datang ke Pulau Tingka sendirian, dengan dalih melakukan penelitian Antropologi. Sejatinya penelitian tersebut dilakukan oleh kekasihnya, tapi karena satu hal, Joe harus menyamar dan menggantikan sang peneliti. Joe ingat ada misi tersembunyi yang ingin dilakukan kekasihnya dalam penelitian di Pulau Tingka. Kini, Joe yang harus menggenapinya.
Review
KAMU HARUS BACA INI 😭😭🫶🏻
Novel misteri dengan kearifan lokal 🚨🚨
Bercerita tentang Joe seorang mahasiswa jurusan Kimia yang menggantikan kekasihnya seorang mahasiswi Antropologi untuk melakukan penelitian di pulau Tingka.
Pulau Tingka adalah pulau terpencil di Laut Jawa. Yang membuat pulau Tingka sangat unik karena mereka berbicara menggunakan bahasa Indonesia baku dan menghayati suatu kepercayaan yang bernama Midaya. Kepercayaan Midaya menyembah Mahadewi Midaya dan dua belas putrinya.
Novel ini menggunakan pov orang ketiga dan terbagi dalam 3 bagian. Alur novel ini termasuk cepat, sejak awal aku sudah dibuat penasaran ada apa di pulau Tingka dan mengapa Joe datang kesana.
Yang aku suka dari novel ini adalah cara penulis menyampaikan masalah yang dihadapi penduduk Tingka sebagai penghayat kepercayaan lokal yang agamanya tidak diakui di Indonesia membuat mereka kesulitan dalam urusan administrasi. Karena tidak adanya pengakuan dari negara, sering kali terjadi konflik horizontal di masyarakat yang menganggap bahwa penghayat kepercayaan lokal adalah orang-orang yang sesat dan pantas dikucilkan bahkan ‘disingkirkan’. Aku juga suka cara penulis menyampaikan kritik tentang cara pandang masyarakat kota pada masyarakat pulau terpencil yang selalu menganggap bahwa masyarakat pulau terpencil adalah manusia primitif.
Terakhir, novel ini sangat worth to read karena segala pertanyaan semuanya terjawab di bab akhir dan aku katakan sekali lagi bahwa cerita di novel ini adalah misteri yang sangat tragis. Tapi tenang, novel ini tidak akan melukai hati mungilmu💔
Sebelum membaca novel ini aku beri ⚠️bahwa novel ini mengandung unsur 18+ dan su1c!de⚠️ jadi mohon bijak sebelum membaca yaa.






