Penulis: Kyung Sook Shin
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2020
Jumlah Halaman: 296 hal.
Source: iPusnas
Personal Rating: 4.0 / 5.0 ⭐
"Tak pernah kausangka bahwa kau akan merindukan omelan-omelannya itu, yang biasanya masuk telinga kiri dan keluar telinga kananmu." (hal. 155)
Ya. Ibu telah hilang saat Ayah tak sadar telah meninggalkannya di stasiun Seoul, karena berjalan terlau cepat -seperti biasa-. Semua anggota keluarga panik mencari disana-sini. Berhari-hari menunggu di stasiun berharap Ibu akan kembali ke tempat Ayah meninggalkannya. Semua orang disana diberikan selebaran wajah Ibu, kalau-kalau ada yang melihatnya. Tapi hasilnya nihil.
Selama mencari, kenangan tentang Ibu mengisi pikiran kalian. Setelah dipikir-pikir ternyata selama ini kalian tidak mengenal Ibu sepenuhnya. Ntah karena Ibu yang secara sengaja menyembunyikannya rapat-rapat atau kalian yang acuh tak acuh dengan Ibu, dengan perasaan, kesehatan dan mimpinya. Seolah Ibu ya Ibu, tak perlu ada yang dikhawatirkan, Ibu wanita yang kuat.
Sampai akhirnya Ibu menghilang, kalian sibuk menyalahkan diri sendiri. Ya karena apalagi, sudah pasti karena sikap kalian yang sering mengabaikan Ibu dengan dalih sibuk dengan hidup sendiri.
Tokoh Ibu disini digambarkan sebagai orang yang kuat, pekerja keras dan jadi orang yang paling rela berkorban utk Ayah dan anak-anak. Itu yg membuat kehilangan dan rasa bersalah mereka makin dalam, seolah mereka udah jadi orang jahat yang mengabaikan Ibu selama ini. Tapi Ibu juga punya sisi lain yang gak mereka tau dan menurutku penulis menceritakan sisi lain Ibu ini untuk menunjukkan bahwa Ibu juga manusia, bukan malaikat yang tanpa dosa.
Alur novel ini maju mundur dan isi setiap paragrafnya panjang-panjang. Satu halaman isinya bisa satu paragraf full dan kalo ada distraksi waktu baca novel ini, aku langsung bingung udah sampek mana tadi bacanya ya 😅 POVnya yang berganti di setiap bab juga lumayan buat aku mikir baca novel ini. Setiap mulai bab baru jadi mikir dulu siapa yang lagi bawa cerita di bab ini.
.
Selama novel ini belum selesai dibaca, perasaanku ikutan gak karuan, sedih, galau, ikutan harap-harap cemas 😅 Penasaran Ibu berhasil ketemu gak ya. Gimana keadaan Ibu? Kemana aja Ibu yang udah sampek berganti musim gak juga ketemu? Semoga Ayah dan anak-anak sempet sampein semua isi hati mereka ke Ibu sebelum terlambat.
Seringkali kita gak sadar betapa berharganya seseorang sampai ia hilang dari hidup kita. Singkatnya, ini pesan yang mau disampaikan penulis di novel ini. Dan sebelum ia menghilang, nikmati, rasakan dan hargai kehadirannya layaknya kita akan berpisah dengannya suatu saat nanti.




