Review Buku Sudhi Wadani

Review Buku Sudhi Wadani

Penulis: Okta Veanti
Jumlah Chapter: 34 Chapter + Epilog
Personal Rating: 4 / 5 ⭐

Yang orang tahu, cinta bisa menawarkan rumah paling nyaman untuk pulang. Tapi kadang mereka lupa, kalau cinta juga menuntut pengorbanan yang tak selalu ringan.

Sinopsis

Sejak lahir, Erisha tak punya banyak pilihan. Ia terjebak di dunia di mana kejahatan dan penyiksaan adalah bagian dari rutinitas yang tak bisa dihindari. Satu-satunya keberuntungan yang ia miliki adalah kehadiran Atha di hidupnya. Lelaki itu selalu jadi tempat pulang yang sangat nyaman bagi Erisha. Atha tak pernah mempermasalahkan gelapnya dunia yang ia jalani saat mereka tidak sedang bersama. Bagi Atha, Erisha selalu menjadi yang terbaik.

Walaupun begitu, Erisha sadar betul bahwa mereka berasal dari dunia yang benar-benar berbeda. Karena itu saat Atha berpamitan untuk menemui orang tuanya dan berakhir dengan menghilang tanpa kabar selama seminggu penuh, Erisha sama sekali tidak bisa merasa baik-baik saja. Dengan kesadaran penuh, agar Atha mendatanginya kembali, Erisha belanja perhiasan emas dengan membabi buta menggunakan kartu kredit lelaki itu.

Tapi bukannya Atha, lelaki lain bernama Nandana malah muncul dan memancing kemarahan Erisha. Tanpa ia sadari, emosi itu memancing api yang terasa membakar seluruh tubuhnya. Satu-satunya cara agar api itu bisa dikendalikan adalah dengan mengadakan upacara Sudhi Wadani. Yang tidak diketahui oleh Erisha adalah bagaimana ritual ini membawa semua memori perjalanan hidupnya bersama Atha yang berakhir tragis. Mampukah Erisha menyelesaikan rangkaian upacara sakral ini?







Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan

Novel low fantasy berlatar Bali ini bercerita tentang perjalanan seorang wanita bernama Erisha yang menjalani upacara Sudhi Wadani untuk mengendalikan api suci yang tiba-tiba membakar tubuhnya. Ritual ini gak dijalaninya sendirian, melainkan bersama kekasihnya, Atha. Mereka mendatangi pura demi pura yang menopang pilar spritual untuk proses penyucian fisik, pikiran, energi dan hubungan dengan alam semesta.

Dengan sudut pandang Erisha sebagai orang pertama, pembaca akan diajak untuk merasakan perjuangan Erisha menjalani ritual yang bukan sekadar gak mudah tapi juga sampai mengancam nyawa. Novel ini menggunakan alur maju mundur untuk menceritakan tentang bagaimana ritual ini akan membawa Erisha melihat kembali kelahiran, kehidupan dan kematian yang pernah ia jalani sebelumnya.

Kesan Membaca

Yang butuh asupan male lead dengan spek ijo royo-royo, sini kumpullll~ Novel ini bener-bener buat standar para wanita halu makin tinggi. Kalau ada penghargaan cowok bucin level dewa, mungkin Atha bisa jadi juaranya 🤣 Nah yang lebih wow lagi, Atha ini juga bukan orang sembarangan. Kelebihannya bukan cuma bisa bikin Erisha nyaman, tapi dia juga punya kekuatan yang gak main-main. Pokoknya definisi hidup dan mati berkali-kali rela dijalani demi bisa ketemu sama pujaan hati 🤣

Jadi selain pesona Atha yang gak bisa ditolak, novel ini juga ngasih pengalaman membaca yang bener-bener baru buat aku. Aku belajar banyak tentang kebudayaan Bali yang ternyata emang gak bisa dipisahkan sama agama Hindu yang menjadi kepercayaan mayoritas penduduk di sana. Buat aku, feel baca novel ini jadi berasa indah sekaligus magis di saat yang bersamaan.

Genre novel ini memang low fantasy, tapi aku bacanya tetap slow sekali~ Buat aku yang pengetahuan tentang budaya Balinya nol besar, baca novel ini di awal berasa struggle banget. Apalagi banyak istilah-istilah yang sama sekali gak aku tahu. Jadi selama baca novel ini, aku harus buka dua tab di browser, yang pertama untuk baca, yang kedua buat googling arti istilahnya plus nyari ilustrasi yang bisa bantu aku membayangkan apa yang lagi diceritain sama penulis 🤭 Ribet memang, tapi worth it kok~

Karena setelah udah ngerti arti istilah-istilahnya dan tahu segala macam bentuk senjatanya, aku malah ketagihan sama novel ini. Pernah nonton serial India tentang dewa-dewa yang sering tayang di antv? Nah, berhubung dulu aku sering nonton, aku jadi kebayang potongan scene yang ada di serial itu waktu Erisha dan Atha lagi melawan Asura Merah di dekat Pohon Kalpa. Seruuu! Jedar jedernya jadi makin berasa aja gitu 🤭

Oiya, waktu aku baca cerita ini di wattpad emang ilustrasinya minim banget. Tapi setelah aku balik lagi buat inget detail-detail kecil untuk nulis review ini, ternyata penulis udah nambahin beberapa ilustrasi yang pasti akan membantu banget buat pembaca yang awam sama budaya Bali kayak aku. Mungkin tinggal tambahan catatan kaki atau daftar istilah kali yaaa, buat kata-kata yang masih asing untuk kebanyakan pembaca.








Anyway, aku penasaran banget sama nasib Erisha dan Atha selanjutnya gimana. Apa akhirnya harapan mereka di Pohon Kalpa terkabul atau malah takdir yang terlanjur mengikat mereka terlalu kuat? Kabarnya jawabannya akan ada di versi cetak. Jadi makin penasaran gak siiihh?

Rekomendasi

Buat kamu yang suka sama genre fantasi dengan kearifan lokal dan gak bisa menolak pesona male lead yang ijonya setara hutan amazon, cerita ini bakalan pas banget buat kamu. Versi cetaknya akan segera terbit. Tapi kalau mau baca di wattpad, bisa langsung klik di sini yaaa~

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *