Review Buku Things Left Behind

Review Buku Things Left Behind

Penulis: Kim Sae Byeol dan Jeon Ae Won
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2022
Jumlah Halaman: 199 hal.
Sumber: iBI Library
Personal Rating: 5 / 5 ⭐

Bagi kebanyakan orang, kematian adalah hal yang tabu sekaligus menakutkan untuk dibahas. Tapi hal itu sepertinya tidak berlaku bagi penulis buku ini. Penulis adalah seorang CEO dari perusahaan yang mengurus barang-barang orang yang sudah meninggal. Tentu saja bukan meninggal dengan cara biasa yang mungkin sering kita dengar sehari-hari. Para almarhum yang dimaksud adalah mereka yang meninggal dalam kesepian.

Sinopsis

Saat bekerja sebagai pengurus jenazah di pemakaman, ia dipertemukan dengan seorang wanita yang memintanya untuk membereskan barang-barang ibunya yang telah meninggal sendirian tanpa langsung diketahui oleh orang lain. Saat itu, penulis menyadari bahwa terkadang anggota keluarga, teman atau kerabat membutuhkan orang lain untuk membereskan barang-barang peninggalan almarhum bukan karena tak mau, melainkan tak mampu karena kesedihan atau rasa bersalah yang terlalu dalam terhadap mereka yang meninggal dalam kesepian. Hal inilah yang kemudian membuat penulis memilih untuk mendirikan sebuah perusahaan yang mengurus barang-barang orang yang sudah meninggal.

Melalui pekerjaan ini, penulis menemukan kepingan kisah kehidupan orang-orang yang meninggal seorang diri. Kisah-kisah itu diperoleh penulis melalui cerita dari orang-orang terdekat -keluarga, tetangga, teman atau pemilik rumah sewa-, surat resmi lembaga yang memanggil jasa mereka hingga catatan yang almarhum tulis sendiri. Dari mengurus barang-barang yang ditinggalkan almarhum, penulis menyadari bahwa:

... bukan soal seberapa dalam dia mati dalam kesepian.
Tetapi, seberapa dalam dia hidup dalam kesepian.

Hidup dalam kesepian mengakibatkan kematian dalam kesepian tanpa ada yang mendampingi. (hal. 97)

Gaya Penulisan dan Penyampaian

Buku ini berisi kumpulan kisah orang-orang yang meninggal dengan kesepian. Dan karena kesepian itu, seringkali jenazah ditemukan berhari-hari hingga berminggu-minggu kemudian sehingga bekas tempat kematian jenazah tersebut harus benar-benar distrerilkan agar bisa digunakan kembali. Penyebab kematiannya pun beragam, dari yang natural karena penyakit, karena bunuh diri ataupun korban tindak kejahatan yang dilakukan orang lain.

Kisah para almarhum ditulis dengan bahasa yang sederhana dan alur yang mengalir sehingga menjadi cerita utuh yang sangat menyentuh. Membaca buku ini seolah membaca kumpulan cerita fiksi tentang kematian ditambah perenungan yang mendalam tentang makna kehidupan tanpa banyak dilebih-lebihkan. Ini adalah salah satu hal yang membuat aku sangat menyukai buku ini. Semua pesannya tersampaikan dengan sangat baik tanpa perlu melibatkan terlalu banyak drama yang menguras perasaan.

Pesan Moral

Di negara asal penulis, yaitu Korea, kematian dalam kesepian bukanlah hal baru dan angkanya juga tidak sedikit. Seringkali orang yang meninggal dengan berbagai sebab tidak disadari oleh orang terdekatnya karena mereka cenderung sibuk dengan urusan masing-masing sehingga jenazah orang tersebut baru ditemukan setelah membusuk sekian lama. Oleh karena itu, jasa perusahaan yang didirikan oleh penulis menjadi bantuan yang sangat dibutuhkan oleh orang yang ditinggalkan.

Sebagai seorang manusia yang saling membutuhkan kehadiran manusia lain, hidup dengan kepedulian harusnya bukanlah sesuatu yang begitu asing untuk dilakukan. Namun, kemudahan teknologi yang seolah menggantikan manusia senantiasa mengikis rasa itu sedikit demi sedikit hingga akhirnya tetangga tak lagi saling menyapa dan keluarga tak lagi saling terbuka. Melalui buku ini, penulis mengajak pembaca untuk lebih menghargai kehidupan. Walau tuntutan untuk memiliki banyak materi atau mencapai segala macam standar kesuksesan itu penting, tapi saat kematian datang, tak ada yang lebih bernilai dari keluarga serta orang terdekat yang menemani dengan cinta dan kasih sayang. Dengan kesadaran bersama, harapan tentang tak ada lagi orang yang harus menghadapi kematian dengan kesepian bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Trigger Warning

Karena bercerita tentang kematian yang tidak ditemukan setelah sekian lama, ada beberapa hal di buku ini yang mungkin membuat sebagian orang tidak nyaman. Contohnya kisah seorang kakek yang hidup sendirian dengan keterbatasan fisik karena cedera. Di akhir hidupnya, si kakek yang sulit untuk bergerak ini menampung air seni di botol minuman keras dan buang air besar di kamar mandi yang klosetnya tersumbat dan akhirnya tumpukan kotoran itu sudah melebihi tinggi klosetnya sendiri. Belum lagi soal jenazah yang membusuk karena terlalu lama ditemukan. Cairan pembusukan dan belatung akan dibaca berkali-kali di buku ini. Kalau kamu termasuk orang yang tidak nyaman dengan hal-hal tersebut, sebaiknya perlu benar-benar menyiapkan diri untuk bisa membaca buku ini.

Yang mau beli buku fisiknya bisa klik link di bawah yaa~
https://aff.gramedia.com/s/yIBTNDglWH
https://s.shopee.co.id/60C2lgsKoE

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *