Penulis: Enid Blyton
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2024 (Cetakan ke-16)
Jumlah Halaman: 184 hal.
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐
Anak-anak memang banyak kejutannya. Dan terkadang, kita membutuhkan bantuan dari sebuah cerita untuk bisa menaklukkan mereka.
Sinopsis
Jenny dan Will disuruh Ibu mengantarkan baju bekas ke rumah Nyonya Brown, tapi mereka enggan melakukannya. Menurut mereka, wajah Nyonya Brown itu mengerikan; kacamatanya tebal dan tangannya benjol-benjol.
Setelah Ibu meyakinkan mereka berdua bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dari Nyonya Brown, mereka pun pergi ke rumahnya. Sesampainya di sana, mereka mengetuk pintu berkali-kali, tapi tidak ada jawaban. Mereka pun berencana untuk langsung masuk ke rumah Nyonya Brown dan hanya meletakkan barang yang dititipkan ibu ke dalam rumahnya.
Tapi begitu masuk ke dalam rumah, ada satu barang yang menarik perhatian mereka: celengan babi berwarna ungu. Mereka penasaran kenapa Nyonya Brown tahan melihat babi jelek itu setiap hari. Mereka pun mengambilnya dan berujung memecahkan celengan itu. Mereka berdua panik dan langsung pergi dari rumah Nyonya Brown. Bagaimana nasib mereka berdua? Apakah Nyonya Brown yang mengerikan itu akan menyusul dan memarahi mereka?
Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan
Kisah Jenny, Will dan Si Babi Ungu adalah salah satu dari tujuh cerita pendek yang ada di buku ini. Ditulis dengan bahasa yang sederhana dan terjemahan yang mengalir membuat buku ini menjadi bacaan yang bisa dinikmati anak-anak tanpa kesulitan yang berarti. Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang bisa membantu anak memvisualisasikan setiap cerita. Walaupun gak berwarna, tapi ilustrasi yang digambarkan tetap bisa jadi daya tarik tambahan buat anak-anak yang baru mulai membaca buku-buku anak seperti ini.
Kesan Membaca
Sebenarnya, aku beli buku -lebih tepatnya boxset- ini bukan cuma buat aku, tapi juga buat bocil yang lagi nyoba baca buku-buku cerita anak. Dan senengnya, dia malah duluan selesai baca buku ini dibanding aku. Format kumpulan cerita pendek ini ternyata cocok banget buat dia. Dengan rentang fokus yang masih terbatas, dia bisa dengan mudah berhenti baca setelah satu atau dua cerita tanpa perlu kepikiran kelanjutan ceritanya dan bisa mulai baca cerita baru lagi kapan pun dia mau.
Walaupun target pembacanya adalah anak-anak, bukan berarti aku sebagai buibu gak menikmati buku ini. Menurutku, buku ini tuh bisa asyik banget dibaca sama semua rentang usia; bisa jadi bacaan ringan sekali duduk atau buat jadi selingan setelah baca buku-buku yang menguras hati dan perasaan.
Pesan Moral
Setiap cerita di buku ini punya pesan moralnya masing-masing, kebanyakan malah tertulis secara jelas dibanding yang tersirat. Hal ini benar-benar memudahkan anak dalam mendapatkan pelajaran dari setiap cerita yang sudah mereka baca. Pesan yang disampaikan cerita-cerita di buku ini diantaranya adalah mengajarkan anak untuk mengakui kesalahan, bertindak jujur, berbuat baik kepada saudara dan hewan peliharaan, tidak cepat berputus asa, berani mencoba hal baru dan belajar menuangkan apa yang sudah dilihat menjadi sebuah karya.
Cerita punya kekuatan yang luar biasa. Ia seolah bisa menghipnotis anak dengan pesan moralnya tanpa perlu memaksa. Dan tak jarang, anak bisa menerimanya dengan hati yang bahagia. Jadi saat ini, cerita seperti apa yang paling dibutuhkan sosok anak di sekitar kita?
Rekomendasi
Untuk kamu atau anak-anak di sekitar kamu yang lagi butuh buku ini, link belinya aku taruh di bawah yaa~
Beli di gramedia.com
Beli di shopee

