Penulis: Achi TM
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021
Jumlah Halaman: 392 hal.
Sumber: Gramedia Digital
Personal Rating: 4.5 / 5 ⭐
Udah nikah lama tapi belum punya anak, ditanya terus kapan hamil. Giliran udah hamil malah disalahin karena waktunya gak tepat. Anak udah lahir sehat dan selamat pun masih dicap gak sempurna jadi ibu karena melahirkannya ‘gak normal’. Begitulah kira-kira gambaran hidup Kayla. Gimana mau seneng punya anak sih kalau gitu?
Sinopsis
Akhirnya Kayla hamil setelah empat tahun menikah dengan mas-mas Jawa bermata biru, Sam (yang nama aslinya Samadi). Tapi bukannya bahagia, ia malah bingung harus berbuat apa. Kayla baru saja menikmati karir yang menanjak sebagai penulis buku sekaligus motivator remaja yang diundang seminar ke mana-mana. Tinggal selangkah lagi, ia bisa tampil di panggung yang sama dengan seorang presenter ternama yang sudah diidolakannya sejak lama. Tapi mimpinya seolah sirna bersama dengan bayi yang tiba-tiba ada di perutnya.
Bukan, bukannya tak mau punya anak, tapi waktunya saja yang kurang tepat. “Kenapa harus sekarang?!!!” Impian menjadi ibu hamil yang tetap berkarya dan berdaya pun harus dikuburnya dalam-dalam karena morning sickness -yang ternyata hadir bukan cuma di waktu morning aja- yang tidak bisa diajak kerja sama. Satu per satu seminar harus dibatalkan, kerja sama dengan banyak pihak juga harus dicancel dan akhirnya ia kehilangan tim sekaligus teman terbaik yang mendukung karirnya selama ini. Satu-satunya orang yang bisa diandalkan hanyalah Sam, suami yang pendapatannya tak seganteng tampilannya.
Kayla kehilangan banyak hal sejak ada bayi kecil yang tumbuh di dalam dirinya. Dan saat Blue -nama anak Kayla dan Sam- lahir, dia malah kehilangan lebih banyak lagi. Bentuk tubuhnya yang membesar, dunianya yang mengecil dan emosinya yang makin tak karuan dari hari ke hari. Ditambah lagi harus menghadapi berbagai stereotype tentang kesempurnaan menjadi ibu yang terus-menerus ia terima.
Cita-cita Kayla adalah menjadi ibu yang terbaik untuk Blue. Apakah cita-cita itu mungkin terwujud di saat ia sendiri tidak bahagia? Di saat kehadiran Blue bukannya memupuk cinta tapi malah menyuburkan rasa benci di hati Kayla?
Unsur Intrinsik Novel
Novel ini ditulis dengan alur maju mundur yang menceritakan pengalaman Kayla saat hamil dan perjuangannya untuk sembuh dari baby blues setelah melahirkan Blue. Aku suka bagaimana sudut pandang Kayla sebagai orang pertama yang digunakan di novel ini karena isi pikiran si tokoh utama ini jadi bisa nyampek dengan baik di aku dan feelnya juga lebih berasa, apalagi di part-part Kayla yang ngomong dalem hati: lucunya dapet, julidnya dapet, keselnya apalagi. Sebagai buibu yang pernah ada di fase ngurus new born dan berhadapan dengan buibu lain -yang biasanya lebih senior- dengan segala celoteh manja berkedok basa-basi yang nyelekit di hati, isi pikiran Kayla itu adalah isi pikiranku juga. Kayla, ayo kita tos dulu! ✋
Gaya Penulisan dan Penyampaian
Buku ini adalah buku kedua karya kak Achi TM yang aku baca. Buku Belok Kiri Langsing yang aku baca sebelumnya sukses buat aku jatuh cinta sama gaya penulisannya kak Achi. Aku baca buku ini dan punya ekspektasi yang sama. Dan yeeaahh!!! Bener aja emang se-asyik itu!
Tema yang diangkat sebenernya lumayan serius dan menguras hati ya, soal baby blues dan postpartum depression, tapi ceritanya tetep bisa dikemas dengan ringan, lucu dan yang paling penting relate banget sama kehidupan buibu baru yang ngurusin bayi aja udah ribet, tapi masih harus bertarung sama ekpektasi lingkungan yang setinggi langit. Selain itu, aku juga suka dengan nilai-nilai Islam yang disampaikan dengan mulus di novel ini: tentang bagaimana Kayla dan Sam tetap mengutamakan Allah dalam setiap ikhtiar yang dilakukan untuk tetap survive. Berasa diingetin, tapi gak digurui gitu~
Kesan Membaca
Emosiku dibuat naik turun selama baca novel ini, sering gak habis fikir sama kelakuan Kayla yang banyak gak masuk akalnya. Untungnya ada Sam dengan spek suami green forest yang bisa tetap waras menghadapi istrinya yang lagi depresi. Walaupun sempet dibuat gemes karena kurang gercep, tapi Sam tetep bisa diandalkan kok~
Pesan Moral dan Rekomendasi
Baby blues dan PPD bukan tentang tidak bersyukur, tapi tentang bagaimana menerima kondisi saat ini dan menikmatinya.
Bagian akhirnya hangat sekali~ Perjuangan Kayla untuk menjadi ibu memang gak main-main, pengorbanan support systemnya juga luar biasa.
Novel ini bukan cuma cocok dibaca sama buibu atau calon buibu aja, tapi buat semua orang yang mungkin bersinggungan sama ibu baru pun aku sarankan baca novel ini. Paling enggak kita jadi punya gambaran sama kehidupan ibu baru yang gak semuanya enak. Jadi kalau gak bisa bantu, paling enggak ya gak nambah beban gitu lo~
Yang mau beli buku fisiknya bisa klik link di bawah ya~
https://aff.gramedia.com/s/JFjZaGjieK
https://s.shopee.co.id/50LZblPA4U

