Penulis: Tiffany Watt Smith
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2022
Jumlah Halaman: 187 hal.
Sumber: Panjalu e-Lib
Personal Rating: 4 / 5 ⭐
Apakah kamu pernah tertawa saat melihat seseorang yang terjatuh karena kulit pisang yang dibuangnya sendiri? Atau merasa puas saat menyaksikan anggota keluarga seorang artis yang suka flexing harta kekayaannya ternyata terjerat kasus korupsi? Ternyata emosi semacam ini ada namanya: Schadenfreude.
Schadenfreude adalah sebuah istilah dalam bahasa Jerman yang mewakili sebuah emosi di mana seseorang merasakan perasaan bahagia -bisa juga puas, menyenangkan, unggul ataupun lega- saat orang lain sedang mengalami kemalangan. Emosi semacam ini dirasa sangat buruk jika dipahami sekilas, tapi kenyataannya hampir setiap orang pernah mengalami dan bahkan ada yang sampai menikmati hingga memiliki hasrat untuk terus menambah sensasi yang diberikan oleh schadenfreude ini. Lantas apakah schadenfreude sepenuhnya buruk? Dalam keadaan apa saja schadenfreude bisa diterima tanpa diiringi rasa bersalah?
Buku ini mengenalkan sebuah emosi yang mungkin seringkali kita rasakan sekaligus abaikan. Dan perasaan ini semakin intens setelah adanya sosial media yang senantiasa memberikan informasi tentang berbagai macam kegagalan yang dialami orang lain, entah itu sepele maupun serius. Kebanyakan dari kita menikmati emosi unik ini walaupun terkadang muncul rasa bersalah setelah menyadari bahwa kita mungkin sudah kehilangan rasa empati.
Di buku ini dijelaskan bahwa schadenfreude dapat muncul dari menyaksikan kegagalan siapa saja, entah orang yang sama sekali tidak dikenal, sampai orang terdekat sekalipun. Jadi, jika kamu masih menganggap schadenfreude sama dengan iri, rasanya tidak seratus persen benar. Bagaimana mungkin kita bisa merasa iri pada orang asing yang video kegagalan konyolnya kita tonton di sosial media? Tapi sebaliknya jika schadenfreude muncul saat teman yang selalu unggul dalam segala kompetisi ternyata gagal dalam wawancara pekerjaan yang diimpikannya, bukankah emosi ini muncul karena rasa iri? Karena itu, schadenfreude ternyata lebih kompleks dari yang terlihat.
Gaya Bahasa dan Penyampaian
Buku ini menjelaskan schadenfreude dengan cara yang menyenangkan melalui berbagai sketsa lucu yang diberikan sebelum penjelasan secara teoritis. Penulis juga menyertakan dialog dan pengalaman pribadi para narasumber yang membuat buku ini terkesan lebih dekat dengan para pembaca melalui contoh kasus yang konkret. Selain itu, buku ini juga memberikan banyak cerita dari berbagai tokoh berpengaruh di dunia yang juga bisa memancing schadenfreude pembaca. Walaupun aku pribadi tidak banyak mengenal tokoh-tokoh tersebut, tapi anehnya aku tetap bisa merasakan schadenfreude muncul saat membaca kisah mereka.
Elemen lucu yang dijabarkan di atas membuat buku non fiksi yang satu ini sangat menyenangkan untuk dibaca. Dan karena yang dibahas adalah emosi dari dalam diri manusia, rasanya seperti melihat ke dalam diri sendiri saat membaca buku ini.
Rekomendasi
Walaupun terkadang aku harus membaca ulang karena terjemahannya masih terlalu kaku di beberapa bagian, tapi aku sangat menikmati kesan yang diberikan saat membaca buku ini. So far, aku akan merekomendasikan buku ini untuk orang-orang yang ingin memahami berbagai macam emosi yang ada di dalam tubuh manusia, dan schadenfreude adalah salah satunya.







