Review Buku Depai si Detektif Tupai: Racun Raja Hutan

Review Buku Depai si Detektif Tupai: Racun Raja Hutan

Penulis: Tsugaeda
Ilustrator: Hidayatullah
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit: 2026
Jumlah Halaman: 130 hal.
Personal Rating: 5 / 5 ⭐

Petualangan Depai dan Mipung berlanjut~ Kali ini, kasus apa lagi ya yang akan mereka pecahkan?

Sinopsis

Mipung diundang Depai untuk liburan ke kota Jagasatwa. Mipung sangat senang! Setelah meminta izin kepada kedua orang tuanya, Mipung pun berangkat. Begitu sampai di depan Perpustakaan Sukamaca, Mipung bingung karena melihat Depai terburu-buru mau pergi. Belum sempat mendapat penjelasan, Depai langsung menyuruh Mipung untuk naik ke kereta kuda dan ikut dengaannya ke suatu tempat.

Di kereta kuda, Mipung akhirnya tahu kalau Depai baru saja menerima surat undangan dari teman yang sudah menjadi raja Hutan Purwa, Ongis namanya. Surat itu ditulis dalam bentuk syair yang berisi sebuah rahasia. Ternyata Ongis sedang meminta tolong kepada Depai. Ia telah diracun!

Depai dan Mipung pun bergegas menuju Hutan Purwa untuk menyelamatkan Raja. Apakah mereka akan berhasil? Dan siapakah sebenarnya pelaku yang berani meracuni Raja?



Gaya Penulisan dan Ilustrasi

Masih dengan ilustrasi yang gemes dan pilihan kata yang sederhana (review cerita sebelumnya ada di sini), buku ini kembali menceritakan tentang petualangan Depai dan Mipung dalam memecahkan sebuah kasus. Kali ini mereka pergi ke Hutan Purwa untuk menyelamatkan Raja Ongis yang sakit karena diracun sekaligus mengungkap siapa hewan yang telah berani meracuninya.





Selain menikmati ceritanya, pembaca akan diajak untuk ikut menyelesaikan kasus ini dengan menjawab berbagai teka-teki yang tersebar di sepanjang cerita. Dengan sudut pandang orang ketiga dan alur maju yang mengalir, buku ini akan menjadi bacaan yang bukan hanya menghibur, tapi juga seru untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan mengasah kemampuan berpikir para pembaca, terutama anak-anak.

Kesan Membaca

Karena satu rumah suka banget sama cerita Depai di buku sebelumnya, volume dua ini langsung jadi incaran setelah terbit. Dan sesuai dugaan, begitu sampai di rumah, buku ini langsung jadi rebutan. Fun factnya, aku yang CO dan excited duluan, malah jadi yang terakhir selesain buku ini karena bacanya harus NGANTRI! Si Bapak yang biasanya gak tertarik sama buku pun jadi ikutan baca karena udah ketagihan sama seri yang pertama.

Kok bisa sih sesuka itu? Seri Depai ini emang seru banget. Walaupun ratingnya 7+, tapi bukan cuma anak-anak aja yang bisa enjoy sama buku ini. Alur cerita yang sat set dan teka-teki yang tersebar di sepanjang cerita sukses bikin kami sekeluarga penasaran. Di seri kedua ini pun model tebak-tebakannya juga beragam banget. Jadi selain menikmati cerita, khasanah permainan tebak-tebakanku juga bertambah karena buku ini. Aku sendiri juga baru tahu tentang sandi kotak dari sini loh.

Pesona buku ini gak cuma berhenti sampai di sini. Walaupun target pembacanya anak-anak, penulis kayaknya gak mau melewatkan kesempatan untuk menyampaikan kritik sosial melalui buku ini.

"Yah, kadang kantor tidak bisa membantumu menjawab pertanyaan, tapi bisa membantumu berolahraga"
- Depai (hal. 46)

Di sini sih maksudnya Kantor Urusan Makanan dan Minuman Hutan Purwa. Tapi, kok kayak ada kenal-kenalnya ya?🤭



Rekomendasi

Buku ini bagusss!!! Buat orang dewasa aja seru, apalagi buat anak-anak yang memang target pembacanya. Langsung CO aja yuk~
Beli di gramedia.com
Beli di shopee

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *