Review Buku Merawat Luka Batin

Review Buku Merawat Luka Batin

Penulis: dr. Jiemi Ardian, Sp. KJ
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2022
Jumlah Halaman: 312 hal.
Sumber: iPusnas
Personal Rating: 4 / 5 ⭐

"Cuma gitu aja sedih, lebay!", "Kamu tuh harusnya bersyukur masih bisa hidup enak. Baru dikasih cobaan dikit aja langsung gak semangat hidup", kata mereka si paling sehat mental waktu ketemu orang yang lagi jatuh-jatuhnya. Termasuk kamu juga gak? Padahal rasa sakit itu personal. Apa yang menurutmu biasa saja bukan berarti sama untuk orang lain. Dan kata-kata seperti ini nyatanya tidak membantu sama sekali dan malah memperburuk keadaan orang yang sedang dalam fase terendah di hidupnya hingga memicu terjadinya depresi.

Buku ini menjelaskan seluk beluk depresi mulai dari penyebabnya, tips dan trik penanganan, pencegahan hingga apa yang bisa dilakukan caregiver untuk mendampingi Orang Dengan Depresi (ODD). Lalu apakah membaca buku ini cukup untuk mengobati depresi? Tentu tidak. Sejak awal penulis sudah memberikan disclaimer bahwa buku ini tidak bisa menggantikan psikiater maupun psikolog klinis untuk menyembuhkan depresi melainkan dapat menjadi buku pegangan bagi ODD yang sedang melakukan pengobatan.

Untukmu yang sedang merasa tidak baik-baik saja, buku ini akan meyakinkanmu bahwa depresi bukanlah sebuah aib. Karena itu mencari pertolongan kepada ahlinya sesegera mungkin adalah keharusan sebelum keadaan makin memburuk. Depresi juga bukan hanya soal perasaan yang bisa disembuhkan dengan mencari hiburan atau sekedar bersyukur dengan keadaan. Depresi itu kompleks karena juga berpengaruh kepada otak sehingga penyembuhannya akan membutuhkan obat yang dapat mengembalikan sistem kerja otak.

Buku ini bukan hanya untuk mereka yang sedang mengalami depresi. Bagi orang-orang yang merasa batinnya tak ada masalah, buku ini memberikan banyak pengetahuan yang dapat membantu kita untuk terhindar dari pola pikir depresi. Latihan-latihan mengendalikan pikiran yang diberikan buku ini juga bisa dilakukan oleh siapa saja, bukan hanya orang yang mengalami depresi. Selain itu melalui buku ini, kita juga bisa belajar berempati terhadap apa yang sedang dialami ODD sehingga kita tidak serta merta tega memberikan judging terhadap masalah perasaan orang lain yang sebenarnya tidak benar-benar kita pahami.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *