Review Buku Alamanda (dan Sihir yang Berujung Salah)

Review Buku Alamanda (dan Sihir yang Berujung Salah)

Penulis: Nellaneva
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2022
Jumlah Halaman: 319 hal.
Sumber: Gramedia Digital
Personal Rating: 4 / 5 ⭐

Cerita tentang penyihir dengan obsesi untuk hidup abadi rasanya bukan sesuatu yang baru ya? Tapi yang bikin menarik tentu bukan cuma obsesinya, tapi alasannya. Dan bagaimana kalau ternyata yang punya obsesi bukan si villain, tapi malah tokoh utamanya?

Sinopsis

Ini dia kisah Alamanda, seorang penyihir yang punya obsesi untuk menyandang gelar Penyihir Besar dan menguasai semua teknik sihir yang pernah ada, termasuk Sihir Keabadian. Apakah ia mampu melakukannya? Yap, untungnya begitu. Tapi, bukannya puas, Alamanda malah sangat menyesali perbuatannya. Sihir Keabadian itulah yang akhirnya membuat Alamanda terbangun di sini, di sebuah kotakomba tua, gelap dan berdebu dua abad kemudian.


Saat terbangun, Alamanda disambut oleh dua makhluk yang setia di depan kotakombanya. Yang satu Mogwa, kucing peliharaan yang berumur tak jauh beda dengan majikannya -lebih dari dua ratus tahun- dan seorang anak laki-laki bernama Rasmus yang mengaku sebagai keturunan Alamanda dan siap mewarisi keahlian sihir darinya.

Mogwa dan Rasmus menjadi dua bala bantuan untuk menuntaskan misi setelah terbangun dari sihir tidur panjang yang dilakukan Alamanda. Misi itu adalah bertemu dengan reinkarnasi dari Dave, korban yang tak diinginkan dari sihir yang berujung salah yang ia lakukan dua abad silam. Walaupun akhirnya mereka berhasil bertemu, harapan Alamanda untuk memperbaiki semua kesalahan ternyata tak bisa berjalan mulus karena ada orang lain yang juga setia menunggunya. Siapakah dia? Apa urusannya dengan Alamanda? Dan apakah Alamanda bisa menuntaskan misi yang dinantikannya selama ratusan tahun? Atau malah hanya berakhir dengan kesia-siaan belaka?







Unsur Intrinsik Novel

Novel ini ditulis dengan alur maju mundur yang menceritakan kehidupan Alamanda di dua waktu yang berbeda -sebelum dan setelah sihir tidur panjang yang dilakukannya. Sebelum tidur panjang, sekitar tahun 1700an, Alamanda tinggal di sebuah desa bernama Wilkensburry bersama Ayah dan Mogwa, kucing peliharaannya. Melalui sudut pandang Alamanda sebagai orang pertama, ia menceritakan kisah hidupnya sejak masa kanak-kanak hingga akhirnya memutuskan untuk tidur panjang. Setelah lebih dari 200 tahun, Alamanda terbangun di Surrey dan mencari reinkarnasi Dave di masa depan sampai ke London.

Salah satu yang menarik dari novel ini menurut aku ya soal pemilihan alurnya ini. Alur maju mundur ini gak sekadar dipake buat ngasih potongan perjalanan hidup si tokoh utama, tapi juga jadi semacam puzzle yang menyusun rahasia-rahasia yang disimpan oleh Alamanda semasa hidupnya, dan itu bener-bener dibuka saat cerita udah mau selesai. Jadi sepanjang baca novel ini, ada rasa penasaran yang buat aku susah berhenti untuk balik halaman-halamannya.

Gaya Penulisan dan Penyampaian

Bahasa yang digunakan di novel ini cenderung baku, vibesnya lumayan kayak novel terjemahan sih kalo menurut aku. Salah satu faktor utamanya ya karena latar novel ini yang semuanya ada di Inggris.

Kesan Membaca

Karena aku suka sama cerita-cerita yang berbau sihir kayak Harry Potter, jadi secara gak langsung aku juga suka nyari-nyari cerita yang ada penyihirnya. Aku juga baca novel ini karena ada embel-embel penyihir 😅 Walaupun konflik utamanya gak jauh-jauh dari kisah cinta Alamanda dengan Dave, tapi untungnya di novel ini penulis juga ngasih porsi yang pas buat kehidupan Alamanda sebagai penyihir; dari mulai penggunaan mantra, duel antar penyihir sampek ada event Huru-Hara Tahunan para Penyihir Besar. Jadi gak melulu tentang kehidupan manusia yang ada penyihirnya, tapi juga kehidupan para penyihir yang tinggal berdampingan dengan manusia.




Yang kurang dari novel ini buat aku cuma mantra yang kayaknya terlalu biasa, gak ada kata-kata khusus yang buat mantra itu spesial. Misalnya kalo mau buat benda melayang, mantranya ya cuma ‘melayang’, kalau mau buat benda jatuh, ya tinggal gerakin tangan dan bilang ‘jatuh’. Jadi kayak kurang greget aja gitu.

Ah iya, ada satu lagi yang menarik. Dibanding sihir-sihir yang bersifat merusak, kebanyakan sihir di novel ini lebih banyak lucunya. Waktu Alamanda duel sama musuh bebuyutannya, dia lebih milih untuk merubah mulut musuh jadi mulut bebek dibanding langsung memusnahkannya jadi abu 🤭

By the way, aku nungguin kemunculan si penyihir fenomenal yang namanya Nellaneva, tapi sampek akhir dia gak muncul-muncul juga, padahal aku penasaran sama banget sama kehebatannya. Apa dia masih kerepotan nyari kucing-kucingnya yang hilang itu ya?🤭

Pesan Moral

Baca novel fantasi boleh gak sih kalo cuma buat seru-seruan aja gak usah pake nyari ‘baiknya’ juga? Boleh lah. Kenapa enggak? Tapi kalo mau sharing dikiiit aja soal pesan moral di novel ini boleh juga kan?🤭

Walaupun tokoh utamanya agak bucin, tapi novel ini gak melulu soal romance kok, ada beberapa isu lain yang diangkat di novel ini yang menurutku lumayan menarik. Yang pertama soal Rasmus yang diabaikan orang tuanya yang gila kerja dan akhirnya membuat Rasmus menemukan jati dirinya bukan dari orang tua, tapi malah dari neneknya. Orang tuanya pun jadi gak tahu apa-apa soal identitas Rasmus yang ternyata punya bakat untuk menyihir. Untungnya Rasmus ketemunya sama Alamanda, kalo sama orang jahat, kenapa gak mungkin akhirnya anak-anak kayak gini malah jadi korban kejahatan yang akhirnya juga jadi pelaku kejahatan itu sendiri.

Yang kedua soal pentingnya punya trust issue, apalagi sama musuh sendiri. Alamanda akhirnya malah terjebak ke lembah terdalam hanya karena terlalu percaya sama hadiah yang diberikan oleh musuh bebuyutannya. Dari Alamanda kita bisa belajar kalau orang gak semudah itu untuk berubah, walaupun pasti ada kemungkinan untuk itu, tapi gak ada salahnya untuk sedikit lebih waspada kan?

Yang terakhir, don’t be a bully. Hanya karena seseorang terlahir berbeda dengan kita, bukan berarti kita berhak untuk menjadikannya bahan olok-olokan. Kita gak pernah tahu seberapa besar kata dan perbuatan yang kita lakukan bisa menghancurkan hidup seseorang. Dan bukan gak mungkin, mereka yang awalnya kita anggap lemah, malah bisa jadi yang paling berbahaya akibat perbuatan kita sendiri, layaknya apa yang akhirnya dilakukan oleh Alamanda ke seluruh penduduk desa.

Rekomendasi

Kamu suka cerita tentang penyihir yang jadi budak cinta? Nah novel ini pas benget buat kamu. Apalagi penyihir yang satu ini bukan sembarang penyihir, tapi udan menyandang gelar sebagai Penyihir Besar pada masanya. Ngapain sih penyihir hebat capek-cepek melintasi waktu cuma buat ketemu sama reinkarnasi pacarnya? Masa iya gak penasaran? Cusss baca novel ini, bisa di Gramedia Digital atau beli buku fisiknya melalui link di bawah ini:
https://aff.gramedia.com/s/HrUaWsPyMC
https://s.shopee.co.id/2LLzSkY4eq

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *