Review Buku In (De) Kos

Review Buku In (De) Kos

Penulis: Swasmita Buwana
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2016
Jumlah Halaman: 253 hal.
Sumber: Gramedia Digital
Personal Rating: 4 / 5 ⭐

Kalau tiba-tiba kamu dapet warisan dadakan gimana? Bukan, bukan uang atau rumah. Tapi kos-kosan lengkap dengan segala isi (read: penghuni)nya. Siap jadi ibu/bapak kos dadakan?

Sinopsis

Cerita dimulai dari warisan tak terduga yang diterima oleh Sadewo Subagja, cowok ganteng yang sepaket dengan kenarsisan yang udah gak tertolong lagi. Warisan berupa kos-kosan di Jogja ini diterima Dewo -atau De, Wo, Mas De, Pak De, Pak Kos Ganteng, dan lain sebainya- dari eyang putrinya yang baru aja meninggal. Tapi bukannya seneng, warisan itu malah jadi mimpi buruk buat Dewo. Pasalnya ia harus jadi bapak kos yang literally harus ngurus enam makhluk yang paling dihindarinya di dunia, mereka adalah WANITA! Eits, tapi jangan dikira Sadewo Subagja adalah seorang gay ya~ dia cuma gak suka sama riweuh dan berisiknya cewek-cewek, apalagi kalo udah ngumpul dan terpesona sama kegantengannya.



Yaahhh~ amanah tetaplah amanah. Dewo tetap mengurus kos-kosan sambil mencari orang yang tepat untuk menggantikannya suatu hari nanti. Niatnya sih begituuu~ sampai dia bertemu dengan semua cewek di kos-kosan yang ternyata punya berbagai tingkah absurd dengan gebrakan yang gak habis-habis setiap harinya. Belum lagi Dewo juga harus berjuang untuk mendapatkan cinta dari gadis Jakarta yang selalu hadir di mimpinya. Sanggupkah Dewo bertahan hidup dengan para wanita yang diwariskan untuknya? Atau dia malah memilih pulang ke Jakarta untuk mengejar cinta dari gadis impiannya?

Unsur Intrinsik Novel

Novel slice of life yang satu ini berhasil buat aku ketawa-ketiwi terus sejak awal baca. Tokoh Dewo yang narsis level ultimate, sok cool dan -katanya- paling gak percaya sama mitos dan mistis (tapi paling demen nyobain segala saran supranatural); beserta kelakuan para penghuni kos-kosan yang udah kayak Mr. D*Y (ada aja idenya) jadi faktor utama yang bikin novel ini super fun dan asyik banget dibaca sampek akhir.





POV si Dewo sebagai orang pertama yang digunakan novel ini juga bikin jalan cerita makin lucu karena bisa mengekspos isi pikiran super absurd si tokoh utama yang ternyata jauh banget dari tampilan luarnya yang seolah sempurna tanpa celah. Ditambah alur maju yang mengalir santai juga konflik ringan yang kadang relate kadang juga nyeleneh, novel page turner ini bener-bener bisa jadi bacaan yang auto buat moodku bagus seharian.

Gaya Penulisan dan Penyampaian

Selain narasinya yang emang udah lucu banget, novel ini juga ngasih ilustrasi tokoh yang juga jadi tanda pembukaan setiap bab. Gambarnya gak detil-detil banget sih, cenderung sederhana bahkan, tapi menurutku udah cukup menggambarkan keunikan setiap karakter yang ada di novel ini.



Kesan Membaca

Berhubung sesekali aku juga nonton drakor, aku langsung keinget sama drama “What’s Wrong with Secretary Kim” waktu pertama kali baca deksripsi karakter Sadewo Subagja yang agak mirip sama peran yang dimainin Park Seo Joon di drama ini: cowok ganteng kaya raya yang narsisnya luar biasa 🤣 Tapi cuma karakter utamanya aja sih yang mirip, ceritanya mah beda jauh~ Novel ini juga duluan rilis sebelum drama itu, aku aja yang baru selesai novelnya baru-baru ini.

Karena vibes novel ini tuh fun banget, aku kira bakalan cocok jadi bacaan segala usia, tapi ternyata tidak ya teman-teman~ Sepertinya novel ini tidak akan ramah bagi adik-adik gemes yang baru mulai mencoba melihat kehidupan dunia melalui bacaan yang ringan nan menyenangkan. Walaupun covernya keliatan sederhana dengan warna cerah yang menarik perhatian mata tapi ternyata ada konten dewasanya juga, jadi be wise yaa sebelum memilh untuk baca novel ini~

Pesan Moral

Satu dua orang ngeselin yang kamu jumpai gak bisa jadi patokan untuk melabeli semua orang dengan kriteria tertentu sama ngeselinnya dengan mereka. Sama kayak Dewo yang gak suka deket-deket sama cewek karena kebanyakan yang dia temui itu berisik dan menyebalkan. Padahal gak semua cewek gitu kan? Dari pengalamannya jadi Bapak Kos yang secara langsung ngurusin enam cewek dengan enam karakter yang berbeda plus satu cewek impiannya, Dewo -dan kita juga- bisa belajar kalo gak adil loh mengeneralisasi suatu sifat hanya karena kelakuan beberapa orang yang pernah kita kenal. Kita juga bisa jadi orang yang paling rugi karena secara gak langsung banyak kesempatan yang gak bisa kita ambil hanya karena stereotype yang udah terlanjur nempel di kepala. Sayang kan?

Rekomendasi

Buku ini aku rekomendasikan buat kamu-kamu yang pengen bacaan lucu, ringan, menyenangkan dan gak nambah beban kehidupan. Eittss, tapi cuma buat yang udah cukup umur yaa 🤭

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *