Penulis: Janice Chrysilla
Penerbit: Grasindo
Tahun Terbit: 2019
Jumlah Halaman: 241 hal.
Sumber: iPusnas
Personal Rating: 3.5 / 5 ⭐
Cinta selalu bisa jadi alasan untuk melakukan hal-hal yang di luar batas kewajaran. Tak masalah untuk berduka, asal ia bahagia. Tak masalah untuk menderita asal tetap bisa bersama. Tak masalah jika harus menunggu lama asal bisa kembali memilikinya.
Sinopsis
Hal itu yang dipercaya Aimi selama menunggu kehadiran seorang lelaki yang pernah dan masih ia cintai. Selama tiga tahun, ia setia menunggu salju pertama turun di sebuah bangku di stasiun Akihabara untuk bisa bertemu dan kembali bersama dengan cinta pertamanya. Suatu malam saat ia menangis sendirian di bangku itu, seseorang dengan kostum anjing shiba menawarkan tisu untuk menghapus air matanya. Dan tanpa diminta, Aimi pun menceritakan kisah hidupnya kepada si anjing shiba.
Malam itu menjadi awal percakapan mereka selanjutnya. Aimi menjadi gadis yang selalu dicari Kanata setiap kali ia bertugas sebagai pekerja paruh waktu di balik kostum anjing shibanya. Walaupun sadar betul kalau hati Aimi masih diisi oleh cinta lama yang belum selesai, Kanata tidak bisa mencegah dirinya untuk menyukai gadis itu. Tapi apakah ia mampu menjadi pengganti cinta pertama yang setia ditunggu Aimi selama ini? Atau malah menjadi saksi pertemuan Aimi dengan cinta pertama yang telah lama pergi?
Unsur Intrinsik Novel dan Gaya Penulisan
Menggunakan sudut pandang orang ketiga dan alur maju mundur, novel ini menceritakan tentang perjalanan cinta Aimi sebelum dan sesudah bertemu dengan Kanata di stasiun Akhihabara. Timelinenya cukup jelas, gak membingungkan dan jalan ceritanya pun tergolong ringan. Selain masalah percintaan, novel ini juga bercerita tentang persahabatan dan trauma hubungan keluarga yang dialami oleh salah seorang tokohnya.
Novel ini berlatar di Jepang. Tapi sayangnya aku gak menemukan banyak hal yang bisa dinikmati dari latar yang dipakai di novel ini selain sesekali menggunakan sapaan bahasa Jepang. Rasanya kurang greget aja gitu~
Kesan Membaca
Aku ketemu novel ini waktu lagi butuh bacaan yang ringan dan gak bikin banyak mikir, dan untungnya pas banget. Di samping jumlah halaman yang gak terlalu tebel, jarak antar barisnya juga pas, gak rapet banget, gak jarang juga, jadi baca satu halaman tuh gak berasa aja gitu.
Alur cerita novel ini juga mengalir dengan konflik yang sederhana. Di satu sisi, baca novel ini emang santai banget, tapi di sisi lain, jadi bisa bikin agak bosen. Gak ada plot twist yang gimana-gimana, ya cukup ketebak laahh~ tapi lagi-lagi, karena aku lagi nyari novel yang ringan, ya pas aja di aku.
Pesan Moral
Belajar melepaskan itu bisa jadi bagian tersulit dari sebuah hubungan, bahkan yang toxic sekalipun bisa jadi gak kelihatan kalau katanya udah terlanjur cinta. Dari kisah Aimi di novel ini, kita bisa belajar kalau melepaskan seseorang memang gak mudah, tapi kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik juga gak mungkin hadir kalau kita terus-terusan terjebak dalam hubungan yang diusahakan sendirian.
Rekomendasi
Buat kamu yang lagi pengen baca novel romance yang ringan dan konflik yang gak belibet, novel ini bisa jadi pilihan bacaan kamu selanjutnya~

